Skip to main content

Nasionalisme dari Tempat Sampah

loading...
Tinuku

(kesimpulan) Meski dikepung bau sampah yang menyumbat indera penciuman. Serbuan ratusan lalat yang menempel di kulit serta terik matahari yang menyengat tubuh. Tidak lantas menyurutkan niat puluhan penarik sampah se-Kelurahan Kadipiro untuk mengikuti upacara peringatan HUT Ke-64.

Tiang bendera dari bambu didirikan di tengah-tengah area tempat penampungan sampah sementara, yang secara khusus dirapikan demi terlaksananya perhelatan agung tersebut. Petugas penarik sampah yang tergabung dalam Paguyuban Penarik Sampah Kadipiro Berseri tetap antusias mengikuti upacara bendera di tempat pembuangan sampah (TPS) Bonoloyo Kadipiro, Solo, Senin pagi 17 Agustus 2009.

Upacara pengibaran bendera ala penarik sampah di Kadipiro ini dirancang seperti upacara resmi kenegaraan. Ada pengibaran bendera yang diiringi lagu Indonesia Raya, Pembacaan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga mengheningkan cipta.

Pasukan "kuning" yang biasanya menarik gerobak sampah keluar masuk kampung di kelurahan paling utara Kota Solo, nampak tegap dan gagah mengikuti upacara bendera. Tidak terlihat perasaan canggung atau kikuk, kendati mereka sudah berpuluh-puluh tahun tidak pernah ikut upacara bendera. Tetapi polah kocak dan lucu dari petugas kebersihan ini sesekali muncul dan membuat gelak tawa penonton. Acara yang digagas Mayor Haristanto, presiden Republik Aeng-aeng itu juga melibatkan penggiat sepeda onthel lawas Solo (Solo).

Kesan lucu dan unik coba diperlihatkan sang konseptor. Lokasi upacara di TPS, peserta upacara yang terdiri atas petugas kebersihan. Gerobak sampah yang dihiasi bendera merah putih serta sapu lidi, cikrak (serok sampah), keranjang sampah juga diikutkan untuk membuat suasana berbalut sampah.

Bahkan, empat ekor kambing milik warga sekitar dibiarkan berkeliaran saat upacara dilangsungkan. Suasana eksentrik inilah yang membuat pengunjung tertarik, meski saat mendekat harus menutup hidung karena bau sampah yang menyengat. Peziarah yang akan nyekar ke makam itu pun dipaksa menyempatkan diri melihat "keanehan" di hari libur itu.

Di tengah-tengah acara inti yang khidmat, tiba-tiba terdengar suara cekikian tawa peserta upacara dan warga. Penyebabnya adalah tatkala seorang pengibar bendera berbaris dengan mengayunkan tangan dan langkah kakinya bersamaan saat mengibarkan bendera. Sementara, orang yang disindir tidak menyadarinya.

"Tolong pak, diulang lagi barisnya, masak jalan seperti bagong," ledek Warsidi, ketua paguyuban sekaligus pembina upacara yang kontan disambut tawa lebar penonton. Akhirnya pengibaran bendera diulangi lagi dan hal ini terjadi hingga empat kali. "Untung upacara resmi belum dimulai, jadi tolong diulang lagi," lanjut Warsidi. Sementara itu, Mayor nampak hanya mengelus dada melihat kelucuan itu.

"Insiden" yang membuat gelak tawa terjadi saat kambing-kambing yang semula asyik makan sampak organik, nyelonong masuk ke dalam lingkaran di dekat tiang bendera. Selain itu, tawa kecut para peserta upacara terjadi saat ada "insiden" kedua. Ketika pembawa acara yang sedang asyik membacakan susunan acara harus "kehilangan suara" karena aliran PLN padam.

Namun, secara keseluruhan, acara ini memberi kesan bagi para penarik sampah yang hampir seumur hidupnya tidak pernah ikut upacara. "Kalau yang dulu pernah sekolah, ikut upacaranya ya dulu saat sekolah, wong tadi menyanyikan lagu Indonesia Raya saja hampir lupa...," ungkap warsidi.

Seusai upacara, mereka beristirahat sebentar sambil berfoto bersama komunitas Sepeda Onthel Lawas Solo, lalu melanjutkan kerjanya mengumpulkan sampah dan membawa ke tempat sampah. Warsidi menyatakan bahwa penarik sampah juga memiliki nasionalisme tinggi. Mayor berharap acara ini bisa menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan bagi bapak-bapak penarik sampah.






Suara Merdeka, Pengibar Bendera Berbaris Mbagongi, Selasa 18 Agustus 2009.
Kompas, Indonesia Raya yang Hampir Lupa, Edisi Jawa Tengah 18 Agustus 2009.
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.