Langsung ke konten utama

Buron Terorisme Mohamad Syahrir Teknisi Boeing 737 Series Garuda dan Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Buron kasus terorisme, Mohamad Syahrir, pernah mengikuti pelatihan militer. Oleh karena itu, Syahrir mengerti dan mampu menggunakan senjata api dan bom. Mantan teknisi pesawat terbang Garuda Indonesia itu memiliki peringkat teknisi pesawat Boeing 737 Series. Sebagian pesawat yang termasuk dalam peringkat tersebut adalah pesawat yang digunakan untuk perjalanan dinas presiden di dalam negeri. Syahrir adalah satu dari empat buron terorisme yang diduga terlibat pengeboman Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton pada 17 Juli 1009. Syahrir adalah kakak Syaifudin Zuhri, yang juga buron.

Vice President Corporate Secretary PT Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, Syahrir sudah berhenti bekerja di Garuda pada tahun 2004. Jadi Garuda sudah tidak tahu-menahu lagi dengan yang bersangkutan. Budi, mantan Ketua RT 06 RW 16 Kampung Melayu Timur, Teluk Naga, Tangerang, dan Ketua RW 16 Suparman, Kamis 20 agustus 2009, yang juga penerbang, mengatakan bahwa karena dulu Garuda Indonesia belum memiliki fasilitas pendidikan dan latihan (diklat) sendiri, teknisi pesawat Garuda Indonesia dilatih di TNI Angkatan Laut, Surabaya, Jawa Timur. Pendidikan berlangsung selama 18 bulan. Tiga bulan di antaranya adalah latihan dasar kemiliteran.

Selama latihan dasar kemiliteran, para peserta diklat berlatih fisik menyusuri gorong-gorong, pagar kawat duri, dan melintasi perangkat halang rintang lainnya. Mereka juga dilatih belajar bertahan (survival). Para teknisi juga belajar menembak. Seluruh peserta diperkenalkan bermacam senjata, termasuk bom, cara menggunakan dan menghindari senjata-senjata tersebut. Latihan dasar itu meliputi kemahiran menembak, bongkar-pasang senjata, demolisi (peledakan), dan kemampuan dasar militer lain.

Kala itu kalangan karyawan kelas menengah di Garuda Indonesia juga disiapkan menjadi tenaga cadangan untuk kepentingan militer. karena itu, mereka mendapat latihan dasar militer. Tugas Syahrir di Garuda pada saat itu adalah menganalisis mesin pesawat-pesawat terbang Garuda. Yang turun ke bawah memeriksa pesawat dan membongkar mesin pesawat adalah anak buahnya. Dia menganalisis temuan anak buahnya. Menyiapkan langkah perbaikan, lalu menguji hasilnya. Dia bisa dibilang orang yang paling bertanggung jawab terhadap keselamatan terbang pesawat-pesawat Boeing 737 Series.

Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, mengatakan, Pusat Pelatihan Dasar Militer di Bandara Juanda itu hanya memberikan pelatihan yang benar-benar dasar. Seperti baris-berbaris, penghormatan. Juga pengenalan urusan militer, seperti penghormatan bendera. Juga peraturan di luar markas berikut pengenalan jenis pakaian. Memang ada juga bagian pengenalan senjata panjang. Bagaimana untuk bongkar-pasang hingga menembak yang baik.

Aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Syahrir juga pernah menjadi aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat masih bernama Partai Keadilan (PK). Ketua Umum PKS Tifatul Sembiring mengonfirmasi hal itu. Syahrir memang pernah menjadi aktivis PK, tetapi bukan pengurus PK. Syahrir sering menggunakan rumahnya sebagai tempat berkumpul kader-kader PK. Pada kisaran tahun 1999 warga sekitar mengenal Syahrir sebagai aktivis PK. Tahun itu kader PK masih sedikit sehingga semua orang yang berminat menjadi aktivis partai terima. Kebetulan Syahrir ini orang yang sangat bersemangat membangkitkan kegiatan PK di Teluk Naga (Kompas, Syahrir Pernah Berlatih Militer, Jumat 21 Agustus 2009)



bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.