Langsung ke konten utama

Deoxyribonucleic acid atau DNA dapat Direkayasa dan Dipalsukan

loading...
bisnis online

+ DNA dalam darah bisa dihapus dan memasukkan materi genetik orang
+ Pelaku kriminal bisa merekayasa DNA korban untuk menghapus jejak kejahatan
+ Rekayasa unsur di dalam DNA dikhawatirkan memunculkan modus kriminal gaya baru
+ DNA asli dapat dibuktikan dari helai rambut dengan menggandakannya beberapa kali

(kesimpulan) Deoxyribonucleic acid atau lebih dikenal dengan DNA masih menjadi bukti paling valid untuk merunut jejak identitas seseorang. Tapi, bagaimana jika DNA ternyata bisa dipalsukan? Laporan Penelitian terakhir oleh para ilmuwan di Israel menyebutkan bahwa unsur di dalam DNA bisa direkayasa dan dikhawatirkan memunculkan modus kriminal gaya baru.

Dalam beberapa eksperimen yang dilakukan ilmuwan Israel, mereka berhasil menghapus jejak DNA dari sampel darah. Kemudian, setelah terhapus, para ahli memasukkan materi genetik orang ke dalam contoh darah tersebut. Hasilnya, eksperimen tersebut bisa mengecoh ahli forensik yang biasa menggunakan bukti sidik jari DNA untuk pengadilan Amerika Serikat.

Temuan itu memunculkan kekhawatiran akan nasib teknik pembuktian terakhir yang sudah mendasari penjatuhan vonis ribuan kasus di dunia tersebut. Hal itu juga menunjukkan bahwa secara teori, para pelaku kriminal bisa merekayasa DNA korbannya untuk menghapus jejak kejahatan.

Dr Dan Frumkin yang memimpin penelitian tersebut, mengatakan bahwa seseorang bisa memanipulasi darah, air liur, atau jaringan lainnya, siapa pun bisa merancang sebuah skenario kejahatan. Frumkin mengatakan, "Anda memegang kendali penuh pada situasi ini. Bahkan, semua mahasiswa jurusan biologi yang belum lulus pun bisa melakukannya".

Namun, Frumkin mengatakan, sejumlah koleganya bisa membedakan DNA asli dan yang palsu dengan dua teknik. Pertama, menyarikan contoh darah dari materi genetik yang berasal dari helai rambut. Lantas, menggandakannya beberapa kali. Kemudian, memasukkan DNA tersebut ke dalam sel darah yang sudah dibersihkan dari berbagai petunjuk genetik dan dibandingkan dengan pemilik aslinya.

Para peneliti yakin bahwa teknologi tersebut akhirnya akan digunakan oleh pelaku kriminal. Itu sama seperti pencurian data identitas kartu kredit yang sekarang sedang marak. Saat ini, bukti DNA menjadi kunci pembuktian berbagai kasus kriminal, seperti pencurian, pemerkosaan, hingga pembunuhan. Kenyataan bahwa bukti DNA bisa dipalsukan dapat berakibat diabaikannya teknik-pembuktian ini.

DNA dengan segala kandungan genetiknya bisa dengan mudah dikembangkan. Yaitu, melalui teknik biologi, diintegrasikan ke dalam jaringan tubuh manusia atau digunakan pada objek sederhana, dan dipakai pada sebuah skenario kejahatan. Sejumlah ahli dari Inggris Raya menyatakan, pelaku kejahatan akan terus mempelajari sedalam apa pun ilmu pengetahuan itu berkembang.

Namun, Dr Gill Tully dari Forensic Science Service tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi tersebut. Tully mentakana, "Anda memerlukan lab khusus molekul biologi yang lengkap, peralatan canggih ribuan pound sterling, dan ahli biologi molekuler yang kompeten. Dan, mayoritas orang yang berpotensi melakukan tindakan kriminal tidak akan mempunyai akses terhadap hal-hal itu. Jadi, dampaknya tetap sangat sulit memalsukan bukti DNA." (Jawa Pos, Awas DNA Dapat Dipalsukan, Kamis 20 agustus 2009)




bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.