Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Sprinter Jamaika, Usain Bolt Buktikan Diri Kuasai Rekor Lari 100 meter

(kesimpulan) Sprinter Jamaika, Usain Bolt (22), membuktikan diri sebagai "raja sprinter dunia" setelah kembali memecahkan rekor dunia 100 meter yang sebelumnya juga atas namanya sendiri, di hari kedua Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Stadion Olympic, Berlin, Jerman, Minggu 16 Agustus 2009. Bolt mempertajam rekor dunianya 0,11 detik dari rekor sebelumnya (9,69 detik) yang dibuat di Olimpiade XXIX 2008 Beijing tepat setahun yaitu 2008.

Dengan tinggi badan mencapai 196 sentimeter dan berat 86 kilogram, Usain Bolt hanya membutuhkan 33 langkah untuk mempertajam rekor dunianya menjadi 9,58 detik. Bolt mengatakan bahwa dirinya sebenarnya bisa berlari dengan waktu 9,4 detik. Tetapi, bisa mencapai 9,5 detik saja sudah pasti merupakan hal yang besar. Itu sebabnya dirinya merasa bangga karena sudah mampu menjadi orang pertama yang bisa mencapai waktu tersebut.

Kendati demikian, Bolt mengaku bahwa dirinya sebenarnya tidak tahu seberapa cepat mampu menyelesaikan babak final Kejuaraan Dunia Atletik 2009 ini. Awalnya, ia tidak berlari untuk berusaha memecahkan rekor, tetapi bagaimanapun harus tetap berlari dengan baik, kata Bolt yang nama lengkapnya Usain St Leo Bolt. Dari hasil analisis biomekanikal yang dikeluarkan Panitia Kejuaraan Dunia Atletik 2009 Berlin, diketahui kecepatan Bolt setiap dua puluh meter terus semakin meningkat hingga mencapai garis finis. Di 20 meter pertama selepas start, Bolt membutuhkan waktu 2,89 detik. Memasuki 20 meter kedua, Bolt membutuhkan waktu 1,75 detik. Dalam 20 meter ketiga semakin cepat, yaitu 1,67 detik. Di 20 meter keempat, ia berlari semakin cepat hingga mencatat waktu 1,61 detik. Sementara di 20 meter terakhir, Bolt membutuhkan waktu 1,66 detik saja untuk membuat rekor baru, yaitu 9,58 detik.

Tyson Gay, sang juara dunia 2007, yang pada 9 Agustus 2009 genap berusia 27 tahun, harus puas di urutan kedua dengan 9,71 detik. Catatan waktu ini menjadi rekor baru bagi Amerika Serikat, tetapi sulit bagi dirinya menjadi pesaing Bolt. Medali perunggu diraih rekan senegara Bolt, Asafa Powell, dengan waktu 9,84 detik.

Kejayaan Jamaika dilengkapi oleh sprinter putri Shelly-Ann Fraser di nomor bergengsi lari 100 meter putri, juara Olimpiade Beijing 2008 itu merebut emas setelah finis di urutan pertama dengan waktu 10,73 detik. Dengan catatan waktu ini, Fraser, 22, kini tercatat sebagai salah satu pelari putri tercepat di dunia bersama tiga pelari lainnya, Christine Arron (Francis), Marion Jones (AS), Florence Griffith Joyner (AS). Sukses Jamaika di nomor ini juga semakin lengkap karena medali perak juga jatuh ke tangan sprinter mereka yakni Kerron Stewart dengan waktu 10,75 detik. Perunggu direbut pelari Amerika Serikat Carmelita Jeter dengan waktu 10,90 detik.

Pemecahan Rekor Lari 100 Meter Putra

9,90 / Leroy Burrell (AS) / New York (AS) / 14 Juni 1991
9,86 / Carl Lewis (AS) / Tokyo (Jepang) / 25 Agustus 1991
9,85 / Leroy Burrell (AS) / Lausanne (Swis) / 6 Juli 1994
9,84 / Donovan Bailey (Kanada) / Atlanta (AS) / 27 Juli 1996
9,79 / Maurice Greene (AS) / Athena (Yunani) / 16 Juni 1999
9,77 / Asafa Powell (Jamaika) / Athena (Yunani) / 14 Juni 2005
9,74 / Asafa Powell (Jamaika) / Rieti (Italia) / 9 September 2007
9,72 / Usain Bolt (Jamaika) / New York (AS) / 31 Mei 2008
9,69 / Usain Bolt (Jamaika) / Beijing (China) / 16 Agustus 2008
9,58 / Usain Bolt (Jamaika) / Berlin (Jerman) / 16 Agustus 2009





Artikel Lainnya: