Planet WASP-17 Memiliki Arah Orbit Berlawanan dengan Rotasi Bintangnya

Tinuku

(kesimpulan) Planet-planet secara umum mengorbit menuruti arah rotasi bintangnya. Mereka semua begitu, kecuali satu. Sebuah planet berukuran dua kali Jupiter, temuan baru, mengorbit mundur. Planet tersebut berkelana berlawanan dengan arah rotasi bintang induknya. Bintang dan planet bernama WASP-17 itu berjarak 1.000 tahun cahaya dari bumi.

Mereka ditemukan lewat proyek bersama Wide Area Search for Planets (WASP) di Inggris dan Geneva Observatory. Planet terbesar yang pernah ditemukan dan keunikan arah revolusinya itu tersebar luas lewat makalah yang dikirim ke Astrophysical Journal pekan Agustus 2009. Sara Seager, ahli astrofisika di Massachusetts Institute of Technology, mengatakan bahwa planet ini paling aneh.

Sebuah bintang terbentuk ketika awan gas dan debu meluruh. Apa pun bentuknya, kondensasi membuat gerakan yang dimiliki awan itu akan semakin intensif hingga menentukan arah rotasi bintang. Planet-planet diduga terbentuk dari kepingan debu dan gas yang tertinggal dari kawanannya yang melahirkan si bintang. Jadi, apa pun arah gerakan kepingan-kepingan yang terpencil itu, yang tidak lain arah rotasi bintang, menjadi arah orbit si planet.

Apa yang terjadi dengan WASP-17 mungkin pengaruh hantaman atau terserempet planet atau obyek lain yang lebih besar. Interaksi gravitasi dengan obyek itu menarik WASP-17 mengorbit ke arah berlawanan dengan arah rotasi bintang induknya. Tumbukan seperti itu di kosmis tergolong tidak biasa. Tapi bulan termasuk contoh produk tumbukan itu. Bulan diteorikan terbentuk ketika bumi bertabrakan dengan obyek seukuran Mars.

Begitupun dua planet di sekitar bintang muda yang ditemukan Teleskop Antariksa Spitzer milik NASA awal Agustus 2009. Seager mengatakan bahwa tumbukan hingga menghasilkan orbit mundur adalah fenomena yang sangat menarik. Teori-teori memang selalu ada, tapi observasi yang bisa benar-benar membuktikannya (Koran Tempo, Orbit Mundur, Selasa 18 Agustus 2009)


Tinuku Store