KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Jumat, 24 April 2009

Alat Pelindung Diri Sarung Tangan Sebagai Upaya Menjamin Keselamatan Kerja

(kesimpulan) Keselamatan kerja adalah keselamatan yang berhubungan dengan peralatan, tempat kerja, lingkungan kerja, serta cara-cara melakukan pekerjaan. Adapun tujuan dari keselamatan kerja adalah:

  1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaan.
  2. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja.
  3. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek yang cukup luas, antara lain perlindungan keselamatan kerja dan kesehatan. Maksud perlindungan ini ialah agar tenaga kerja secara umum melaksanakan pekerjaannya sehari-hari untuk meningkatkan produksi, karena itu keselamatan kerja merupakan segi penting dari perlindungan tenaga kerja.

Pelaksanaan dari konsep keselamatan kerja dalam bekerja ini antara lain yaitu:

  1. Bersikap mawas diri terhadap kemungkinan terjadinya kecelakaan.

  2. Bekerja dengan serius, cepat, dan teliti tetapi tidak melupakan keselamatan kerja.

  3. Hindarkanlah melamun dan sikap tidak peduli dalam bekerja.

  4. Janganlah berbuat sesuatu kebodohan yang mempengaruhi terhadap terjadinya kecelakaan.

  5. Istirahatkanlah jika anda sudah mulai bosan dan lelah.

  6. Hindarkanlah bercanda pada waktu bekerja.

  7. Janganlah mencoba-coba pada waktu bekerja.

  8. Jangan menganggap bahwa alat atau mesin yang sudah biasa kita pergunakan itu tidak mencelakakan kita.

  9. Tindakan lain yang kita anggap perlu menghindari terjadinya kecelakaan dengan penggunaan alat pengaman, mengingatkan teman, dan lain sebagainya.

SUMBER-SUMBER BAHAYA

Bahaya dari bangunan, peralatan dan industri

Dalam industri digunakan berbagai peralatan yang mengandung bahaya. Apabila tidak digunakan dengan semestinya serta tidak menggunakan alat pelindung dan pengaman, peralatan itu bisa menimbulkan macam-macam bahaya seperti kebakaran, sengatan listrik, ledakan, dan luka-luka/celaka. Agar peralatan ini aman dipakai, maka perlu pengamanan yang perlu diatur oleh peraturan-peraturan di bidang keselamatan kerja, untuk peralatan yang rumit cara pengoperasiannya perlu di sediakan semacam petunjuk sebagai daftar periksa pengoperasiannya.

Bahaya dari bahan

Meliputi berbagai resiko sesuai dengan sifat bahan antara lain mudah terbakar, mudah meledak, menimbulkan alergi, menimbulkan kerusakan kulit dan jaringan tubuh, bersifat racun, dan radioaktif.

Bahaya dari proses

Dari proses ini kadang-kadang timbul asap, debu, panas, bising dan bahaya mekanis seperti terjepit, terpotong atau tertimpa bahan. Hal ini dapat mengakibatkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang memerlukan tindakan pencegahan.

Bahaya dari cara kerja

Dapat membahayakan karyawan itu sendiri dan orang lain di sekitarnya. Cara kerja yang demikian antara lain:

  1. Cara mengangkat dan mengangkut.

  2. Cara kerja yang mengakibatkan hamburan debu serbuk logam.

  3. Memakai alat pelindung diri yang tidak sesuai dengan semestinya dan cara pemakaiannya yang salah.

Bahaya dari Lingkungan kerja

Dapat digolongkan atas berbagai jenis bahaya yang dapat mengakibatkan berbagai gangguan kesehatan dan penyakit akibat kerja serta penurunan efektifitas dan produktifitas kerja. Bahaya-bahaya tersebut adalah:

  1. Bahaya yang bersifat fisik. Bahaya ini seperti ruangan yang terlalu panas, bising, dingin, kurang penerangan, getaran, radiasi dan sebagainya.

  2. Bahan bersifat kimia. Bahan ini berasal dari bahan-bahan yang digunakan maupun bahan-bahan yang dihasilkan selama proses produksi. Bahan kimia dapat menimbulkan gangguan baik lokal maupun sintetik. Gangguan lokal adalah kelainan yang timbul di tempat bahan kimia kontak dengan tubuh, jalan masuk bahan kimia ke dalam tubuh adalah melalui kulit, pernapasan, dan pencernaan.

  3. Bahaya biologik. Bahaya ini disebabkan oleh jasad renik, gangguan dari serangga maupun dari binatang lain yang ada di tempat kerja.

