Langsung ke konten utama

Ustad Saefuddin Jaelani Ajarkan Berjihad Di Masjid Untuk Menjadi Pengebom Bunuh Diri

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Di Masjid As-Surur, Perumahan Candraloka, Talaga Kahuripan, Kemang, Bogor, Selasa 11 Agustus 2009, di antara deretan nama penceramah, nama Saefuddin Jaelani muncul hingga lima kali: pada 2 November 2008, 17 Februari, 9 April, 5 Juli, dan 20 September 2009. Pria veteran Komandan tempur saat konflik rasial di Poso, kini menjadi target perburuan polisi. Kepala Kepolisian RI Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan Saefuddin merupakan perekrut pelaku bom bunuh diri Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Dani Dwi Permana, 18 tahun, dan Nana Ikhwan Maulana, 28 tahun.

Pengumuman polisi membuat gempar tetangga Saefuddin di Candraloka. Mereka tak mengira bila Ustad Saefuddin terkait dengan jaringan teroris. Kefasihan Saefuddin membaca Al-Quran dan kemampuan berargumen membuat sebagian orang terpikat. Saefuddin pun didaulat menjadi imam Masjid As-Surur. Sejak itu, Saefuddin kerap menjadi khatib salat Jumat di Masjid Raya Talaga Kahuripan. Saefuddin mudah dikenali karena sering mengenakan baju gamis, celana di atas mata kaki, dan serban putih. Adapun istrinya, Kholifah, biasa memakai cadar. Sejumlah warga menuturkan ciri-ciri Saefuddin. Pria 170-an sentimeter dan biasa berjenggot. Saefuddin berlogat Jawa campuran. Kepada warga, dia pernah mengaku sebagai orang Cirebon asli. Tapi ada warga yang menyebut pria berhidung mancung ini mirip orang Arab.

Selain sebagai imam masjid, warga hanya mengenal Saefuddin sebagai penjual madu dan ahli pengobatan bekam. Adapun Kholifah dikenal sebagai guru agama di sebuah taman kanak-kanak. Seorang tetangga mengaku pernah dimintai tolong Saefuddin untuk membuatkan rekening di bank. Saefuddin mengaku akan mendapat kiriman uang untuk membangun pesantren dan kegiatan keagamaan. Setelah itu, si tetangga tidak pernah tahu berapa uang yang masuk rekening itu karena buku tabungan dan ATM dipegang Saefuddin.

Saefuddin Jaelani, bertugas sebagai perekrut pengebom bunuh diri, ternyata punya banyak murid di Bogor. Mereka adalah para remaja. Kepolisian Bogor mengakui adanya kabar soal belasan remaja asal Perumahan Candraloka, Kemang, Bogor, yang pernah diajak Saefuddin mengikuti ajarannya. Salah seorang teman bermain Dani pelaku bom JW Marriot, mengatakan pernah mendengar teman-temannya diajak Saefuddin "berjihad" dengan mengikuti serangkaian perjalanan ke pelosok daerah.

Saefuddin pernah berdiskusi soal jihad dengan belasan remaja Masjid As-Surur di Perumahan Talaga Kahuripan, Gugus Candraloka, Parung, Bogor. Para remaja itu, sempat diajak menonton rekaman video perang Ambon dan kisah tiga pengebom Bali (Imam Samudra, Amrozi, serta Ali Imron), yang disebut telah mati syahid.

Saefuddin juga melatih Danni dan Nana Muliana (bomber Ritz-Carlton) untuk misi tadhiyah (pengorbanan diri). Danni dan Nana dicekoki paham agar mau berkorban untuk umat Islam di Iraq dan Afghanistan.




Koran Tempo, Melacak Jejak Saefuddin, Jumat 14 Agustus 2009.
Koran Tempo, Perekrut Bomber Punya Belasan Murid, Jumat 14 Agustus 2009.
Jawa Pos, Diduga Penghubung Noordin di Kawasan Sumatera, Sabtu 15 Agustus 2009.
bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.