KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Thursday, May 14, 2009

Iklim Komunikasi Organisasi

(kesimpulan) “Communication is the process by which an individual transmits stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. Dengan kata lain komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya, dalam kelompok, dalam organisasi dan dalam masyarakat menciptakan, mengirimkan, dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasi lingkungannya dan orang lain.

Sebagai dasar pemikiran awal perlu dijelaskan definisi organisasi adalah suatu koordinasi rasional kegiatan sejumlah orang untuk mencapai beberapa tujuan umum melalui pembagian pekerjaan dan fungsi melalui hierarki otoritas, tanggungjawab, dan mempunyai karakteristik tertentu yaitu mempunyai struktur, tujuan, saling berhubungan satu bagian dengan bagian lain dan tergantung pada komunikasi manusia untuk mengkoordinasikan aktivitas dalam organisasi tersebut. Maka komunikasi mempunyai peranan yang sangat penting di dalam organisasi. Peranan komunikasi organisasi sebagai koordinasi pribadi dan tujuan organisasi serta menggiatkan aktivitas dalam organisasi.

Pengertian iklim organisasi adalah kualitas yang relatif abadi dari lingkungan internal organisasi yang dialami oleh anggota-anggotanya, mempengaruhi tingkah laku mereka serta dapat diuraikan dalam istilah nilai-nilai suatu set karakteristik tertentu dari lingkungan. Ada hubungan yang sirkuler antara iklim organisasi dan iklim komunikasi, artinya tingkah laku komunikasi mengarahkan pada perkembangan iklim, diantaranya iklim organisasi. Sedangkan iklim organisasi dipengaruhi oleh bermacam-macam cara anggota organisasi bertingkah laku dan berkomunikasi. Iklim komunikasi yang penuh persaudaraan mendorong para anggota organisasi berkomunikasi secara terbuka, rileks, ramah tamah dengan anggota yang lain, hal ini membentuk iklim komunikasi yang kondusif bagi kerjasama yang produktif dalam organisasi. Sedangkan iklim yang negatif menjadikan anggota tidak berani berkomunikasi secara terbuka dan penuh rasa persaudaraan.

Iklim komunikasi merupakan gabungan dari persepsi-persepsi, suatu evaluasi, dan makro mengenai peristiwa komunikasi, perilaku dan respon, harapan-harapan, konflik-konflik antarpersona, dan kesempatan bagi pertumbuhan dalam organisasi tersebut. Iklim komunikasi organisasi terdiri dari persepsi-persepsi atas unsur-unsur organisasi dan pengaruh unsur-unsur terhadap komunikasi. Pengaruh ini didefinisikan, disepakati, dikembangkan dan dikokohkan secara berlanjut melalui interaksi dengan anggota organisasi. Pengaruh ini menghasilkan pedoman bagi keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan individu, dan mempengaruhi pesan-pesan mengenai organisasi.

Redding (1972) mengatakan bahwa iklim komunikasi organisasi merupakan fungsi kegiatan yang terdapat dalam organisasi untuk menunjukkan kepada anggota organisasi bahwa organisasi tersebut mempercayai mereka dan memberi mereka kebebasan dalam mengambil resiko; mendorong mereka dan memberi mereka tanggung jawab dalam mengerjakan tugas-tugas mereka; menyediakan informasi yang terbuka dan cukup tentang organisasi; mendengarkan dengan penuh perhatian serta memperoleh informasi yang dapat dipercayai dan terus terang dari anggota organisasi; secara aktif memberi penyuluhan kepada para anggota organisasi sehingga mereka dapat melihat bahwa keterlibatan mereka penting bagi keputusan-keputusan dalam organisasi; dan menaruh perhatian pada pekerjaan yang bermutu tinggi dan memberi tantangan.

Penelitian oleh Redding dan Dennis, mengindikasi bahwa iklim komunikasi lebih luas dari persepsi karyawan terhadap kualitas hubungan dan komunikasi dalam organisasi serta tingkat pengaruh dan keterlibatan. Redding mengemukakan lima dimensi penting dari iklim komunikasi dalam organisasi, yaitu:

  1. “Supportiveness”, atau bawahan mengamati bahwa hubungan komunikasi mereka dengan atasan membantu mereka membangun dan menjaga perasaan diri berharga dan penting.

  2. Partisipasi membuat keputusan.

  3. Kepercayaan, dapat dipercaya dan dapat menyimpan rahasia.

  4. Keterbukaan dan keterusterangan.

  5. Tujuan kinerja yang tinggi, pada tingkat mana tujuan kinerja dikomunikasikan dengan jelas kepada anggota organisasi.

Agar tercipta suasana kerja yang kondusif, setiap anggota organisasi hendaknya menghindari sikap-sikap yang mendorong pada berkembangnya iklim yang defensif (negatif) namun lebih mengutamakan sikap-sikap yang mendukung (positif). Tidak saling menilai, namun saling menghargai, bekerja sama, empati, tidak egois, saling terbuka, dan sebagainya.

PUSTAKA

DeVito, Joseph. 1997. Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Professional Books.

Goldhaber, Gerald M. 1990. Organizational Communication , Fifth edition. Iowa: Wm C. Brown Publisher.

Hasibuan. H, Malayu. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara.

Muhammad, Arni. 2001. Komunikasi Organisasi. Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyadi dan Johny Setyawan. 1999. Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Yogyakarta: Aditya Media.

Pace, R. Wayne & Faules, Don. F. 2002. Komunikasi Organisasi (Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan). Bandung: Remaja Rosda Karya.

Ruky, Achmad S. 2002. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Usmara. 2006. Motivasi Kerja (proses, teori & praktek). Yogyakarta: Amara Books.

Whitmore, John. 1997. Coaching for Performance. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Artikel Lainnya: