KeSimpulan.com Dokumentasi Berita Sains
(2008-2013)
HOME - ARSIP - PENCARIAN

Jumat, 25 September 2009

Kupu-kupu Monarch Mengunakan Antena sebagai Penginderaan Cahaya Untuk Navigasi

(KeSimpulan) Jutaan kupu-kupu Monarch bermigrasi ke Meksiko untuk musim dingin dan ilmuwan telah lama berspekulasi tentang bagaimana serangga menemukan jalan. Ternyata, jawabannya ada pada antena. Semua kupu-kupu menggunakan antena sebagai alat navigasi untuk menangkap sinyal sinar matahari. Dan matahari terus bergerak, sehingga makhluk kecil ini harus terus-menerus menyesuaikan diri dengan tetap berada di jalur sepanjang hari perjalanan.

Menurut penelitian yang dipimpin oleh Dr Steven M. Reppert, ketua neurobiologi di University of Massachusetts Medical School, seperti kebanyakan binatang yang memiliki apa yang disebut jam sirkadian di otak mereka untuk membantu mengenali waktu dan posisi matahari memungkinkan mereka mengikuti jalur dalam berimigrasi. Tapi kupu-kupu Monarch memiliki jam kedua yang berbasis di antena mereka untuk menangkap sinyal sinar terang.

"Apa pun kita belajar tentang serangga ... akan menceritakan sedikit lebih banyak tentang bagaimana otak kita bekerja," kata Reppert, yang aktif meneliti jam internal pada otak binatang, termasuk juga manusia. "Secara biologis menarik untuk dipahami." Para peneliti semula mengira navigasi terjadi di otak kupu-kupu, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa otak dan antena masing-masing memiliki jam sirkadian dan mereka bekerja bersama-sama. Penelitian Reppert ini didanai oleh National Institutes of Health

Para peneliti, melakukan tes dengan memegang sayap kupu-kupu yang lembut dan mencelupkan antena mereka di enamel cat. Kupu-kupu yang antenanya diberi cat berwarna hitam tidak dapat melakukan orientasi lingkungan, sementara antena kupu-kupu yang antenanya tidak diberi cat, tidak kesulitan melakukan navigasi.

Kupu-kupu yang antenanya diberi dengan cat hitam menjadi tersesat meskipun mata mereka mampu melihat cahaya, para peneliti menyimpulkan bahwa antena itu penting untuk menemukan jalan. Kupu-kupu mengunakan antena sebagai penginderaan cahaya untuk navigasi, tetapi juga menunjukkan bahwa indra penciuman tidak berpengaruh dalam menemukan jalan, karena hidung mereka juga ditutup oleh cat.

Charalambos P. Kyriacou dari University of Leicester, Inggris, mengatakan bahwa hasil eksperimen menunjukkan antena berfungsi sebagai semacam stand-alone global positioning system untuk serangga. "Jam Antena muncul untuk menimpa setiap masukan dari jam otak untuk navigasi." (AP)





Artikel Lainnya:

Jurnal Sains