KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Friday, May 15, 2009

Kepemimpinan

(kesimpulan) Kepemimpinan merupakan salah satu topik yang sangat menarik dalam dunia organisasi. Apalagi di tengah perubahan lingkungan organisasi yang begitu dinamis. Semakin banyak perubahan yang terjadi, maka kepemimpinan-pun semakin dibutuhkan. Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam organisasi, karena kemampuan seorang pemimpin dalam mempengaruhi anggota menjadi faktor dominan yang menentukan sukses tidaknya suatu organisasi, pemimpinlah yang menjadi koordinator, motivator, dan katalis yang akan membawa organisasi pada puncak keberhasilan. Oleh karena itu orang selalu mengasosiasikan kegagalan atau keberhasilan organisasi dengan pemimpinnya baik itu di perusahaan, lembaga pemerintah, politik, swasta maupun badan sosial.

Gibson mendefinisikan, bahwa kepemimpinan adalah usaha mempengaruhi individu agar termotivasi dalam mencapai tujuan, kepemimpinan terjadi ketika individu dalam kelompok mempengaruhi motivasi atau kompetensi individu lainnya. Definisi ini menunjukkan penggunaan pengaruh dan semua hubungan antar individu dengan melibatkan kepemimpinan.

Menurut Bass, pemimpin merupakan seseorang yang memiliki suatu program dan yang berperilaku secara bersama-sama dengan anggota-anggota kelompok dan pemimpin mempergunakan atau mengaplikasikan cara atau perilaku tertentu, sehingga kepemimpinan mempunyai peranan sebagai kekuatan dinamik yang mendorong, memotivasi, dan mengkoordinasi organisasi dalam menetapkan tujuan yang akan dicapai.

Salah satu faktor yang paling penting dalam hal kepemimpinan adalah kualitas yang tinggi yang harus dimiliki oleh pemimpin. Kualitas tersebut mencakup kemampuan mengarahkan visi yang jelas dan ide-ide cemerlang yang dapat dilaksanakan. Kepemimpinan dalam organisasi bertujuan melakukan perubahan secara konstruktif, dengan menetapkan arah-pengembangan visi masa depan dan penerapan strategi untuk melakukan perubahan yang diinginkan organisasi. Seorang pemimpin harus mempunyai visi dan strategi serta implementasi secara tepat.

Pemimpin yang mampu melaksanakan fungsi kepemimpinannya dapat dipastikan keadaan kelompoknya akan terwujud dengan baik. Keadaan yang baik jelas akan memperkuat posisi dan kedudukan pemimpin tersebut di dalam kelompok. Oleh karena itu seseorang pemimpin hendaknya mengetahui dan melaksanakan tugas serta fungsinya sebagai pemimpin dengan sebaik-baiknya.

Fungsi pemimpin dirumuskan oleh Moorhead & Griffin serta Yukl yang mengatakan bahwa pemimpin melalui kekuasaannya berusaha mempengaruhi dan mengarahkan anggotanya untuk bekerja keras, memiliki semangat tinggi, dan motivasi tinggi guna mencapai tujuan organisasi. Hal ini terutama terikat dengan fungsi mengatur hubungan antara individu dan kelompok dalam organisasi. Fungsi pemimpin dalam mempengaruhi dan mengarahkan bertujuan untuk membantu organisasi bergerak ke arah pencapaian sasaran. Kepemimpinan bukan pertama-tama terletak pada kedudukan yang ditempati, namun bagaimana melaksanakan fungsinya sebagai pemimpin.

Demikian pentingnya kedudukan seorang pemimpin di dalam lingkungan organisasi menyebabkannya harus memiliki persyaratan tertentu dibandingkan dengan anggota biasa. Hal ini tidaklah mudah, karena yang digerakkan adalah manusia yang memiliki perbedaan individual (individual differences) baik akal, emosi maupun kebutuhan-kebutuhannya dan bahkan perbedaan-perbedaan budaya (cultural differences).

Pada dasarnya sangatlah sulit untuk merumuskan syarat-syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang sesuai dengan tugasnya bagi semua kelompok atau organisasi dan dalam segala situasi dan kondisi, karena sangat erat kaitanya dengan tujuan kelompok dan organisasi, jenis- jenis kegiatan yang akan dilakukan, sifat-sifat anggota kelompok, dan kondisi lingkungan di mana kelompok ini berada.

