Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Pengembangan Landasan Teori dan Telaah Pustaka

(kesimpulan) Di dalam suatu penelitian, keberadaan landasan teori (tinjauan pustaka atau telaah pustaka) menjadi keharusan. Penelitian dasar memiliki sebuah ciri khas yaitu kontribusinya pada ilmu (contribution to the body of knowledge). Inilah sebabnya dalam penelitian, kualitas sebuah penelitian ditentukan oleh ada tidaknya kontribusi pada pengembangan teori atau sebuah bagian dari teori dalam bidang minat yang didalami peneliti.

Proses mengembangan teori atau bagian dari teori itu sangat ditentukan oleh intensifnya penelaahan pustaka yang dilakukan. Hasil dari kerja intensif itu adalah munculnya sebuah model teoretikal dasar (Proposed Grand Theoretical Model) maupun model penelitian empiris (Empirical Research Model) yang dihasilkan dari proses penelaahan pustaka yang bermutu.

Tujuan metode penelitian, teori adalah: “a coherent set of general propositions used to explain the apparent relationships among certain observed phenomena”. Inilah sebabnya dalam penelitian, seorang peneliti ilmu akan bekerja dengan menggunakan teori dan hasil penelitian yang sudah ada untuk mengembangkan berbagai proposisi dan hipotesis, yang pada gilirannya dapat memberikan sumbangan baru pada teori.

Untuk mengembangkan teori, seorang peneliti harus mengembangkan terlebih dahulu beberapa proposisi umum yang mampu menjelaskan berbagai fenomena umum yang ada. Porposisi itu dikembangkan dari berbagai konsep atau kontruk yang relevan dalam bidang ilmu yang diminati mahasiswa atau peneliti. Telaah pustaka akan membantu peneliti untuk menghasilkan proposisi-proposisi itu.

Proposisi adalah pernyataan tentang sifat dari realita. Proposisi dapat diuji kebenarannya. Jika proposisi sudah dirumuskan sedemikian rupa dan sementara diterima untuk diuji kebenarannya, proposisi tersebut disebut hipotesis. Dalam ilmu sosial, proposisi biasanya pernyataan antara dua atau lebih konsep. Proposisi menghubungkan dua faktor yaitu faktor penyebab dari faktor lainnya. Proposisi ini jika dirumuskan untuk diuji kebenarannya menjadi hipotesis. Hipotesis adalah suatu pernyataan yang diterima secara sementara untuk diuji kebenarannya. Proposisi yang sudah mempunyai jangkauan cukup luas dan telah didukung oleh data empiric dinamakan dalil (scientific law).

Pada tingkat yang paling abstrak mungkin kita akan berbicara mengenai vegetasi. Pada tingkat yang agak lebih konkrit, vetegasi tersebut dapat diartikulasikan dalam bentuk buah-buahan. Bila buah-buahan ingin diartikulasikan pada tingkat yang lebih konkrit, kita dapat menyebut misalnya pisang. Dalam bangunan teori seorang peneliti akan merancang ”teori” yang dikembangkan dengan menggunakan derajad abstraksi tertentu hingga dapat diuji secara nyata. Untuk tujuan itu peneliti akan bekerja dalam tataran konsep karena itu harus mengembangkan dan menganalisis berbagai konsep yang relevan untuk memecahkan masalah penelitiannya.

Langkah selanjutnya adalah seorang peneliti keilmuan akan bekerja dengan konsep, “A concept (or construct) is a generalized idea about a class of objects, attributes, occurences, or process that has been given a name. A concept is a generalized idea about a class of objects; an abstraction of the basic unit for theory development”. Dengan demikian peneliti akan bekerja dengan berbagai konsep untuk menghasilkan proposisi dan hipotesis penelitian.

Seorang peneliti dasar (basic researcher) akan bekerja pada dua level abstraksi yaitu level abstrak dari konsep (di mana hubungan antar konsep disajikan dalam bentuk proposisi) serta level empirikal dari satu atau beberapa variabel (dimana hubungan antar variabel itu disajikan dalam bentuk hipotesis). Proposisi dapat digambarkan sebagai “a statement concerned with the relationship among concepts” yang menjelaskan logical linkage”, hubungan logis antar konsep-konsep tertenu yang bersifat teoretis. Teori dibangun dari beberapa proposisi sehingga dikatakan bahwa ”theories are networks of propositions”.

