Planet COROT-7b Neraka Ekstrim Panas dan Dingin

Tinuku

(KeSimpulan) COROT-7b, sebuah planet yang mengorbit bintang katai oranye di konstelasi Monoceros, berjarak 490 tahun cahaya, menunjukkan bahwa dunia di sana memiliki suhu permukaan cukup panas dengan batuan yang mendidih. Penelitian oleh para ilmuwan di Washington University, St Louis, Missouri, memunculkan sebuah visi tenpat neraka. COROT-7b, sebuah planet berbatu sekitar dua kali ukuran lebih besar dari bumi, tetapi memiliki kepadatan serupa, memiliki jarak hanya 1,6 juta kilometer dari bintangnya atau 23 kali lebih dekat daripada planet terdalam di tata surya Buma Sakti, Merkurius dan Matahari.

Kedekatan ini berarti bahwa planet tersebut berada dalam orbit gravitasi terkunci, seperti Bulan dan Bumi, sehingga salah satu satu sisi planet ini selalu menghadap bintang. Jadi sementara sisi terus-menerus berada dalam kegelapan beku sekitar 50 derajat di bawah nol mutlak, sementara sisi yang menghadap bintang memiliki suhu 2.800 derajat C. Para ilmuwan tidak yakin persis susunan kimiawi planet, karena suhu tipis berarti tanah berbatu akan mendidih, membentuk suasana mineral. Dan ketika bergerak dalam bidang dingin, kerikil kecil akan mengembun dan membentuk hujan es, seperti air di Bumi.

Profesor Bruce Fegley, salah satu anggota tim di belakang penelitian, berkata: "Satu-satunya suasana objek ini telah dihasilkan dari uap yang timbul dari silikat cair panas dalam sebuah danau lahar atau lautan lava. "Ketika Anda pergi lebih tinggi suasana semakin dingin dan akhirnya anda mendapatkan kejenuhan dengan berbagai jenis karang cara. Anda mendapatkan air jenuh di atmosfer Bumi. Tapi bukannya air membentuk awan dan kemudian tetesan air hujan karena anda akan mendapatkan sebuah 'batuan awan' dan hujan dari kerikil kecil dari berbagai jenis batu."

Prof Fegley dan Laura Schaefer melaksanakan penelitian menggunakan program pemodelan magma. Mereka sebelumnya menggunakan perangkat lunak untuk model gunung berapi di bulan Jupiter Io. COROT-7b ditemukan oleh teleskop ruang angkasa European Space Agency space pada bulan Februari 2009, tapi para peneliti dari Washington University adalah yang pertama kali mempelajari model atmosfer di planet neraka tersebut.


Tinuku Store