Langsung ke konten utama

Badan Antariksa Rusia Roscosmos Berharap NASA Perpanjang Deadline Pensiun Pesawat Ulang-alik

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Kepala badan antariksa Rusia Roscosmos seperti dikutip pada hari Jumat Rusia berharap Amerika Serikat akan memperpanjang deadline pensiun pesawat ulang-alik hingga melampaui tahun 2011. Badan antariksa Amerika Serikat NASA merencanakan enam misi ke depan hingga masa penuaan armada pesawat ulang-alik pada akhir tahun 2010 atau awal 2011 setelah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) seharga US$100 miliar selesai dibangun.

Namun kepala Roscosmos mengatakan bahwa pihaknya akan lebih suka untuk melihat diperpanjang lebih jauh misi antar-jemput ke Stasiun Luar Angkasa, sekarang di orbit 360 km (225 mil) di atas Bumi. kepala Roscosmos Anatoly Perminov mengatakan: "Dari beberapa sumber yang telah kita pelajari bahwa adalah mungkin untuk memperpanjang kehidupan pesawat melampaui 2011."

"Kalau begitu, situasi akan berubah secara substansial dan akan ada kemungkinan untuk bekerja bersama-sama dengan Amerika, tidak seperti sekarang, ketika beban utama (untuk ISS) terletak pada sisi Rusia," kata Perminov.

Kepala baru NASA dan mantan astronot Bolden Charles akan mengunjungi Rusia's Kosmodrom Baykonur pada 30 September 2009. Strategi masa depan NASA saat ini sedang dikaji dengan fokus utama pada kemungkinan penerbangan ke Mars. Hal ini juga mendorong ruang pribadi proyek antar-jemput ke ISS. Rencanan NASA saat ini, disusun di bawah pemerintahan mantan Presiden George Bush (setelah kecelakaan melanda pesawat Columbia) untuk menyelesaikan stasiun angkasa, sebelum masa pensiun untuk membangun pesawat yang baru.

Sebuah roket dan kapsul baru untuk mengangkut astronot ke ISS juga sedang dikembangkan tetapi tidak akan beroperasi sampai sekitar tahun 2015. Sampai saat itu, NASA akan bergantung pada Roscosmos dan harus membayar US$50 juta per orang untuk penerbangan ke ISS oleh kapsul Soyuz. Amerika Serikat, Rusia, dan pemerintah China adalah satu-satunya entitas saat ini yang mampu penerbangan angkasa orbital manusia, walaupun beberapa perusahaan AS sedang mengembangkan kendaraan dan layanan dukungan untuk melakukannya (Reuters)


bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.