  4. Gangguan jiwa. Gangguan ini dapat terjadi karena keadaan di sekitar tempat kerja yang tidak sesuai dan menimbulkan ketegangan jiwa, ada karyawan seperti keharusan mencapai target yang terlalu tinggi di luar kemampuan, hubungan atasan dan bawahan yang tidak sesuai dan lain-lain.

Terjadinya kecelakaan kerja disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor fisik dan faktor manusia. Oleh sebab itu, kecelakaan kerja juga merupakan bagian dari kesehatan kerja. Kecelakaan kerja adalah kejadian yang tidak terduga dan tidak diharapkan akibat dari kerja. Kecelakaan kerja adalah suatu kecelakaan yang berkaitan dengan hubungan kerja dan perusahaan. Hubungan kerja di sini berarti bahwa kecelakaan terjadi karena akibat dari pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan. Oleh sebab itu, kecelakaan akibat kerja ini mencakup dua permasalahan pokok, yaitu:

  1. Kecelakaan akibat langsung dari pekerjaan

  2. Kecelakaan terjadi pada saat pekerjaan sedang dilakukan.

KLASIFIKASI KECELAKAAN KERJA

Klasifikasi kecelakaan akibat kerja menurut organisasi perburuhan internasional tahun 1962 adalah sebagai berikut:

Klasifikasi menurut jenis kecelakaan

Yaitu terjatuh, tertimpa benda jatuh, tertumbuk atau terkena benda-benda, terjepit oleh benda, gerakan-gerakan melebihi kemampuan, pengaruh suhu tinggi, terkena arus listrik, kontak dengan bahan-bahan berbahaya atau radiasi, dan Jenis-jenis lain termasuk kecelakaan-kecelakaan yang data-datanya tidak cukup atau kecelakaan lain yang belum masuk klasifikasi tersebut.

Klasifikasi menurut penyebab

  1. Mesin. Seperti pembangkit tenaga (terkecuali motor-motor listrik), mesin penyalur, mesin untuk mengerjakan logam, mesin pengolah kayu, mesin pertanian, mesin pertambangan, dan mesin-mesin lain yang tidak termasuk klasifikasi tersebut.

  2. Alat angkut. Seperti mesin angkat dan peralatannya, alat angkutan di atas rel, alat angkutan lain yang beroda, terkecuali kereta api, alat angkutan udara, alat angkutan air, alat-alat angkutan lain.

  3. Peralatan lain. Seperti bejana bertekanan, dapur pembaker dan pemanas, instalasi pendingin, instalasi listrik (tetapi di kecualikan alat-alat listrik dengan tangan), alat-alat listrik (dengan tangan), alat-alat kerja dan perlengkapannya (terkecuali alat-alat listrik), tangga, dan peralatan lain yang belum termasuk klasifikasi tersebut.

  4. Bahan-bahan, zat-zat, dan radiasi. Seperti bahan peledak, debu, gas, cairan, dan zat-zat kimia, benda-benda melayang, radiasi, dan ahan-bahan atau zat-zat lain yang belum termasuk golongan tersebut.

  5. Lingkungan kerja. Yaitu di wilayah bangunan, di dalam bangunan, dan di bawah bangunan.

  6. Penyebab-penyebab lain yang belum termasuk golongan golongan tersebut seperti hewan dan penyebab lain.

Klasifikasi menurut sifat luka atau kelainan

Yaitu patah tulang, dislokasi/keseleo, renggang otot/urat, memar/luka yang lain, amputasi, luka-luka lain, luka di permukaan, gegar dan remuk, luka bakar, keracunan-keracunan mendadak (akut), akibat cuaca, mati lemas, pengaruh arus listrik, pengaruh radiasi, dan lain-lain.

Klasifikasi menurut letak kelainan atau luka di tubuh

Yaitu di kepala, leher, badan, anggota atas, anggota bawah, dan kelainan umum.

ALAT PELINDUNG DIRI

Alat pelindung diri adalah perlindungan terhadap tenaga kerja melalui usaha-usaha teknik pengaman tempat dan lingkungan kerja dengan menggunakan alat-alat pelindung diri agar tercipta suasana kerja yang aman dan nyaman sehingga terciptanya suatu produktivitas kerja.

Alat-alat pelindung diri gunanya adalah untuk melindungi tekerja dari bahaya-bahaya yang mungkin menimpanya sewaktu menjalankan pekerjaan. Adapun fungasi dari alat pelindung diri (APD) untuk mengisolasi tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan alat pelindung diri yaitu jenis pekerjaan, resiko bahaya kecelakaan, tempat, bahan, dan waktu.

Syarat-syarat alat pelindung diri yang baik yaitu nyaman di pakai, tidak mengganggu proses pekerjaan, memberikan perlindungan yang efektif terhadap segala jenis bahaya, memberikan rasa aman, nyaman terhadap pemakai, dan praktis/mudah di pakai

Alat pelindung diri dapat di golongkan menjadi beberapa jenis menurut bagian tubuh yang dilindunginya:

  1. Alat Pelindung Kepala. Pemakaian alat ini bertujuan untuk melindungi kepala dari bahaya terbentur dan terpukul yang dapat menyebabkan luka juga melindungi kepala dari panas, radiasi, api, dan bahan-bahan kimia berbahaya. Serta melindungi agar rambut tidak terjerat dalam mesin yang berputar. Macam dari alat pelindung kepala di antaranya topi pelindung (helm), tutup kepala, atau bahan khusus dan hats atau cap yang biasanya terbuat dari katun.

  2. Alat Pelindung Mata. Kaca mata pengaman di perlukan untuk melindungi mata dari kemungkinan kontak bahaya karena percikan atau kemasukan debu, gas, uap, cairan korosif, partikel melayang, atau terkena radiasi gelombang elektromagnetis. Terdapat tiga bentuk alat pelindung diri mata yaitu kaca mata dengan atau tanpa pelindung samping (side shield), goggles (cup type dan box type), dan tameng muka.

  3. Alat Pelindung Telinga. Selain berguna untuk melindungi pemakainya dari bahaya percikan api atau logam-logam panas, alat ini jugs bekerja untuk mengurangi intensitas suara yang masuk ke dalam telinga. Ada dua macam alat pelindung telinga yaitu sumbat telinga (ear plug).dan tutup telinga (ear muff).

  4. Alat Pelindung Pernapasan. Merupakan alat yang berfungsi untuk melindungi pernapasan terhadap gas, uap, debu, atau udara yang terkontaminasi di tempat kerja yang dapat bersifat racun, korosif maupun rangsangan. Alat pelindung pernapasan dapat berupa masker yang berguna untuk mengurangi debu atau partikel-partikel yang lebih besar yang masuk ke dalam pernapasan, yang biasanya terbuat dari kain dan respirator yang dapat berguna untuk melindungi pernapasan dari debu, kabut, uap logam, asap, dan gas. Respirator dapat dibedakan atas Chemical Respirator. Mechanical Respirator, dan Cartidge atau Canister Respirator dengan Salt Contained breathing Apparatus (SCBA) yang di gunakan untuk tempat kerja yang terdapat gas beracun atau kekurangan oksigen serta Air Supplay Respirator yang mensuplay udara dari tabung oksigen.

  5. Alat Pelindung Tangan. Sarung tangan merupakan salah satu keperluan di dalam bidang kerja. Alat ini berguna untuk melindungi tangan dari benda-benda tajam atau cidera pada waktu kerja, dalam memilih sarung tangan perlu di pertimbangkan beberapa faktor antara lain bahaya terpapar, apakah berbentuk bahan korosif, panas, dingin, tajam atau kasar. Alat pelindung tangan dapat terbuat dari karet, kulit dan kain katun.

  6. Alat Pelindung Kaki (safety shoes). Alat ini berguna untuk melindungi kaki dari benda-benda tajam, larutan kimia, benda panas, dan kontak listrik. Dapat terbuat dari kulit yang di lapisi Asbes atau Chrom, sepatu keselamatan yang di lengkapi dengan baja di ujungnya dan sepatu karet anti listrik. Tidak memakai safety shoes pada saat melakukan handling dapat menyebabkan jari kaki luka karena kejatuhan, tergores maupun terhimpit benda berat.

  7. Pakaian Pelindung. Alat ini berguna untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuh dari percikan api, panas, dingin, cairan kimia, dan oli. Bahan dapat terbuat dari kain drill, kulit, plastik, asbes, atau kain yang di lapisi aluminium.

ALAT PELINDUNG DIRI SARUNG TANGAN

Meminta seorang pekerja mengenakan alat-alat pelindung diri adalah suatu pengakuan bahwa ada bahaya yang tidak dapat di kendalikan dengan metode lebih baik. Kebijakan perusahaan tentang penggunaan alat pelindung diri yaitu ebijakan penggunaan dan pemakaian alat pelindung diri harus di nyatakan dengan jelas bahwa alat pelindung diri sangat di butuhkan oleh tenaga kerja untuk melindungi dirinya. Kebijakan ini di nyatakan secara tertulis, di dalam kebijakan ini sudah termasuk pengaturan yang berkaitan dengan pengecualian dan pembatasan di dalam menggunakan alat-alat pelindung secara terperinci sesuai dengan kondisi bahaya.

Berbagai macam jenis perlindungan tangan dan lengan tersedia termasuk di dalamnya adalah sarung tangan dan lengan panjang atau pendek yang terbuat dari kulit, srung tangan kain, sarung tangan plastik, dan sarung tangan karet.

