KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Minggu, 23 Agustus 2009

Usain Bolt Jadi Legenda Lari Jarak Pendek

(kesimpulan) Bertepatan hari ultahnya, Raja Sprint, Usain Bolt (23), pemegang tiga medali emas Olimpiade XXIX-2008 Beijing asal Jamaika, kembali mempertajam rekor 200 meter setelah pada hari keenam Kejuaraan Dunia Atletik 2009 Berlin, Jerman, Kamis 20 Agustus 2009, membukukan waktu 19,19 detik dari rekor lama atas namanya sendiri 19,30 detik. Semula memang ada keraguan di antara para pengamat mengingat baru empat hari sebelumnya, Bolt juga mempertajam rekor dunia 100 meter juga atas namanya sendiri yang dibuat di Olimpiade XXIX-2008 Beijing, dari sebelumnya 9,69 detik menjadi 9,58 detik di Berlin.

Ketika menyelesaikan final lari 200 meter, Kamis 20 Agustus 2009, Bolt diragukan apakah sudah tidak mengalami kelelahan lagi. Akan tetapi, semua dugaan tersebut dimentahkan oleh sprinter terbaik dunia itu. Di awal lomba, Bolt yang memiliki tinggi badan 196 sentimeter tersebut langsung melesat selepas dari blok start. Berbeda memang dengan ketika tampil di Beijing. Di Berlin, dalam 60 meter terakhir Bolt kelihatan mengurangi kecepatannya. Bolt menjadi satu-satunya pemegang rekor Olimpiade nomor 100 meter dan 200 meter yang di saat bersamaan juga menjadi pemilik gelar dan rekor dunia.

Sukses itu semakin istimewa, kerena diraih pada hari ulang tahunnya. Dia memang dilahirkan tepat pada 21 Agustus. ”Saya akan tidur sagat-sangat lama, karena saya sangat-sangat lelah hari ini,” kata Bolt saat ditanya soal pesta ulang tahun yang mungkin dirayakan bersamaan dengan perayaan pemecahan rekor tersebut.

Dengan penuh keyakinan, dia langsung menembus garis finis dengan waktu 19,19 detik. Bolt mengatakan bahwa dirinya bakal menjadi legenda di nomor sprint dunia. Sekarang sudah berada dalam jalur untuk mencapai hal tersebut. Bolt memang mampu membuktikannya. Pemecahan rekor 100 meter dan 200 meter atas nama dirinya hanya dibuat dalam waktu setahun. Berbeda dengan mantan pemegang rekor dunia 200 meter Michael Johnson, sprinter Amerika Serikat. Untuk mempertajam rekor pribadinya, Johnson hanya melakukan dalam selang waktu sangat singkat. Setelah membuat rekor 19,66 detik tanggal 23 Juni 1996, tidak sampai dua bulan kemudian (1 Agustus 1996) Johnson mempertajam rekornya menjadi 19,32 detik.

Dengan dua kali pemecahan rekor tersebut, Usain Bolt berhak membawa pulang uang sebesar 320.000 dollar AS, masing-masing terdiri atas 60.000 dollar AS untuk kemenangannya di dua nomor sprint serta 100.000 dollar AS untuk setiap pemecahan rekor yang diperoleh dari TDK, sponsor utama Federasi Atletik Amatir Internasional (IAAF). Sementara di urutan kedua nomor ini ditempati Edward Alonso dari Panama dengan waktu 19,81 detik. Waktu tersebut sekaligus menjadi rekor Amerika Serikat. Peraih perunggu adalah Spearmon Wallace dari AS yang mencetak waktu 19,85 detik.

Ketika sprinter Amerika Serikat, Michael Johnson (41), selesai memecahkan rekor dunia 200 meter atas namanya sendiri di Olimpiade 1996 Atlanta dari 19,66 detik menjadi 19,32 detik, pemerhati atletik merasa rekor Johnson tak akan terpecahkan lagi. Saat itu seorang pengurus Federasi Atletik Amerika Serikat, mengatakan bahwa rekor ini tidak bakal terpecahkan lagi selama ia masih hidup. Maklum, sebelum Johnson membuat rekor itu, Pietro Mennea dari Italia sudah menorehkan rekor dunia di Meksiko (1979) dengan waktu 19,72 detik dan bertahan selama 17 tahun.

Akan tetapi, pada Kamis 20 Agustus 2009, di Kejuaraan Dunia Atletik 2009 Berlin, Jerman, Usain Bolt (22) mengoreksi rekor dunianya sendiri yang diciptakan di Olimpiade Beijing 2008. Ketika itu, ia memecahkan rekor dunia Johnson dari 19,32 detik menjadi 19,30 detik. Sekarang, hanya terpaut satu tahun, ia kembali mempertajam rekor dari 19,30 detik menjadi 19,19 detik. Yang menarik, rekor dunia itu dibuatnya setelah empat hari sebelumnya ia membuat rekor dunia 100 meter dari 9,69 detik menjadi 9,58 detik.

Hasil analisis biomekanik, di Berlin Bolt tidak terlalu mengurangi kecepatannya menjelang garis finis. Dalam 50 meter pertama Bolt langsung memimpin dengan waktu 5,60 detik. Kemudian makin cepat pada 50 meter kedua menjadi 4,32 detik. Adapun pada 50 meter ketiga kecepatannya sedikit menurun karena hanya tercatat mencapai 4,52 detik. Bahkan, di 50 meter terakhir hanya 4,75 detik. Yang menjadi pertanyaan, apakah hanya Bolt yang akan mampu mempertajam rekornya atau ini akan menjadi rekor abadi.









Link situs lain : Laporan Penelitian | Tutorial Akademik | Pencarian Jurnal

Artikel Lainnya:

Jurnal Sains