Langsung ke konten utama

Gulma Kiambang yang Menutupi 70 persen Waduk Batu Tegi Lampung Secara Ekologis Dinilai Baik

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Gulma kiambang yang menutupi 70 persen luas genangan Waduk Batu Tegi secara ekologis dinilai baik. Gulma dapat mengikat unsur-unsur logam dalam air. Namun, gulma harus dikendalikan supaya tidak menutupi seluruh permukaan waduk. Selain itu, daerah tangkapan air juga harus direhabilitasi untak menekan laju erosi. Pengikatan unsur logam dan zat kimia oleh gulma membuat ikan bisa berkembang baik di waduk.

Peneliti daerah aliran sungai (DAS) dari Universitas Lampung, Irwan Sukri Banua, Minggu 30 Agustus 2009 mengatakan, gulma muncul akibat erosi di daerah tangkapan air di atas waduk. Pada musim kemarau, di Lampung masih terjadi hujan deras sehingga erosi terus terjadi. Laju erosi yang cepat menyebabkan sedimentasi di waduk serta meningkatkan kadar unsur hara dan mikro di waduk sehingga gulma muncul dan berkembang dengan cepat dalam tiga bulan.

Berdasarkan data pengelola Waduk Batu Tegi, penyebaran gulma di waduk saat ini mencapai 70 persen dari genangan air seluas 16 kilometer persegi. Namun, gulma harus dikendalikan agar tidak menutupi seluruh permukaan waduk. Gulma yang menutup seluruh permukaan air akan membuat kadar oksigen dalam air rendah, biota air tidak berkembang, dan menurunkan kualitas air sebagai bahan baku air minum.

Pengendalian gulma sebaiknya secara manual, mengangkat dari waduk, bukan dengan cara kimia karena akan meracuni air. Edi Sukoso, Pejabat Pembuat Komitmen Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji-Sekampung, mengatakan, saat ini cara yang dipakai untuk mengurangi gulma adalah meminggirkan gulma dengan jaring setinggi setengah meter dan panjang 200 meter yang dijepit dengan tiga bilah bambu. Pihaknya sedang mengusulkan alokasi anggaran pengendalian gulma kepada pemerintah.

Irwan mengatakan, selain pengurangan penyebaran gulma, upaya lain yang harus dilakukan adalah mencegah laju erosi dengan cara rehabilitasi daerah tangkapan air. Saat ini sekitar 88,82 persen dari daerah tangkapan air Waduk Batu Tegi seluas 43.404 hektar didominasi lahan kritis yang menimbulkan erosi. Selain mengendalikan, persebaran gulma, sebaiknya rehabilitasi lahan dilakukan supaya laju erosi yang menyebabkan peningkatan unsur hara di waduk bisa dikendalikan (Kompas, Gulma Baik Bagi Waduk, Senin 31 Agustus 2009)




bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.