KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Minggu, 08 Maret 2009

Peran Serta Masyarakat dan Polantas dalam Menciptakan Ketertiban dan Kelancaran Lalu-Lintas Jalan Raya

(kesimpulan) Suatu kota yang mengalami kemajuan sangat pesat, seringkali mengalami banyak problema sosial, pengembangan Jalur Lintas Antar Kota, walaupun sudah ada peraturan mengenai lalu lintas dan angkutan jalan yang tertuang dalam Undang-Undang No.14 Tahun 1992, kecelakaan lalu lintas masih saja terjadi, baik yang diakibatkan oleh kelalaian pengemudi maupun karena kondisi kendaraan dan jalan yang tidak mendukung, namun tidak jarang pula dalam kecelakaan lalu lintas tersebut ada pihak yang tidak bertanggung jawab.

Yang menjadi permasalahan adalah sejauhmana efektivitas peran masyarakat dalam menekan jumlah kecelakaan lalu lintas pada Jalur Lintas Antar Kota, faktor-faktor ada saja yang mempengaruhi pelaksanaan tugas masyarakat dan upaya apa yang dilakukan Polisi dalam meningkatkan efektivitas peran masyarakat.

Pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif, metode yang digunakan adalah metode survey. Sedangkan teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara, dan pengamatan/observasi.

Peran masyarakat pada Jalur Lintas Antar Kota di wilayah adalah anggota masyarakat berperan dalam aspek keamanan dan ketertiban; serta dalam aspek kelancaran lalu lintas. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan tugas masyarakat yaitu: (1) faktor pendukung, adanya motivasi yang tinggi dari anggota masyarakat dan kesadaran masyarakat guna menciptakan Kamtibcar Lantas, dukungan fasilitas dari perusahaan, telah tergelarnya instansi terkait di sepanjang jalur lintas Antar Kota. (2) Faktor Penghambat, terbatasnya jumlah anggota masyarakat; kurangnya keterampilan, kemampuan dan penguasaan terhadap Undang-Undang No. 14 Tahun 1992 oleh anggota masyarakat, kurangnya kemampuan dan penguasaan teknis pelaksanaan tugas masyarakat, terbatasnya sarana dan prasarana, kurangnya perhatian dorongan semangat dari pemerintah daerah maupun aparat Polri baik di tingkat Poltabes maupun Polsek, kurangnya pembinaan serta pengawasan dan pengendalian.

Adapun upaya yang dilakukan dalam meningkatkan efektivitas peran masyarakat, antara lain meningkatkan partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam pelaksanaan tugas-tugas masyarakat; memberikan pelatihan teknis kepada anggota masyarakat, memberikan penerangan mengenai peraturan lalu lintas kepada masyarakat dan kampanye tentang tertib berlalu lintas, menyediakan sarana dan prasarana yang dapat mendukung efektivitas peranan masyarakat; meningkatkan penjagaan dan patroli di tempat-tempat rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, berkoordinasi dengan instansi terkait baik pemerintah maupun swasta guna mendukung kegiatan masyarakat dan meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap jalannya masyarakat di sepanjang jalur lintas Antar Kota di wilayah.

Artikel Lainnya:

Jurnal Sains