Densus 88 Sita CPU Situs Ar-rahmah.com Media Jihad Milik Muhamad Jibril alias Prince of Jihad

Tinuku

(kesimpulan) Situs berita Ar-Rahmah Media (ar-rahmah.com) terpaksa tutup. Itu terjadi karena empat CPU (central processing unit) komputernya disita Densus 88 Selasa malam 25 Agustus 2009. Polisi menggeledah kantor Ar-Rahmah Media yang berada di Jalan Pisok, Blok EB X No 45 A, Sektor V, Bintaro, untuk mencari dokumen terkait pendanaan terorisme yang disangkakan kepada Muhamad Jibril. Penggeledahan terjadi di semua ruang kantor Ar-Rahmah. Terdapat empat kamar yang dibongkar. Dua kamar merupakan ruang kerja dan dua kamar lain tempat tinggal M. Jibril yang online dengan nama sandi "Prince of Jihad" itu.

Staf Marketing Ar-Rahmah, Hendra Setiadi, mengungkapkan bahwa penggeledahan itu terjadi saat kegiatan up-load berita berlangsung. Saat itu hanya ada tiga karyawan. Salah seorang di antara mereka adalah Pemimpin Redaksi Ar-Rahmah Media Mohammad Fachri. Karyawan yang lain sudah pulang. Empat CPU dibawa petugas. Kegiatan Ar-Rahmah Media memang tak hanya menyampaikan syiar Islam. Sejumlah kegiatan yang terkait pengembangan dakwah juga dilakukan. Situs Ar-Rahmah setiap hari update dengan perkembangan terbaru jihad di dunia. Mereka bahkan mengupload video penyembelihan seorang warga Iraq. Selain itu, informasi perkembangan gerilyawan As Sahab Al Mujahidin di Somalia juga dikabarkan tiap jam.

Prince of Jihad alias M. Jibril juga baru raja melakukan wawancara eksklusif dengan seorang bernama Muhammad Al Mujahid yang menjadi salah seorang komandan jihad Taliban, Pakistan, di Lembah Swat:

"Di Lembah Swat seluruh mujahidin yang syahid ada 200 dan tentara (murtadin) yang terbunuh 1.200 dengan pimpinan mereka yang terbunuh berjumlah 65, Alhamdulillah. Jumlah seluruh mujahidin dari seluruh kelompok yang berada di Swat adalah 1.500. Jadi, jika total dari kami yang terbunuh (seperti yang dikatakan tentara murtadin) berjumlah 7.000, itu adalah bohong besar," ujar Muhammad Al Mujahid kepada M. Jibril.

Pada Rabu, 26 Maret 2008, M. Jibril juga diketahui pernah mewawancarai Imam Samudra sebelum aktor bom Bali 1 itu tewas di tangan regu tembak. Saat itu M. Jibril datang sebagai pimpinan majalah Jihad Magz yang didirikannya dengan dana ayahnya (Jawa Pos, Densus Sita CPU Ar-Rahmah Tutup, Kamis 27 Agustus 2009)


Tinuku Store