Bedah Menjadi Opsi Terbaik untuk Penyebuhan Sakit Kepala Migraine

Tinuku

(KeSimpulan) Migren menjadi beban kesehatan besar yang mempengaruhi lebih dari 30 juta orang Amerika. Penelitian terbaru menunjukkan 79 penderita migraine ditindaklanjuti selama setidaknya lima tahun setelah menjalani deteksi migrain dan pembedahan. Data baru menemukan hasil yang menjanjikan mengobati pembedahan pada pemicu migren untuk menghapusan kondisi rasa sakit bagi mereka yang menderita.

Sejak operasi awal, 10 dari 79 pasien diperlukan operasi tambahan untuk mendeteksi lokasi pemicu yang telah dianalisis. Sebanyak 41 dari sisa 69 pasien (88 persen) menunjukkan respon positif pada operasi awal. Pada 20 pasien (29 persen) melaporkan migrain telah terhapus sepenuhnya, 41 pasien (59 persen) melihat penurunan yang signifikan, dan hanya 8 pasien (11 persen) mengalami kurang dari 50 persen manfaat perbaikan atau tidak ada perubahan.

Data baru ini memberikan bukti kuat bahwa perlakuan bedah satu atau lebih lokasi memicu migrain dapat berhasil menghilangkan (menyembuhkan) atau mengurangi frekuensi, durasi, atau intensitas sakit kepala migrain untuk selamanya. Praasaadash Guyuron, MD, Ketua Plastic Surgery di University Hospitals Case Medical Center dan Case Western Reserve University School of Medicine, serta pakar bedah plastik terkemuka, akan menghadirkan data penelitian terbaru selama lima tahun tentang potensi obat untuk sakit kepala pada 24 Oktober 2009, pertemuan tahunan American Society of Plastic Surgeons di Seattle.

"Sakit kepala migrain yang sangat mematikan dan pilihan bedah menawarkan harapan bagi penderita migrain. Digabungkan dengan studi sebelumnya, data lima tahun terbaru ini telah memberikan bukti kuat bahwa gejala migren parah yang menyakiti mereka dapat diatasi dengan pembedahan dengan hasil secara tuntas," kata Dr Guyuron untuk sciencedaily. Delapan proyek penelitian Dr Guyuron tentang migrain adalah pengamatan secara dekat dalam satu dekade yang lalu. Banyak pasien yang telah mengalami peremajaan dengan hilangnya gejala migrain setelah operasi.

Untuk pasien yang menderita sakit kepala migrain frontal (frontal migraine headaches), Dr Guyuron menghilangkan corrugator supercilii (mengerutkan kening) kelompok otot di dahi yang dicurigai menjadi titik pemicu sakit kepala, kompresi saraf, dan penyebab inflamasi saraf. Penaganan migren diperlakukan dengan membuang cabang kecil dari saraf trigeminal. Untuk pasien yang menderita sakit kepala migren occipital (di kepala belakang), sepotong kecil otot saraf akan dipotong dan mengganti dengan flap jaringan lunak. Bila sakit kepala yang terletak di belakang mata dan dipicu oleh perubahan cuaca, perlakuan diberikan pada septum hidung dan struktur di sekitarnya.

Dr Guyruon telah melakukan lebih dari 1.000 prosedur bedah ini pada lebih dari 450 pasien, karena setiap pasien memiliki sumber memicu rata-rata 2,5 tempat. Analisis yang lebih baru menunjukkan hasil yang secara signifikan laju eliminasi yang lebih tinggi.

Tinuku Store