Marquart dan Engel mengemukakan bahwa seorang pemimpin memerlukan syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Kelenturan budaya, pemimpin harus memiliki kelenturan budaya untuk mengenali dan menerima perbedaan-perbedaan yang ada dalam organisasi.

  2. Keterampilan berkomunikasi, pemimpin yang efektif harus mampu berkomunikasi, baik secar tertulis, lisan maupun non-verbal.

  3. Keterampilan dalan menajemen sumber daya manusia, pemimpin harus memiliki kemampuan dalam merancang program pelatihan, menyebarkan informasi dan pengalaman, mengadakan konseling karir, menciptakan perubahan organisasi, dan menyesuaikan diri dengan semua pihak.

  4. Kreativitas, pemimpin harus memiliki kreativitas, selain harus mampu menciptakan iklim kondusif yang mampu mendorong kreativitas anggota dan membantu untuk menjadi lebih kreatif.

  5. Manajemen pembelajaran yang mandiri, pemimpin harus selalu memiliki kemauan dan rasa ingin tahu yang besar terhadap pengetahuan-pengetahuan dan keahlian-keahlian yang baru agar mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi.

Marquat dan Engel juga menyebutkan tiga syarat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin yang meliputi:

  1. Kemampuan berpikir strategis, yaitu kemampuan untuk memahami kecenderungan adanya perubahan lingkungan yang berlangsung cepat.

  2. Kernampuan untuk mengkomunikasikan visi organisasi kepada seluruh pihak yang terkait, menciptakan komitmen dan motivasi, pengerak inovasi dan semangat kewirausahaan, serta mampu mengalokasikan sumber daya organisasi secara optimal untuk mengantisipasi perubahan yang akan terjadi.

  3. Pengelolaan hubungan, yaitu kemampuan membina hubungan di tengah-tengah jaringan kerja yang kompleks, baik dengan rekan kerja maupun dengan pihak yang lain yang memiliki pengaruh terhadap keberlangsungan organisasi.

PUSTAKA

Anthony, W.P., Parrewe, P. L., dan Kacmar, K.M. 1999. Strategic Human Resource Management. Second Edition. Orlando: Harcourt Brace and Company.

Bass, B.M. 1990. Bass and Stogdill's Handbook of Leadership. New York: Free Press.

Bass, B.M. 1990. From Transactional to Transformational Leadership: Learning to Share the Vision. Organizational Dynamics. Dalam Steers, R.M., Porter, L.W., dan Bigley, G. A. (Eds.). 1996. Motivation and Leadership at Work. Sixth Edition. New York: The McGraw-Hill Companies. 628-640.

Bass, B.M. 1997. The Transactional-Transformational Leadership Paradigm Transcend Organizational and National Boundaries? Journal American Psychologist, 52: 130-139.

Bennis, W. 2000. Menjadi Pemimpin dari Para Pemimpin. Dalam Gibson, R. (Ed.). 1997. Rethinking The Future: Rethinking Business, Principles, Competition, Control, Leadership, Markets, and the World. Alih bahasa: Hikmat, K. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. 249-275.

Daft, R.L. 1999. Leadership Theory and Practice. Florida: The Dryden Press.

Gibson, J.L., Ivancevich, J.M., dan Donnely, J.H. Jr. 2000. Organizations: Behavior, Structure, Processes. Tenth Edition. Singapore: McGraw-Hill.

Kotter, J.P. 1990. What Leaders Really Do. Harvard Business Review, May-June, 103¬113. Dalam Steers, R.M., Porter, L.W., dan Bigley, G. A. (Eds.). 1996. Motivation and Leadership at Work. Sixth Edition. New York: The McGraw- Hill Companies. 620-627.

Luthans, F. 1995. Organizational Behavior. New York: McGraw-Hill.

Moorhead, G., dan Griffin, R. W. 1995. Organizational Behavior: Managing People and Organization. Fourth Edition. Boston: Houghton Mifflin Company.

Yukl, G.A. 1998. Leadership in Organization. Second Edition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.

Artikel Lainnya: