Skip to main content

NASA Rakit Alat Deteksi Cepat Mengukur Kontaminasi Bakteri pada Pesawat Ruang Angkasa

(KeSimpulan) Ahli kimia dari NASA's Jet Propulsion Laboratory (JPL) di Pasadena, California, telah mengembangkan teknologi yang bertujuan untuk secara cepat menilai keberadaan suatu kehidupan mikroba pada pesawat ruang angkasa.

Metode baru ini juga dapat membantu pengujian militer untuk bakteri penyebab penyakit, seperti agen penyebab anthrax, dan mungkin juga berguna dalam medis, farmasi dan bidang lainnya.

Adrian Ponce, deputi manajer bagian JPL's planetary science, yang merencanakan mikroskop baru berbasis metode, yang memiliki potensi dengan cepat memvalidasi dalam hitungan menit terkait kebersihan pesawat ruang angkasa. NASA mematuhi protokol internasional dengan berusaha untuk memastikan bahwa pesawat ruang angkasa tidak mencemari planet lain atau bulan dalam program pengiriman Astronot. Mikroba dikenal sebagai bakteri endospores dapat bertahan pada suhu ekstrim, sinar ultraviolet, kimia, dan dapat bertahan hidup di luar angkasa selama enam tahun. Ketahanan bakteri menjadi indikator penting untuk kebersihan dan biodefense.

"Bacterial endospores terberat adalah bentuk kehidupan di Bumi. Oleh karena itu, jika seseorang dapat menunjukkan bahwa semua spora terbunuh, maka manusia juga bisa dapat terbunuh," kata Ponce. Teknologi baru bekerja dengan mencari asam dipicolinic, komponen utama endospores dan bukti pertumbuhan endospore, dengan terlebih dahulu menerapkan terbium ke area seukuran uang logam. Terbium adalah suatu unsur kimia yang digunakan untuk menghasilkan warna hijau pada layar televisi. Daerah itu kemudian menyala di bawah lampu ultraviolet. Dalam beberapa menit, seseorang dapat melihat melalui mikroskop dibantu oleh kamera digital apakah endospores hidup hadir. Hal ini karena mereka berubah manjadi cahaya. Terbium akan menunjukkan endospores sebagai bintik-bintik hijau terang.

Ponce menulis sebuah makalah tentang teknologi baru yang disebut Germinable Endospore Biodosimetry, bersama dengan Pun To Young, seorang mahasiswa doktoral di California Institute of Technology di Pasadena, dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology. Penelitian ini juga disorot dalam Microbe, majalah dari American Society for Microbiology. Teknologi ini mengusik US Department of Homeland Security. Agen federal yang mendanai pengembangan instrumen portabel dari Ponce yang didasarkan pada penelitian tentang dekontaminasi patogen setelah serangan biologis.

Ponce bekerja sama dengan Department of Homeland Security dan Advance Space Monitor, sebuah perusahaan yang berbasis di Falls River, Mass, untuk mengembangkan instrumen, yang mereka rencanakan untuk digunakan pada tahun 2011. JPL dan Caltech memegang lisensi teknologi untuk Advance Space Monitor. "Sebagai bagian dari Departemen Keamanan Dalam Negeri Sains dan Teknologi, Direktorat Bioassays, teknologi digunakan untuk mengaktifkan fasilitas sterilisasi dengan cepat. Hal ini dapat secara signifikan mengurangi waktu dan biaya restorasi bio-kontaminasi," kata james Anthony, peneliti kimia dan biologi serta manajer dan program pengembangan di Dept of Homeland Security. A bioassay adalah penilaian apakah bahan biologis tertentu yang terdapat pada permukaan yang diuji.

Selain ruang angkasa dan tujuan pertahanan, teknologi baru ini mungkin juga dapat diterapkan di rumah sakit, pusat penitipan anak, dokter gigi, dan lain-lain. "Mengingat semua masalah dengan infeksi yang didapat di rumah sakit, menilai kemandulan, kebersihan peralatan medis, dan semua hal yang dianggap penting," kata Ponce. Dana untuk proyek ini disediakan oleh NASA's Astrobiology Science and Instrument Development Program, Mars Technology Program, dan U.S. Department of Homeland Security's Chemical and Biological Research.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.