Langsung ke konten utama

Misteri Lenyapnya Kapal Kargo Rusia Arctic Sea

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Misteri menyelimuti hilangnya kapal kargo Rusia di Samudera Atlantik. Peristiwa tersebut dikhawatirkan menjadi tragedi pembajakan pertama di perairan Eropa dalam satu abad terakhir. Operator kapal Kamis 13 Agustus 2009 waktu setempat menduga kapal Arctic Sea itu raib karena dibajak, meski sejarah mencatat para lanun Barbar yang biasa beroperasi di perairan Eropa telah musnah sejak abad ke-19. Kremlin telah menginstruksi beberapa kapal perang Rusia agar bergabung dengan tim pencari kapal berbobot 4.000 ton dengan panjang 98 meter atau setara dengan panjang lapangan sepak bola tersebut.

Hilangnya kapal yang bertolak dari Finlandia dua pekan sebelumnya itu sangat mengherankan otoritas laut lintas Eropa maupun Afrika Utara. Juga, memunculkan pertanyaan besar di kalangan kepolisian Finlandia, penyidik Swedia, Interpol, Serta Angkatan Laut Rusia. Sejumlah spekulasi muncul. Misalnya, modus baru penyelundupan senjata nuklir. Atau, perselisihan antarmafia dengan menjadikan kru kapal sebagai objek. Bahkan, ada dugaan itu merupakan modus lama pengelola kapal untuk mendapatkan klaim asuransi.

Meski demikian, semua ahli kompak menepis bahwa pembajak Somalia berada di belakang tragedi hilangnya kapal tersebut. Kapal yang membawa muatan kargo senilai USD 2 juta (sekitar Rp.20 miliar) tersebut dijadwalkan tiba di Pelabuhan Bejaia, Aljazair, 4 Agustus. Namun, ternyata tak kunjung sampai ke tujuan. Anehnya, kapal tersebut justru hilang di perairan tenang Samudera Atlantik. Kabar tersebut semakin simpang siur karena adanya laporan bahwa kapal itu digerebek sekelompok pria bertutup kepala yang menyebut dirinya "polisi antinarkoba Swedia".

Kapten kapal berbendera Malta itu menyatakan, krunya diikat selama 12 jam, tapi kemudian dibebaskan lagi. Sekelompok orang tersebut menggunakan speed boat karet. Namun, otoritas Swedia belum bisa mengonfirmasi laporan itu dan mengaku bingung atas kejadian tersebut. Viktor Matveyev, managing director Solchart, perusahaan yang menaungi kapal tersebut, mengungkapkan kepada kantor berita Rusia, RIA-Novosti, bahwa pihaknya belum mendapat informasi mengenai posisi kapal itu. Dalam situasi seperti ini, semua mungkin terjadi. Tapi, tetap sulit dipercaya kalau pembajakan terjadi di perairan Swedia.

Polisi Finlandia menyelidiki kemungkinan kapal tersebut tak hanya memuat kayu dari Finlandia. Pers Rusia melaporkan bahwa kapal itu menghabiskan waktu dua minggu di pelabuhan Baltic Rusia di Kaliningrad, Juli 2009. Pelabuhan tersebut dikenal sebagai surga para penyelundup. Dugaan modus muatan ilegal atau secret cargo itu juga didukung pendapat wartawan senior Rusia spesialis peliputan laut, Natalya Gracheva. Kepada jaringan Russia Today, dia mengungkapkan, modus kejahatan itu adalah mengisi kargo dengan muatan lain untuk kemudian dijual (Jawa Pos, Kapal Kargo Raib di Perairan Eropa, Sabtu 15 Agustus 2009)


bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.