Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Operator Bus Antarkota Antarprovinsi Siapkan 6.066 Armada Layani Pemudik

Tinuku

(kesimpulan) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para operator bus antarkota antarprovinsi menyiapkan sedikitnya 6.066 bus untuk melayani para pemudik dari Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta juga mempersiapkan pemeriksaan kondisi bus dan sopir di terminal. Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendah Sunugroho, Sabtu 15 Agustus 2009 di Jakarta Pusat, mengatakan, jumlah pemudik yang akan meninggalkan Jakarta pada Lebaran 2009 diperkirakan mencapai tiga juta orang, atau naik sekitar 10 persen dibandingkan pada arus mudik 2008, yang sekitar 2,8 juta orang.

Sekitar 20 persen pemudik diperkirakan akan menggunakan bus sebagai sarana angkutan untuk pulang ke kampung halaman. Kecenderungan pemudik menggunakan bus meningkat. Pada 2008 pemudik dengan bus naik 14,01 persen, dari 445.161 orang pada 2007 menjadi 507.530 orang. Kenaikan jumlah pemudik dengan bus disebabkan lamanya perjalanan dengan kapal laut dan terbatasnya jumlah tiket kereta api. Pada Lebaran 2009 pemudik yang menggunakan bus diperkirakan tetap banyak sehingga jumlah bus yang disediakan masih sama dengan tahun 2008 dan mungkin akan bertambah lagi. Dishub dan para operator bus sedang menghitung tambahan armada yang diperlukan pada tahun 2009.

Bus-bus yang disediakan terdiri atas 5.598 bus reguler, 285 bus bantuan, dan 183 bus pariwisata. Untuk memastikan kelayakan bus yang akan berangkat ke luar Jakarta, Dishub kembali menggelar razia kelayakan bus. Bus yang ada di terminal akan diperiksa kondisi mesin, rem, dan rodanya untuk memastikan bus layak menempuh jarak jauh. Razia juga dilakukan terhadap kondisi kesehatan sopir bus. Sopir bus yang sakit dan mengonsumsi alkohol atau narkoba bakal dilarang mengendarai bus. Bus yang tidak layak jalan akan dihentikan di terminal. Sopir yang kelelahan serta terbukti mengonsumsi narkoba dan alkohol dilarang untuk mengemudi.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, Bambang Susantono, mengatakan, operator bus harus disiplin menjaga kelayakan bus dan mewaspadai kondisi kesehatan sopir. Jangan sampai operator memaksakan bus tetap beroperasi meskipun kondisinya tidak layak. Sopir yang kelelahan dan sakit juga tidak boleh dipaksa mengemudi. Sebanyak 70 persen kecelakaan bus terjadi akibat sopir yang mengantuk.

Armada Kereta Api

Sementara itu, PT KA Daerah Operasi I menambah jumlah rangkaian kereta api sampai 10 persen dari tahun 2008 untuk mengantisipasi arus mudik. Kepala Humas PT KA Daerah Operasi I Sugeng Priyono mengatakan, pada 2008 terdapat 194 perjalanan kereta kelas eksekutif, bisnis 139, dan ekonomi 103 perjalanan. Untuk tahun 2009, PT KA akan menyiapkan perjalanan sebanyak 201 KA kelas eksekutif, bisnis 147, dan ekonomi 106 KA. Apabila jumlah penumpang melonjak tajam, PT KA akan menambah 25 perjalanan KA eksekutif, 51 perjalanan KA bisnis, dan 33 perjalanan KA ekonomi.

Pemesan tiket KA eksekutif dan bisnis dapat mulai dilakukan pada 30 hari sebelum keberangkatan dan kereta ekonomi tujuh hari sebelum keberangkatan. Pemesanan tiket dapat dilakukan di setiap stasiun keberangkatan, seperti Stasiun Gambir, Jakarta Kota, dan Manggarai. Pemesanan juga dapat dilakukan melalui ATM BII, BRI, dan BNI.

Waspadai Pengedara Sepeda Motor

Bambang Susantono mengatakan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Departemen Perhubungan harus mewaspadai kecenderungan peningkatan pemudik yang menggunakan sepeda motor. Pemudik bersepeda motor dinilai rawan kecelakaan yang berakibat fatal. Sepeda motor dirancang untuk perjalanan jarak pendek, bukan untuk mudik jarak jauh. Keamanan kendaraan yang rendah dan kelelahan pengendara membuat sepeda motor rawan kecelakaan. Pemerintah perlu memikirkan penambahan rangkaian KA kombinasi yang dapat mengangkut orang sekaligus sepeda motor mereka. Rangkaian kombinasi semacam ini juga dapat diterapkan pada bus.

Pemudik menggunakan sepeda motor bukan hanya karena tidak kebagian tiket angkutan umum, melainkan diperlukan untuk mobilitas di daerah. Jika dapat diangkut dengan KA atau bus, pemudik bersepeda motor akan turun jumlahnya. Membawa sepeda motor menjadi prioritas sebagian pemudik karena menjadi simbol status ekonomi mereka yang mulai berhasil saat merantau di Jakarta (Kompas, DKI Siapkan 6.066 Bus, Minggu 16 Agustus 2009)

Tinuku Store