Dilihat dari sudut tingkat abstraknya sebuah konsep (membedakan teori dan proposisi) maka hipotesis adalah bentuk hubungan konsep yang memiliki tingkat abstraksi paling rendah atau yang paling konkrit. “A hypothesis is a proposition that is empirically testable. It is an empirical statement concerned with the relationship among variables”. Seperti dalam contoh gambar diatas proposisi abstrak yang dikembangkan yaitu bahwa “reinforcements will increase habit strength” dapat diuji secara empiris bila dikembangkan hipotesis yang berbunyi “tingkat bonus atau insentif berpengaruh terhadap jumlah kunjugan penjualan yang dilakukan seorang salesman”. Bonus dan jumlah kunjungan adalah bentuk konkrit dari konsepsi reinforcement dan habit, yang tampil sebagai variabel yang dapat diukur dan oleh karena itu menjadi lebih mudah untuk diuji.

Telaah pustaka adalah bagian dari proses penelitian yang memberikan beban mental paling berat dalam seluruh rangkaian penelitian ilmiah. Pada dasarnya telaah pustaka dibutuhkan sejak pertama kali seseorang merencanakan akan membuat sebuah penelitian. Penelitian pustaka dan telaah yang mendalam atas pustaka yang dirujuk untuk menemukan bagian mana dari ilmu dan praktek manajemen yang masih membutuhkan adanya sebuah penelitian lanjutan.

Penelitian utamanya diarahkan pada menghasilkan ”contribution to the body of knowledge” tak dapat tidak harus memulai proyek penelitiannya dari telaah pustaka untuk dapat mengungkapkan berbagai “research gap” maupun “theory gap” sebagai awal perjalanan penelitian keilmuannya. Sebuah studi pustaka yang baik akan menghasilkan dasar bagi pengembangan kerangka teoretis yang komprehensif (comprehensive theoretical framework). Untuk tujuan itu sebuah studi pustaka yang baik akan memastikan bahwa:

  1. Studi pustaka yang intensif memungkinkan masalah dan masalah penelitian dapat dirumuskan dengan tepat dan jelas (precision and clarity).

  2. Variabel-variabel penting yang diduga kuat dapat menjelaskan sebuah masalah penelitian benar-benar dapat diperhatikan dan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut.

  3. Studi pustaka dapat membantu peneliti menentukan mana variabel yang sangat penting untuk dipertimbangkan dan memberi kontribusi signifikan tanpa perlu menggali seluruh variabel yang mungkin, sehingga asas parsimoni benar-benar diterapkan. Dengan telaah pustaka yang balk berdasarkan asas parsimoni tersebut studi pustaka membantu mengembangkan hipotesis dan kerangka teoretisnya.

  4. Studi pustaka yang intensif, terarah dan terpadu akan menghindarkan peneliti dari fenomena ”reinventing the wheel” dimana peneliti membuang-buang waktu dan energi pikir untuk menemukan kembali apa yang sudah diketahui umum.

  5. Studi pustaka membantu untuk mengenali pemikiran-pemikiran para pioner dalam bidang penelitian yang sama, mendorong untuk mampu menghasilkan alternatif pendekatan yang lain atau mampu memperbaiki ketimpangan pemikiran yang sudah ada dan memperkaya ”body of knowledge” dari bidang yang diminatinya.

Langkah-langkah penting dalam telaah pustaka adalah sebagai berikut:

  1. Cari jenis literatur yang sesuai. Peneliti disarankan menggunakan literatur yang beragam tetapi yang mampu memberikan ”kontribusi baru” dalam studinya. Jurnal-jurnal ilmiah, tesis dan disertasi, scientific reading, proceeding pertemuan ilmiah bidang ilmu dapat memberikan apa yang ingin dicarinya dalam proses telaah pustaka yang dilakukannya.