Sarung tangan atau pelindung tangan harus mampu memberikan perlindangan dari berbagai benda yang berbahaya dan nyaman digunakan dalam bekerja. Pelindung tangan harus dijaga dalam kondisi yang baik, diperiksa secara teratur, dan dibuang jika rusak. Sarung tangan yang terkontaminasi oleh zat-zat yang berbahaya harus segera dilepas dari tangan dengan hati-hati dan dicuci. Begitu juga jika sarung tangan robek atau terbakar harus dibuang dan diganti dengan sarung tangan yang baru.

Seorang pekerja yang bekerja dengan mengoperasikan mesin melibatkan tangan harus dilindungi dengan sarung tangan atau pelindungan tangan. Pemakaian sarung tangan bagi beberapa orang menimbulkan masalah seperti perasaan kaku, risih, maupun mengganggu penampilan. Meskipun begitu pada bidang industri, sarung tangan memberikan perlindungan terhadap bahaya yang mengkin terjadi di mana pekerjaan tersebut menimbukan kemungkinan resiko kecelakaan yang berbahaya bagi diri dan anggota badan pekerja tersebut. Sarung tangan dapat melindungi pekerja dari kemungkinan celaka seperti kejutan aliran listrik, terbakar, maupun percikan logam panas.

Metode industri modern banyak memproduksi sarung tangan untuk pekerjaan tertentu. Sebagai contoh pada sarung tangan untuk produksi, penggilingan, atau pertambangan menggunakan sarung tangan yang terbuat khusus dengan kulit dan dilapisi lempengan baja/potongan baja. Sarung tangan ini ideal karena lentur tetapi kuat. Semua bagian kulitnya terlindung baik telapak tangan dan kelima jari.

Sarung tangan yang dipergunakan untuk industri yang berkaitan dengan zat-zat kimia, maka menggunakan sarung tangan yang terbuat dari karet dan tahan terhadap ancaman terkontaminsasi cairan yang berbahaya. Sarung tangan tersebut harus tipis dan lentur melapisi ketat melekat pada tangan hingga siku tangan pekerja secara kuat sehingga tidak boleh kendur. Jenis sarung tangan dan penggunaan pada bidang ini adalah sarung tangan sekali pakai, begitu setelah dipakai kemudian dibuang.

Jenis sarung tangan untuk bidang kedokteran harus benar-benar steril, sebelum dipakai harus dicuci dengan alkohol atau direbus dalam air. Sarung tangan ini berfungsi untuk melindungi bahaya tidak hanya dokter tetapi juga pasien dari ancaman terinfeksi kotoran atau penyakit. Penggunaan sarung tangan pada bidang ini juga sekali pakai, setelah digunakan harus dibuang.

Sarung tangan yang dipergunakan untuk mengelas biasanya terbuat dari kulit yang lebih tebal dikombinasi dengan asbes dan wol di mana panas tidak bisa mengenai kulit ketika temperatur tinggi terjadi, sarung tangan harus tetap nyaman digunakan. Sarung tangan yang dipuergunakan untuk mengelas biasanya dikombinasi dengan baju lengan panjang yang bagian ujungnya dimasukan ke dalam sarung tangan. Sarung tangan harus tebal dan empuk sehingga dapat juga melindungi dari jepitan dan tertimpa logam pada tangan.

Budiyono Sugeng, Pemeliharaan Kesehatan Kerja, Majalah Hiperkes dan Kesehatan Kerja, Jakarta, 2000.

David S. Gocham, Health Behavior Emergency Research Resprectives, Plenium Press, New York and London, 1990.

Daryanto, Keselamatan Kerja Bengkel Otomotif, Bumi Aksara, Malang, 2001

Kasbullah, Pengetahuan Bahan Perkakas Otomotif, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Jakarta, 1983.

Lawrence Green and Krevter MW. Health Promotion Planning an Company, Mountain View, 1990.

Notoatmojo Soekidjo, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta, 1997.

Santoso, Budi, Manajemen Keselamatan Kerja (Safety Management), Pendidikan dan Pelatihan Bimbingan Profesi Sarjana, Cilacap, 2003.

Soepomo, Iman, Hukum Perburuhan: Undang-Undang dan Peraturan, Jakarta: Djambatan, 1992.

Suma’mur, PK. Hygiene Perusahaan dan Keselamatan Kerja, CV. Haji Mas Agung, Jakarta, 1993.

Suma’mur, PK, Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan, Jakarta: CV. Haji Masagung, 1994.

Soeparmanto, Paiman, Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Kader Posyandu, Buletin Penyakit Kesehatan, 1995.

Artikel Lainnya:

Jurnal Sains