Langsung ke konten utama

NASA's Spitzer Space Telescope Temukan Cincin Kedelapan di Sekitar Saturnus

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) NASA's Jet Propulsion Laboratory mengumumkan bahwa Spitzer Space Telescope telah melakukan penemuan terbesar yang tidak pernah dilihat sebelumnya yaitu cincin di planet Saturnus. Kabut es tipis dan partikel debu terletak sangat jauh dari sistem Saturnus dan orbitnya pada kemiringan 27 derajat dari cincin palet utama. Whitney Clavin, juru bicara Jet Propulsion Laboratory, mengatakan cincin itu sangat kabur dan tidak mencerminkan banyak cahaya tapi inframerah teleskop Spitzer bisa mendeteksi.

Meskipun cincin debu sangat dingin, 316 F, bersinar dengan radiasi termal. Tidak ada objek pun yang tampak di lokasi dengan alat inframerah hingga kini. Sebagian besar bahan cincin pada sekitar 3,7 juta mil (5,95 juta km) dari planet dan membentang keluar sekitar 7,4 juta mil lain (11.9 juta km). Cincin yang baru ditemukan begitu besar itu akan mengambil 1 milyar Bumi untuk mengisinya. Sebelum penemuan itu, Saturnus dikenal memiliki tujuh cincin utama bernama A sampai E dan beberapa tak disebutkan dalam daftar nama cincin. Hasil penemuan ini telah dipublikasikan oleh jurnal Nature.

"Ini adalah salah satu cincin raksasa," kata salah satu penulis, Anne Verbiscer, astronom di University of Virginia, Charlottesville. Rekan-rekan penulis Douglas Hamilton dari Universitas Maryland, College Park, dan Michael Skrutskie, juga dari Universitas Virginia. Bulan Saturnus, Phoebe mengorbit dalam cincin dan diyakini menjadi sumber materi. Cincin juga bisa menjawab teka-teki bulan lainnya, Iapetus, yang memiliki sisi terang dan sisi yang sangat gelap. Cincin lingkaran dalam arah yang sama Phoebe, sementara Iapetus dan sebagian besar cincin Saturnus bulan lain bergerak ke arah berlawanan.

Para ilmuwan menganalisa materi dari cincin luar yang bergerak ke dalam dan memotong ke Iapetus. "Para astronom telah lama menduga bahwa ada hubungan antara bulan terluar Saturnus Phoebe dan materi gelap di Iapetus," kata Hamilton. "Cincin baru ini memberikan bukti yang meyakinkan dari hubungan itu." Misi Spitzer, yang diluncurkan pada tahun 2003, dikelola oleh Jet Propulsion Laboratory di Pasadena. Spitzer berada pada posisi 66 juta mil (106,2 juta km) dari Bumi di orbit yang mengelilingi matahari.

Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.