KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Thursday, September 17, 2009

Gen Penyebab Buta Warna

(KeSimpulan) Para ilmuwan mengatakan bahwa stu langkah lebih dekat untuk menyembuhkan kebutaan warna dengan menggunakan terapi gen akan terwujud. Sebuah tim peneliti di University of Washington AS mampu mengembalikan penglihatan warna pada monyet dewasa yang terlahir tanpa kemampuan untuk membedakan antara warna merah dan hijau. Walaupun studi lebih lanjut diperlukan, namun mereka percaya akan dapat dikembangkan bagi manusia yang memiliki masalah yang sama.

Sampai sekarang para ilmuwan belum memikirkan hal itu untuk berkaitan dengan memanipulasi otak orang dewasa dengan cara ini. Dengan menambahkan informasi sensorik baru, seperti reseptor visual yang diperlukan untuk penglihatan warna yang sempurna, hanya dapat dilakukan di tahun-tahun awal kelahiran ketika otak berada pada saat yang paling mudah dibentuk. Tapi Profesor Jay Neitz dan timnya mampu memperkenalkan terapeutik gen ke dalam rangsang cahaya pada sel di belakang mata monyet dewasa itu.

Hal ini memberikan pandangan yang positif terhadap potensi terapi gen untuk menyembuhkan gangguan penglihatan. Gen terapeutik berisi kode DNA yang diperlukan untuk mengaktifkan sel penginderaan dalam membedakan antara warna merah dan hijau, sesuatu yang kurang peka pada hewan monyet. Eksperimen terapi gen ini sukses dilakukan. Monyet jantan itu sekarang memiliki photopigments yang diperlukan untuk melihat semua warna dan mampu membedakan merah dari hijau pada gambar komputer.

Profesor Neitz dan tim akan terus memantau hewan itu untuk mengevaluasi efeknya dalam jangka panjang. Mereka berharap bahwa terapi yang sama dapat menguntungkan bagi manusia yang buta warna. "Hal ini memberikan pandangan positif akan potensi terapi gen untuk menyembuhkan gangguan penglihatan orang dewasa," kata mereka. Ada beberapa bentuk kebutaan warna. Bentuk yang paling umum adalah buta warna merah dan warna hijau, diteruskan melalui penglihatan warna yang salah gen pada kromosom X.

Kadang-kadang kebutaan warna terjadi karena penyakit-penyakit seperti degenerasi makula atau dari efek samping obat-obatan. Winfried Amoaku, seorang ahli oftalmologi di University of Nottingham, mengatakan bahwa penelitian itu diharapkan dapat menolong sekitar 7% dari laki-laki dan 1% dari perempuan yang lahir dengan buta warna genetik.

Penelitian ini tampaknya menjadi yang pertama pada primata untuk mengatasi kekurangan penglihatan warna dan menunjukkan bahwa sel-sel utuh dimodifikasi dalam persepsi warna. Penelitian lebih lanjut diperlukan, sebelum dapat diterapkan datang kepada manusia sebagai uji klinis dan terapi di klinik (BBC)




Artikel Lainnya: