Langsung ke konten utama

Peneliti Oregon Health and Science University Sukses Eksperimen 4 Monyet Macaca rhesus dengan Teknik Transplantasi

loading...
bisnis online

(kesimpulan) Sebuah prosedur eksperimental yang kelak dapat membantu mencegah penyakit genetik turunan tertentu mulai menunjukkan keberhasilan. Empat anak monyet yang sehat telah lahir menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh peneliti dari Oregon Health and Science University di Amerika Serikat. Teknik ini memang masih menghadapi berbagai kendala, mulai pertanyaan soal keamanan sampai etika. Namun, sejumlah pakar menyatakan eks perimen itu sangat menjanjikan.

Douglas Wallace, pakar mitokondria dari University of California, Irvine, Amerika Serikat mengatakan bahwa hasil eksperimen ini amat menarik dan teknik ini punya potensi besar. Namun, masalah keamanannya harus diperhatikan sebelum teknik ini dapat diterapkan pada manusia. Peneliti Oregon Health and Science University, Shoukhrat Mitalipov, mengatakan studi terhadap keamanan teknik itu harus dilakukan pada monyet. Teknik ini akan menghadapi kendala peraturan bila diterapkan pada manusia karena mengubah DNA yang akan diwarisi oleh generasi berikutnya, sebuah gagasan yang sudah lama memicu isu etika.

Eksperimen yang mencakup pemindahan DNA antartelur pada monyet Macaca rhesus itu dipublikasikan dalam jurnal Nature terbaru. Teknik ini dapat digunakan untuk mencegah seorang ibu menurunkan penyakit genetik tertentu ke anak-anaknya, terutama penyakit yang disebabkan oleh kerusakan turunan pada mitokondria sel, semisal penyakit Leber hereditary optic neuropathy. Sekitar satu dari setiap 4.000 atau 5.000 orang menderita penyakit mitokondria atau paling tidak berisiko mengalaminya. Gejala penyakit yang berpotensi fatal ini mulai kerusakan otot, dementia atau pikun, gangguan gerak, kebutaan, kehilangan pendengaran, hingga masalah jantung, otot, dan ginjal.

Penyakit keturunan ini dapat dihindari karena telur menyimpan sebagian besar DNA-nya di dalam inti, sedangkan mitokondria menyimpan DNA di tempat lain dalam telur itu. Jika seorang perempuan memiliki penyakit yang disebabkan oleh cacat pada DNA mitokondrianya, teknik baru ini memungkinkan dia mewariskan DNA normal dari nukleus tanpa mengikutsertakan DNA mitokondria yang rusak itu (Koran Tempo, Monyet Lahir dari Teknik Transplantasi Baru, Senin 31 Agustus 2009)



bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.