KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Selasa, 28 April 2009

Kecepatan Membaca

(kesimpulan)

Proses Membaca

Membaca, menulis dan berhitung merupakan tiga ketrampilan utama yang diperlukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Dari ketiga ketrampilan tersebut umumnya ketrampilan membaca yang diajarkan lebih dahulu. Ketrampilan membaca seorang anak mempunyai peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan dalam belajar.

Dapat disimpulkan proses membaca merupakan proses kognisi yang sangat kompleks, dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan seperti pengertian, khayalan, mengamati, dan mengingat-ingat. Langkah-langkah yang harus dilalui seseorang dalam membaca mulai dari stimulus tulisan sampai dapat membaca, melibatkan aspek bahasa, memori, berpikir, kecerdasan dan persepsi orang tersebut.

Kegagalan dalam membaca (disleksia) sering disebabkan karena terganggunya proses identifikasi kata (phonological pocessing). Proses ini mempunyai empat tahapan:

  1. Kesadaran fonologis (phonological awareness): kesadaran akan struktur bunyi dari kata-kata yang diucapkan.

  2. Membaca fonologis (phonological reading): membaca kata-kata yang diberikan lepas dari suatu konteks tertentu.

  3. Phonological coding dalam ingatan (working memori), mengingat strings of phonemes, misalnya (t,b,z,v,g) versus (o,x,r,y,q).

  4. Akses lesikal (lexical access), kemampuan untuk secara cepat menarik fonem dari ingatan jangka panjang.

Kegiatan membaca juga mengandung unsur pemahaman dari teks yang dibaca. Secara garis besar pemahaman membaca dapat dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu:

  1. Pemahaman literal (literal comprehension): membaca dan memahami kalimat per kalimat, termasuk dapat menangkap detail dan urutan kejadian yang tertulis.

  2. Pemahaman interpretif (interpretive comprehension): sering disebut sebagai dapat menangkap hal-hal yang tidak secara eksplisit tertulis dalam teks

  3. Pemahaman kritikal (critical comprehension): disini pembaca dapat membaca ”behind and beyond the lines“.

Kecepatan Membaca

Pemahaman dan kecepatan membaca menjadi amat tergantung pada kecakapan dalam menjalankan setiap organ tubuh yang diperlukan untuk membaca. Orang yang tidak mendapat bimbingan khusus membaca cepat sering mudah lelah dalam membaca buku karena lambat dalam membaca, tidak ada gairah, merasa bosan, tidak tahan membaca buku dan terlalu lama untuk bisa menyelesaikan bacaan.

Ada beberapa hal yang menghambat dalam membaca seperti membaca dengan bersuara (vokalisasi), menggerakkan bibir, menunjuk kata demi kata dengan jari, menggerakkkan kepala dari kiri ke kanan. Tetapi semua hal diatas dapat hilang dengan latihan.

Pada umumnya orang membaca jauh lebih lambat daripada kemampuannya. Orang dewasa di Amerika yang belum pernah mendapat latihan khusus, kecepatan membacanya antara 200-500 kpm (kata per menit), ada juga beberapa orang bisa sampai 325-350 kpm tetapi beberapa orang terlalu lambat yaitu 125-175 kpm. Pada penelitian ini kecepatan membacalah yang akan di nilai pada awal dan akhir penelitian.

Tes Kecepatan Membaca

Orang dewasa di Indonesia berdasarkan kursus yang diadakan memiliki kecepatan membaca yang mirip dengan di Amerika yaitu 175-300 kpm. Melalui “tes kecepatan membaca” yang diadakan pada orang-orang yang mengikuti kursus. Didapatkan kecepatan membaca mengalami kenaikan pada pertengahan kursus (minggu kedua). Kecepatan membaca umumnya dapat naik menjadi 350-500 kpm, dengan pemahaman sampai 70%.

Rumus ini juga yang menjadi dasar dalam pemeriksaan ”tes kecepatan membaca” pada anak dengan kesulitan membaca (disleksia) yang akan di teliti. Kecepatan membaca dapat digunakan sebagai salah satu tes untuk mendeteksi dan menilai prestasi dan kemajuan pada anak dengan kesulitan belajar, karena anak yang menderita kesulitan membaca (disleksia) didapatkan jumlahnya cukup banyak, terutama yang mempunyai kesulitan gabungan antara disleksia, disfasia, dan diskalkulia yaitu sebesar 18,6%.

Hartono B. Kesulitan belajar karena disfungsi minimal otak (DMO). Dalam:Hadinoto S, Hartono B, Soetedjo (ed) Kesulitan belajar dan gangguan bicara.Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang, 1991.

Suradjino SHR. Metekognisi dan pemahaman membaca. Dalam Kesulitan belajar dari masa ke masa “ deteksi dini & intervensi terkini ”. Dalam : Konferensi Nasional Neurodevelopmental II. Jakarta, 2006.

Soedarso. Kecepatan membaca dan gerakan mata. Dalam Speed Reading sistem membaca cepat dan efektif. Jakarta, Gramedia Pustaka Utama 2005.

Artikel Lainnya:

Jurnal Sains