KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Rabu, 17 Juni 2009

PT Pertamina (persero) Membukukan Laba Bersih Konsolidasi 2008 Rp30,2 triliun

(kesimpulan) PT Pertamina (persero) membukukan laba bersih konsolidasi Rp30,2 triliun pada tahun 2008. Perolehan laba bersih konsolidasi tersebut naik 54,8% jika dibandingkan pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp19,51 triliun. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT.Pertamina juga ditetapkan pendapatan konsolidasi perseroan Rp554,21 triliun. Perolehan tersebut naik 44,5% jika dibandingkan pada tahun 2007 yaitu sebesar Rp383,60 triliun.

Pencapaian laba bersih Rp30,20 triliun terebut melampaui target yang ditetapkan dalam rencana kerja anggaran perusahaan (RKAP) 2008 yaitu sebesar Rp25,445 triliun. Saat ini, peringkat kesehatan PT.Pertamina pada aspek keuangan, operasional, dan administrasi tercatat 81,25% atau AA (sehat). Peringkat aspek good corporate governance juga membaik karena meningkat dari 74% pada 2007 menjadi 80% pada 2008.

Meski RUPS telah menyetujui laporan keuangan perseroan, namun belum merinci secara pasti nilai dividen yang akan disetorkan Pertamina kepada negara. Belum adanya keputusan tersebut karena masih menunggu hasil audit. Namun PT.Pertamina mengusulkan nilai yang sama seperti tahun pada tahun 2007, yaitu 45% dari laba bersih. Demikian pula, nilai dividen interim yang akan dibagikan belum dapat dirinci (Sumber: Media Indonesia, ”Laba Bersih Konsolidasi Pertamina Rp.30,2 Triliun”, Selasa 16 Juni 2009).

Investasi Pertamina pada tahun 2008 mencapai Rp12,99 triliun, naik dua kali lipat dibandingkan pada tahun 2007, yaitu Rp6,96 Triliun. Di bidang Hulu, Pertamina melaporkan produksi minyak mentah sebesar 54,4 juta barel, meningkat sebanyak 2,1 juta barrel dari tahun 2007. Pendapatan di sektor hulu di tahun 2008 meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu menjadi 20 triliun, dari sebelumnya 17,7 triliun.

Pada tahun 2008 melakukan berbagai pengembangan bisnis yang strategis. Tanggal 31 Juli 2008, Pertamina mengakuisisi saham Medco di JOB-PSC Blok Tuban, Tuban Block merupakan area produksi minyak terbesar di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur di mana beberapa produksinya berasal dari producer lain daerah sekitarnya dengan menggunakan fasilitas produksi yang dikelola oleh JOB P-PEJ dengan konsep cost sharing.

Pertamina melalui anak perusahaannya, PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Energi, menandatangani sejumlah perjanjian jual beli gas. Penjualan gas tersebut diantaranya merupakan pasokan untuk industri-industri strategis seperti: kebutuhan bahan bakar PLN (31 MMSCFD) dan industri di Medan melalui PGN (12 MMSCFD), pasokan dari Sumbagsel untuk memenuhi kebutuhan PGN (250 MMSCFD) yang dibawa ke Jawa Barat dan Pusri (170 MMSCFD), sisanya untuk pembangkit listrik, kilang BBM Plaju, dan industri di Palembang dan sekitarnya, di Jawa Barat sebesar 400 MMSCFD untuk Krakatau Steel, PGN (termasuk gas kota), Pupuk Kujang, pembangkit listrik serta industri lain, di Jawa Tengah PEP memasok gas untuk industri di Semarang dan sekitar Pantura. Selain itu, PEP memasok gas ke PLTGU Tanjung Batu Kaltim dari sumber gas TAC Semco sebesar 20 MMSCFD dan untuk ownuse VICO sebesar 5-10 MMSCFD.

Mulai Agustus 2009 akan ada tambahan pasokan gas dari TAC Glagah Kambuna sebanyak 15-40 MMSCFD, 70% untuk PLN dan 30% industri tahun 2011 akan ada tambahan pasokan sebesar 50 MMSCFD dari lapangan Gundih untuk PLTGU Tambak Lorok. Saat ini PT Pertamina EP sedang mengembangkan lapangan gas Matindok di Sulawesi Tengah. Gas yang dihasilkan akan dijual ke DSLNG untuk LNG (85 MMSCFD) dan pembangkit listrik Banggai (5 MMSCFD).

Di bidang Pengolahan, Pertamina melaporkan peningkatan produksi 10 produk BBM meningkat dari tahun sebelumnya 216,59 MMBBL menjadi sebesar 244,6 MMBBL. Upaya peningkatan profitability kilang terus dilakukan, termasuk di dalamnya program-program optimalisasi operasi kilang, upgrade kilang, dan optimalisasi supply chain distribusi minyak. Optimasi dan efisiensi produksi menghasilkan nilai tambah sebesar US $161,2 juta sampai dengan Desember 2008.

Di bidang Pemasaran dan Niaga, Pertamina melaporkan pencapaian pendapatan 112% dari target RKAP 2008, yaitu Rp512,9 triliun, atau mencapai 146% dari pendapatan tahun sebelumnya. Hasil-hasil nyata lain yang telah dicapai hingga akhir 2008 mendapatkan sertifikat PASTI PAS telah mencapai angka 1.377 unit jauh di atas target yang ditetapkan, yaitu 1.000 SPBU.

Realisasi biaya pemasaran dan distribusi turun 4% Rp6,29 triliun (restatement un-audited tahun 2007) menjadi Rp6,04 triliun pada tahun 2008. Telah dilaksanakan juga upaya penghematan melalui program BTP Achieving Lowest Cost Possible (ALCP). Jumlah depot kritis pada tiga bulan terakhir tahun 2008 adalah 0 (nol).

Distribusi paket perdana konversi minyak tanah ke LPG ke lebih dari 19 juta warga (3,98 juta tabung tahun 2007 dan 15 juta tabung tahun 2008), dan penghematan subsidi pemerintah sebesar Rp5,25 trilyun dalam program konversi LPG.

Di bidang Umum dan SDM, Pertamina melakukan upaya peningkatan budaya korporat yang berorientasi kepada 6 nilai-nilai pokok: Clean, Competitive, Confident, Customer-focus, Commercial, dan Capable. Sejak dimulainya transformasi, dukungan pekerja terhadap transformasi meningkat dari 47% (tahun 2006) menjadi 76% (tahun 2008). Jumlah SDM mendekati optimum dari 18.73.8 (tahun 2006) menjadi 15.868 (tahun 2008). Selain itu, untuk memastikan jalannya perusahaan sesuai dengan GCG (Good Corporate Governance), tahun 2008 telah diluncurkan program Pertamina Clean dan Whistle Blower System. (Sumber: Kompas, ”Pertamina Berhasil Tingkatkan Laba 54% Menjadi Rp30,2 Triliun Rupiah”, Rabu 17 Juni 2009).


Artikel Lainnya:

Jurnal Sains