  2. Cari naskah dari publikasi yang sesuai. Untuk mencari naskah yang sesuai, langkah yang dapat ditempuh adalah naskah yang sesuai dengan peminatan bidang studi. Mahasiswa manajemen pemasaran tentu saja lebih efisien dan efektif disarankan untuk mencari naskah-naskah dari jurnal seperti Strategic Marketing, Journal of Marketing, Journal of Marketing Research, Journal of Marketing Theory and Practice, atau di Indonesia ada Jurnal Sains Pemasaran Indonesia. Dari naskah-naskah ini penelurusan hasil-hasil penelitian dapat dilakukan, sehingga pada tingkat yang sangat dini, mahasiswa sudah dapat menemukan reseach gap dan theory gap yang dapat dijadikan pijakan awal penelitiannya.

  3. Cari naskah dengan variabel yang sesuai. Setelah menemukan masalah buatlah sebuah rancangan awal ”raw draft” atau draft mentah yang dapat dijadikan pijakan awal untuk berburu variabel. Draft mentah ini tidak lain adalah sebuah ”shadow theoretical framework” sebuah model bayangan yang menjadi dasar pertama untuk mencari literatur, menelaah literatur hingga akhirnya sampai pada model final yang menjadi sasaran utama yang dikembangkan. Untuk mendapatkan naskah-naskah rujukan yang baik, kenalilah dulu siapa penulis-penulis atau ilmuwan-ilmuwan utama dalam bidang yang ditulis. Kenalilah pikiran-pikiran mereka dan cobalah mengembangkan variabel-variabel model dari pemikiran mereka atau kombinasi pemikiran mereka.

  4. Buatlah ringkasan dari pemikiran ilmuwan atau peneliti yang dirujuk. Langkah efisien yang dapat disarankan dalam menelaah pustaka adalah baca dan buatlah ringkasan pemikiran yang dipublikasikan seseorang. Ambillah beberapa bahan pustaka rujukan sesuai dengan bidang minat peneliti dan buatlah ringkasannya serta tentukanlah konsep mana dari pustaka yang akan dirujuk untuk ditulis.

  5. Bahaslah atau jelaskan substansi dari konsep atau konstruk penelitian yang digunakan dalam penelitian. Jelaskan makna dari konsep yang diteliti untuk menghantar pembaca pada apa fokus atau batasan dari konstruk tersebut. Definisi tidak perlu untuk dikutip, tetapi yang lebih bentuk adalah penjelasan substansial dari definisi tersebut dan kaitannya dengan seluruh penelitian yang dilakukan.

  6. Carilah pro-kons. Temukanlah berbagai pro dan kontra terhadap issue maupun konsep yang dikembangkan untuk penelitian yang dilakukan, sehingga dari situ dapat dihasilkan sebuah pemikiran baru. Pembahasan berbagai pro ,dan kontra pendapat dan hasil penelitian akan merangsang peneliti untuk menghasilkan pemikiran baru sebagai proposisi atau hipotesis baru sebagai upaya upaya memecahkan masalah penelitiannya. Pembahasan ini dapat disajikan ringkasannya dalam sebuah tabel yang menggambarkan ”State of the art” dari penelitian yang menggunakan variabel tersebut sehingga dapat dilihat perkembangan konsep tersebut dalam suatu rentang waktu yang panjang dari berbagai peneliti yang menaruh perhatian yang sama dalam variabel tersebut.

  7. Kembangkan Proposisi dan Grand Theoretical Model. Atas dasar hasil telaah pustaka yang dilakukan, peneliti dapat mengembangkan proposisi dan dari berbagai proposisi dapatlah dirangkai menjadi sebuah Proposed Grand Theoretical Model atau Model Teoretikal Dasar Yang Diajukan, sebagai model awal dari teori yang akan dikembangkan.

  8. Kembangkan Hipotesis dan Emprical Research Model. Upaya untuk memperjelas dan membumikan proposisi dan proposed grand theoretical model yang dikembangkan, peneliti akan mengembangkan hipotesis-hipotesis penelitian dan dari rangkaian hipotesis tersebut dibentuklah sebuah pemikiran yang utuh disajikan dalam bentuk sebuah model penelitian empiris atau sebuah kerangka pemikiran teoretis.

Artikel Lainnya: