Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Pemanfaatan Teknologi Internet Dalam Budaya Industri Pertanian

(kesimpulan) Keberadaan konsumen selalu penting bagi produsen, untuk memahami konsumen dan bagaimana cara terbaik untuk pasar mereka dengan kemajuan teknologi yang signifikan selama dua dekade, kini pemasar dihadapkan dengan lebih banyak alternatif dan memahami bagaimana menyusun kebijakan promosi, namun apa yang diharapkan ternyata lebih sulit. Industri pertanian (sektor yang penting di seluruh dunia) memiliki pengecualian. Di Amerika Serikat ada sekitar 2,1 juta peternakan dengan nilai produksi melebihi $217 miliar dan biaya produksi melebihi $190 miliar. Pertanian memiliki peran yang lebih menonjol. Meskipun sering disebut sebagai petani, maka produsen pertanian adalah penjual dan sekaligus pembeli, dan penting untuk setiap bisnis yaitu tentang target pasar yang besar untuk memahami bagaimana keputusan pembelian yang dibuat dan apa yang diharapkan dari adanya komunikasi pemasaran. Pertanian merupakan salah satu budaya industri tertua dan selalu berhadapan dengan banyak perubahan.

Perhatian utama bagi produsen pertanian selama sepuluh tahun terakhir di Amerika Serikat telah mengalami penurunan besar terkait harga komoditas karena pengaruh global dan adanya Reformasi Undang-Undang Federal (FAIR), yang pada tahun 1996. FAIR dimaksudkan sebagai kontrol produksi dengan membatasi jenis dan jumlah produk yang dihasilkan. Idenya adalah jika produksi pertanian melimpah akan menurunkan harga, dan pelanggan akan membeli, sehingga pada gilirannya akan meningkatkan permintaan. Dalam kenyataannya, produk pertanian seperti makanan seringkali terjadi penurunan harga, namun tetap tidak merangsang permintaan. Sementara itu untuk produk pertanian plummeted, biaya operasional terus meningkat.

Keadaan ini membawa efek kombinasi, bahkan jumlah produsen pertanian di Amerika Serikat menurun dari 6,8 juta (1935) menjadi 2,1 juta (2004). Industri pertanian sebagai produsen telah dipaksa untuk menyerap lebih banyak tagihan yang belum dibayarkan dengan profitabilitas memburuk. Penurunan profit margin dan meningkatnya jumlah kegagalan ternak dan menyebabkan pesimisme.

Kini strategi efisiensi lebih menjanjikan yaitu peningkatan manfaat teknologi, seiring dengan lebih canggihnya traktor dan peralatan, adopsi teknologi peramalan cuaca, global positioning system (GPS), citra satelit dan bioteknologi. Yang menarik dalam kajian ini adalah penggunaan internet dan peranan dalam pemasaran pada industri pertanian.

Ada banyak e-commerce situs web yang khusus dirancang untuk industri pertanian dan banyak lagi sedang dikembangkan pada setiap harinya. Beberapa situs yang lebih populer termasuk AgWeb.com dari Farm Jurnal, @griculture Online (agriculture.com) dari Successful Farming, DirectAg.com oleh American Farm Bureau, XSAg.com, Farms.com, eMerge Interaktif, Rooster.com oleh Cargill, Dupont dan Cenex Harvest State Cooperative, Vantage-Point Network oleh Deere dan Co, Growmark, Inc dan Firmland Industries, farmdoc.uiuc.edu disponsori oleh University of Illinois at Urbana-Champagne, dan mPower3.com oleh ConAgra. Banyak perusahaan besar melakukan investasi besar di ventura internet. Namun, apa manfaat yang diperoleh sehingga mereka sibuk membawa budaya pertanian ke dalam internet? Apa peran yang dapat dimainkan di dalam industri pertanian?

PERANAN INTERNET BAGI BUDAYA INDUSTRI PERTANIAN

Sumber Informasi

Pertama, Internet adalah sumber informasi praktis yang formal dan informal. Informasi dapat diakses setiap saat setiap hari. Sejumlah situs pertanian, seperti DirectAg.com menyediakan prakiraan cuaca, harga tanaman, jasa keuangan dan industri, serta berita umum lainnya. Internet juga berfungsi sebagai sumber informasi informal, membawa produser yang memiliki memiliki minat sama meskipun terpisah secara geografis. Melalui ruang chatting dan email, produsen pertanian dapat membicarakan produktivitas kontrol hama atau masalah lainnya dengan para ahli di lapangan. Internet memungkinkan untuk interaksi sosial di antara produsen yang relatif terpencil dari satu sama lain.

Model Data Produktivitas

Sementara internet sebagai sumber informasi umum, situs web yang lebih bersifat interaktif dan memungkinkan produsen untuk input dan menyimpan informasi lapangan. Informasi ini dapat dikombinasikan dengan cuaca dan pasar dalam memanfaatkan data secara canggih untuk menentukan model seperti kontrol hama atau strategi pupuk. VantagePoint dan mPower3, adalah dua dari situs web yang dirancang untuk membantu produsen meningkatkan produktivitas ladang.

Pembelian Supplies

Internet adalah sumber yang berharga untuk membeli perlengkapan. Misalnya simpanan hingga 30% dapat dicapai oleh pemotongan harga dari supplier dan distributor untuk produk-produk seperti bibit, pupuk, dan perlindungan tanaman bahan kimia. Produsen kecil dan independen yang tidak cukup memenuhi syarat volume ke dealer, secara bersama potongan harga pada masing-masing dapat digabungkan untuk membeli kebutuhan dengan produsen lainnya sehingga mendapatkan harga yang lebih baik.

Penjualan Produk

Pertani tradisional dalam menjual produk ke pasar, kadang-kadang harus menempuh perjalanan hingga ratusan kilometer dalam upaya untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ini sangat mahal dan memakan waktu. Sebaliknya, Internet membuka pasar global sampai ke konsumen, bahkan di daerah terpencil. Produsen memiliki akses harga produk yang lebih baik dan konsumen mendapat harga terjangkau. Selain itu dapat menjaga sapi, kambing, ayam, babi dan ternak lainnya dari infeksi hingga ke tempat pelelangan.

PENGGUNAAN INTERNET OLEH PETANI

Koneksi internet menyediakan berbagai fungsi dan manfaat kepada produsen pertanian. Namun, menurut laporan oleh National Agricultural Statistics Service Amerika Serikat, hanya sekitar setengah dari produsen pertanian memiliki akses internet. Sementara laporan statistik penggunaan internet berbeda-beda, dengan beberapa studi melaporkan penggunaan biaya operasional rendah, dan laporan lain lebih tinggi. Sekitar 8 persen dari produsen pertanian melakukan transaksi e-commerce (USDA-NASS Farm Komputer Penggunaan dan Kepemilikan 2003), di sisi lain para produsen yang membeli atau menjual on-line cenderung lebih besar. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Internet dan tujuan yang digunakan mungkin berbeda-beda menurut jenis operasionalnya. Misalnya, peternak akan lebih cenderung untuk membeli produk pertanian yang lebih bersih daripada kedelai growers. Dari produsen melakukan transaksi e-commerce, lebih dari 40 persen laporan pada pembelian tanaman, 33 persen membeli ternak dan 25 persen menjual ternak melalui Internet.

KETERBATASAN DAN KENDALA PENGGUNAAN INTERNET

Dengan banyak keuntungan penggunaan internet dalam industri pertanian, sangat mengejutkan bahwa ternyata banyak produsen pertanian tidak memanfaatkan perangkat ini untuk menjalankan bisnis mereka menjadi lebih baik. Suatu keprihatinan, apa yang mendorong keengganan dari beberapa produsen pertanian untuk memanfaatkan internet? Mudah jawabannya, yaitu keterbatasan fisik (infrastruktur dan permodalan) dan non-fisik (SDM) maupun kurangnya minat teknologi pada umumnya. Petani yang bergantung pada metode produksi tradisional berserta peralatannya (petani di Jawa lebih suka membeli sapi dibandingkan membeli traktor). Para produsen tidak menggunakan Internet untuk alasan bahwa di ladang tidak ada komputer. Penelitian di Amerika serikat menunjukkan bahwa hampir 60 persen dari petani menggunakan komputer, hanya 48-50 persen menggunakan Internet, dan hanya 8 persen membuat transaksi e-commerce.

Produsen yang menggunakan komputer namun tidak dapat terhubung ke internet karena memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk mendapatkan akses di daerah pedesaan. Saluran telepon di daerah pedesaan yang ”out of service” atau nirkabel dengan biaya ribuan dolar, sungguh akses yang tidak mudah di beberapa daerah. Faktor lain mungkin enggan untuk menggunakan Internet karena keamanan dan privasi. Websites seperti VantagePoint dan mPower3 membolehkan produsen produksi peternakan untuk menyimpan data agregat peternakan, walaupun tetap rahasia, petani mungkin khawatir bahwa secara teknis dapat diidentifikasi. Demikian juga, selalu ada kekhawatiran tentang data keuangan dan nomor kartu kredit yang ditransfer melalui internet. Terakhir, bahwa sistem distribusi tradisional dalam budaya industri pertanian sangat berakar pada layanan pribadi dan interaksi ”face to face” antara produsen dengan buyer.

SARAN KAJIAN STUDI

Perlu lebih dipahami bagaimana petani ke pasar dalam industri modern yang cepat berubah. Apakah persepsi dan sikap terhadap budaya pertanian secara keseluruhan, apa atribut yang penting bagi petani ketika membuat keputusan penjualan, apa peranan internet dapat dimaksimalkan dengan harapan perilaku dan jenis komunikasi pemasaran pertanian di masa depan?

PUSTAKA

Achenreiner, Gwen and Candice Dylhoff (2005), The Impact of Technology on Promotional Practices and Decision Making: A Look at the Agricultural Industry, The Marketing Management Journal, Volume 15, Issue 1, Pages 46 - 58

Anderson, Maren (2001), “Unfair to Small Producers,” Dollars and Sense, September/October, 9.

Hartke, Debby (2001), “Producers Still Prefer Print, Gallup Study Shows,” Agri Marketing, 39:4, 74-75.

Little, Darnell (2000), “Old MacDonald Has a Web Site,” Business Week, May 15, EB82-EB88.

Morehart, Mitch and Jeffrey Hopkins (2000), “Briefs: Technology: On the Upswing: Online Buying and Selling of Crop Inputs and Livestock,” Agricultural Outlook, September, 4.

Peterson, Thane (2000), “E-I-e-I-e-Farming,” Business Week, May 1, 202.

U.S. Department of Agriculture, National Agricultural Statistics Service (2004), Agricultural Statistics 2004, Chapter 9, Tables 9.2, 9.4, 9.39.

U.S. Department of Agriculture, National Agricultural Statistics Service (2003), Agricultural Statistics 2003, Chapter 9, Table 9.7.

U.S. Department of Agriculture, National Agricultural Statistics Service (2003), Farm Computer Usage and Ownership.

Artikel Lainnya: