Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.03/2009 Atur PPnBM Rumah Jadi 350 meter persegi

(kesimpulan) Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM bagi hunian mahal diperluas karena kini luas rumah yang dikenai PPnBM diturunkan dari 400 meter persegi menjadi 350 meter persegi. Perluasan cakupan PPnBM rumah mewah tersebut ditetapkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.03/2009 tentang Perubahan Ketiga atas Permenkeu No.620/PMK.03/2004 tentang Jenis Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Selain Kendaraan Bermotor yang Dikenakan PPnBM. Aturan ini mulai berlaku 10 Juni 2009.

Berdasarkan PMK No.103, jenis hunian mewah dimaksud adalah rumah dan town house dari jenis non-strata title. Adapun untuk jenis apartemen, kondominium, town house dari strata title tidak ada perubahan batasan, yakni tetap dengan luas bangunan mulai dari 150 meter persegi.

Direktur Kepatuhan, Potensi, dan Penerimaan Ditjen Pajak, Sumihar Petrus Tambunan mengatakan bahwa aturan baru diterapkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak. Selama ini wajib pajak cenderung memperkecil luas rumahnya dari 400 meter persegi menjadi 350-360 meter persegi saat melaporkan surat pemberitahuan (SPT) agar bisa menghindari pengenaan PPnBM. Penurunkan luas rumah yang terkena PPnBM hanya menghitung luas bangunan rumahnya, tidak termasuk halaman rumah atau luas tanahnya. Ini juga hanya dikenai satu kali saat terjadi jual beli.

Perumahan aturan tersebut diharapkan tidak akan meredam perkembangan industri properti secara keseluruhan karena pengembang perumahan yang menjual rumah dengan luas di atas 350 meter persegi masih sedikit. Dengan adanya aturan pajak tersebut, pengembang digiring untuk lebih mengembangkan rumah-rumah berukuran kecil yang memang dibutuhkan lebih banyak masyarakat. Pengembang saat ini umumnya membangun rumah dengan luas bangunan di bawah 200 meter persegi.

Saat ini tarif PPnBM yang ditetapkan pemerintah berada pada kisaran 10-75 persen atas nilai jual barang. Khusus untuk hunian yang dikategorikan sebagai rumah mewah dikenai PPnBM 20 persen. Pelaku usaha properti, Enggartiasto Lukita, mengatakan perubahan aturan baru memberikan kepastian yang signifikan pada pembayaran PPnBM, karena sebelumnya PPnBM diperhitungkan melalui dua tolok ukur, yakni luas bangunan dan harga jual bangunan. Sedangkan harga jual bangunan sangat sulit dijadikan patokan karena sangat fluktuatif. Pada saat harga bahan bahan bangunan sedang meningkat tajam, seperti besi baja dan semen, harga jual rumah juga akan semakin tinggi. Aturan baru dianggap terobosan positif. (Kompas, “Pajak Rumah Mewah”, Rabu 1 Juli 2009)

Artikel Lainnya: