Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Kemoterapi Untuk Penyakit Kanker

(kesimpulan) Bagi para penderita penyakit kanker, meski memiliki keinginan kuat untuk sembuh, namun sering kali diliputi rasa takut menghadapi ancaman kematian dan rasa sakit saat menjalani kemoterapi. Begitu dinyatakan menderita kanker, maka diibaratkan sudah menginjak kematian. Agar sel kanker tidak menyebar, harus menjalani serangkaian kemoterapi. Pertama kali kemoterapi penderita kanker sering mengeluh meriang dan tubuh serasa dicacah-cacah. Efek samping karena kemoterapi sering dialami para penderita kanker, antara lain, tangan dan kaki hitam, mengelupas, diare, dan mual-muntah.

9 Juta Orang Akan Meninggal Karena Kanker Pada Tahun 2015

Ancaman kematian dan penurunan kualitas hidup membayangi jutaan penderita kanker. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, tahun 2005 sekitar 7,6 juta orang meninggal akibat kanker. Ini berarti 13 persen dari total jumlah kematian di dunia. Diperkirakan, 9 juta orang akan meninggal karena kanker pada tahun 2015. Selama ini kematian akibat kanker lebih banyak dari jumlah kematian karena tuberkulosis, HIV, dan malaria. dr Noorwati Sutandyo dari Divisi Hematologi-Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Kanker Dharmais, mengatakan bahwa lebih dari 70 persen kematian akibat kanker terjadi di negara berpenghasilan rendah atau menengah.

Semua orang bisa terserang kanker, lebih-lebih usia di atas 40 tahun. Data 10 kanker terbanyak di RS Kanker Dharmais tahun 2007 adalah, dari 1.348 jumlah kasus, 32,4 persen di antaranya kanker payudara dan 18,8 persen kanker serviks. Beberapa faktor penyebab kanker adalah genetik, diet, kegemukan, rokok, paparan bahan kimia, hormon, radiasi dan sinar ultraviolet, virus, serta sistem imunitas.

Kemoterapi

Ada beberapa cara pemberian kemoterapi. Jika berfungsi membunuh sel kanker secara sistemik, obat diberikan melalui injeksi dan oral. Kemoterapi yang regional berfokus pada organ yang terkena kanker diberikan bersama dengan obat. Terapi ini bisa berperan kuratif atau menyembuhkan. Kemoterapi dapat jadi pengendali kanker dengan mencegah penyebaran, memperlambat perkembangan, membunuh sel kanker yang menyebar, dan mengurangi ukuran tumor. Fungsi lain adalah paliatif atau mengurangi gejala kanker, terutama nyeri.

Beberapa jenis kemoterapi, antara lain, kemoterapi primer, kemoterapi adjuvan atau tambahan, diberikan setelah operasi atau radiasi untuk membunuh sel kanker, dan kemoterapi neoadjuvan yang diberikan sebelum operasi atau radiasi untuk mengecilkan ukuran tumor. Kemoterapi dapat diberikan sebagai terapi tunggal atau kombinasi dengan terapi lain, seperti pembedahan, radioterapi, dan terapi biologik. Terapi ini bisa mengendalikan kanker cukup lama, seperti penderita kanker ovarium, limfoma non-Hodgkin, kanker darah kronis yang merusak tulang (multiple myeloma), dan kanker endometrium.

Selain itu, kemoterapi bermanfaat untuk paliatif atau dapat mengurangi gejala pada kanker nasofaring, kanker prostat, kanker endometrium, kanker le-her dan kepala, serta kanker paru stadium lanjut. Manfaat kemoterapi juga tergantung jenis kanker. Dengan kemoterapi, obat tidak hanya membunuh sel kanker, tetapi sel normal yang membelah cepat seperti sel kanker, yaitu sel saluran cerna, sel kulit, sel rambut, dan sel sperma. Efek samping bersifat sementara. Beberapa efek samping lain adalah rambut rontok, sariawan, fibrosis paru, mual-muntah, diare, nyeri otot toksik ke jantung, reaksi lokal, bahkan bisa gagal ginjal, dan menekan produksi darah.

Untuk penderita dianjurkan makan dan minum sedikit tetapi sering; minum tiap muntah; serta hindari makanan berbau, berminyak, berlemak, pedas, terlalu manis, panas, dan beraroma sitrus. Penderita dianjurkan mengonsumsi makanan dingin dan kering, minum teh beraroma jahe, akupunktur, relaksasi otot, terapi musik, memakai pakaian longgar, dan berbaring seusai makan. Menimbang besarnya manfaat kemoterapi, efek samping yang muncul karena terapi ini diharapkan tidak mematahkan semangat para pasien untuk berjuang melawan kanker. Apalagi, sebagian besar efek samping bersifat sementara dan bisa diatasi dengan berbagai cara.

Bentuk-Bentuk Kemoterapi Untuk Kanker

Ada beberapa cara pengobatan kanker, yaitu melalui pembedahan, radioterapi atau penggunaan sinar radiasi, dan kemoterapi. Pengobatan secara kemoterapi adalah proses pengobatan dengan menggunakan obat-obatan yang bertujuan untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Cara Pengobatan (Evy Rachmawati, Efek Samping Kemoterapi, Kompas, Kamis 23 Juli 2009):

  1. Infus

  2. Suntikan langsung (otot, di bawah kulit, rongga tubuh)

  3. Diminum: tablet dan kapsul

Manfaat Kemoterapi
  1. Pengobatan: beberapa jenis kanker dapat disembuhkan dengan cara ini

  2. Kontrol: menghambat perkembangan kanker agar tidak menyebar ke jaringan lainnya

  3. Mengurangi gejala: mengurangi gejala yang timbul, meringankan rasa sakit, memperkecil ukuran kanker di daerah yang diserang.

Efek Samping Kemoterapi
  1. Lemas

  2. Mual dan muntah: ada beberapa obat kemoterapi yang dapat membuat mual dan muntah.

  3. Gangguan pencernaan: mengalami diare, sembelit, susah BAB

  4. Sariawan

  5. Rambut rontok: kerontokan bersifat sementara

  6. Otot dan saraf: beberapa jenis obat menyebabkan kesemutan dan mati rasa pada jari tangan dan kaki.

  7. Efek pada darah: beberapa jenis obat mempengaruhi kerja sumsum tulang belakang yang memproduksi sel darah sehingga jumlah sel darah menurun. Penurunan sel darah terjadi pada setiap kemoterapi.

  8. Kulit menjadi kering dan berubah warna: lebih sensitif terhadap matahari.

  9. Kuku tumbuh lebih lambat


Artikel Lainnya: