Langsung ke konten utama

Situs redd-indonesia.org Sediakan Informasi Program REED atau Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (Cifor), Selasa 25 Agustus 2009, meluncurkan situs yang menyediakan informasi mengenai REDD (reducing emissions from deforestation and forest degradation). Dalam pengelolaan situs ini, Cifor bekerja sama dengan Pusat Informasi Lingkungan Indonesia (PILI)-Green Network dan WWF-Indonesia, serta David and Lucile Packard Foundation.

Dalam situs yang beralamat di http://redd-indonesia.org/ itu terdapat hitung mundur Conference of Parties (CoP) ke-15 di Kopenhagen, Denmark. CoP atau Konferensi Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim di Kopenhagen, yang berlangsung pada Desember 2009, sangat penting karena akan menentukan apakah mekanisme REDD dimasukkan dalam kesepakatan iklim global pasca 2012, ketika Protokol Kyoto berakhir.

Selain itu, terdapat rubrik konsultasi yang diasuh Yani Saloh dari Cifor, Muchamad Muchtar dari PILI, dan Fitrian Ardiansyah dari WWF-Indonesia. Pam E. Minnigh, Direktur Eksekutif PILI mengatakan bahwa pihaknya ingin ada interaksi dengan publik. Skema REDD merupakan salah satu pendekatan untuk mengurangi 20 persen emisi gas rumah kaca yang berkaitan dengan hutan setiap tahunnya. Skema ini memperbolehkan konservasi hutan untuk berkompetisi secara ekonomis dengan berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang memicu deforestasi.

Mengiringi peluncuran situs, dilakukan diskusi dengan pembicara Agus Purnomo (Kepala Sekretariat Dewan Nasional Perubahan lklim), Nur Masripatin (Departemen Kehutanan), Daniel Murdiyarso (Cifor), dan Fitrian Ardiansyah. Moderator diskusi adalah Goenawan Mohamad (Komunitas Salihara). Daniel, ilmuwan Indonesia yang tergabung dalam Intergovernmental Panel on Climate Change, mengatakan bahwa banyak negara sedang mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam skema REDD.

Untuk mempersiapkan konferensi di Kopenhagen, bulan Juli 2009 berlangsung pertemuan di Bonn. Menurut Agus Purnomo, telah disepakati definisi, kebijakan, dan insentif REDD. Dokumennya setebal 20 halaman. Diharapkan pada pertemuan di Bangkok dan Barcelona bulan September 2009, makin banyak kesepakatan tercapai (Koran Tempo, Situs Pengurangan Emisi dari Hutan Diluncurkan, Rabu 26 Agustus 2009)


Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.