Langsung ke konten utama

Pembukaan Hutan Tanaman Industri di Jambi Ancam Populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii)

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Pembukaan hutan tanaman industri di Jambi bakal mengancam populasi orangutan Sumatera (Pongo abelii). Pemimpin program Frankfurt Zoological Society, Peter Pratje, mengatakan pembukaan hutan, seluas lebih dari 30 ribu hektare itu akan menghilangkan seluruh potensi sumber daya alam yang ada. Akibatnya, rencana melestarikan kembali orangutan Sumatera bakal sia-sia.

Bekas hutan produksi milik PT Dalek Hutani Esa di Dusun Semarantihan, Desa SuoSuo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi, tersebut rencananya dijadikan hutan tanaman industri. Padahal area ini merupakan salah satu habitat orangutan Sumatera. Menurut Peter, sekitar 108 orangutan yang dilepas di Taman Nasional Bukit Tigapuluh memilih tinggal di wilayah bekas hutan produksi. Selain tidak begitu curam, di sana tersedia buah-buahan yang merupakan sumber makanan orangutan. Manajer Stasiun Reintroduksi Orangutan Sumatera Julius Paolo Siregar mengatakan orangutan Sumatera termasuk satwa yang terancam punah. Jumlahnya saat ini 6.000-7.000 ekor saja.

Bukan hanya terhadap orangutan, pemerintah daerah juga dinilai tak serius menjaga sejumlah satwa langka lainnya. Sebelumnya, Sela, harimau Sumatera, dibunuh dan dikuliti di kandangnya di Kebun Binatang Taman Rimbo, Jambi. Komunitas Konservasi Indonesia Warung Informasi Rakhmat Hidayat mendesak Gubernur Jambi mengevaluasi sistem pengelolaan di Taman Rimbo. Kebun binatang itu dinilai sudah tidak layak lagi dijadikan tempat hidup satwa (Koran Tempo, Orangutan Jambi Terancam, Rabu 26 Agustus 2009)


bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.