Uni Eropa luncurkan sistem satelit Navigasi untuk EGNOS System

Tinuku

(KeSimpulan) Uni Eropa meluncurkan jaringan navigasi satelit gratis pada hari Kamis yang bisa membantu pilot, sopir, dan orang-orang tunanetra. Proyek citra satelit yang jauh lebih tepat dibandingkan satelit milik militer Amerika Serikat atau US global positioning system (GPS), karena memberi citra akurasi sampai sekitar 2 meter. The EGNOS System akan menggunakan tiga satelit dan 34 stasiun di darat untuk mempersempit horizontal GPS yang sebelumnya hanya memiliki akurasi sekitar 7 meter dan meningkatkan akurasi vertikal untuk membantu pilot saat pendaratan.

Eksekutif Uni Eropa mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa layanan "Safety-of-Life" untuk navigasi pesawat dapat diaplikasi pada tahun depan. Petani juga dapat memperoleh manfaat dari peningkatan presisi untuk penyemprotan pupuk, dan aplikasi baru bisa muncul di jalan raya dan menjadi kesatuan dalam administrasi asuransi kendaraan. "Ini akan membuat semua aplikasi navigasi pribadi jauh lebih tepat, melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru untuk alat bantu seperti menuntun orang buta," kata seorang anggota Komisi Uni Eropa.

Sistem ini dirintis oleh Komisi European Space Agency and aviation safety authority Eurocontrol. Proyek ini merupakan bagian dari proyek Galileo, sebuah sistem satelit Eropa yang akan menyaingi GPS dan akan komplit pada tahun 2014 yang akan datang.
Proyek Galileo senilai 4 milyar euro ($ 5,8 milyar) ini merupakan program tunggal terbesar di Eropa di luar angkasa, meskipun terganggu oleh berbagai penundaan karena kesepakatan atas pendanaan.


Tinuku Store