Langsung ke konten utama

Antropolog Terkemuka Dunia Claude Lévi-Strauss Meninggal

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Claude Lévi-Strauss, seorang tokoh di dunia antropologi abad ke-20, meninggal di Paris pada 31 Oktober dengan usia 101 tahun. Levi-Strauss memperkenalkan "strukturalisme" untuk antropologi, konsep bahwa semua masyarakat universal mengikuti pola pikir dan perilaku, sebagaimana dicontohkan dalam mitos-mitos yang berkembang.

Levi-Strauss melakukan konseptualisasi ulang di bidang antropologi dengan sebutan "tiga nyonya" yaitu geologi, psikoanalisis, dan Marxisme untuk membantu membentuk tren dalam ilmu-ilmu sosial dan teori sastra, dan dipengaruhi oleh intelektualisme seperti Michel Foucault dan Jacques Derrida. Lahir di Belgia, Levi-Strauss belajar filsafat di Sorbonne dan mengajar sosiologi di Brasil pada 1930-an. Teori-teorinya didasarkan sebagian besar pada 3 tahun selama menghabiskan waktu di suku pedalaman Brasil.

Ketika Nazi menduduki Prancis, Levi-Strauss yang seorang Yahudi, melarikan diri ke Amerika Serikat, di mana dia mengajar selama beberapa waktu di New School for Social Research di New York City. Di sana ia berteman dengan beberapa icon antropologi, seperti Franz Boas. Pada tahun 1959, Levi-Strauss menabat di social anthropology di Paris's College de France hingga pensiun pada 1982.

Dalam wawancara dengan National Public Radio, Levi-Strauss menyatakan bahwa prospek manusia suram. "Pada hari ini hilangnya spesies hidup sangat mengerikan, baik itu tanaman atau hewan. Dan itu jelas bahwa kepadatan manusia telah menjadi begitu besar, mereka telah mulai meracuni diri mereka sendiri. Dan dunia di mana saya menyelesaikan keberadaan saya tidak lagi dunia yang aku suka," kata Levi-Strauss.

Académie française institusi yang bergengsi milik Levi-Strauss, berencana untuk menghormatinya pada hari Kamis. Penulis Jean d'Ormesson, menjulukinya "ilmuwan terbesar Perancis." Hélène Carrère d'Encausse, sekretaris abadi Académie française, memuji Levi-Strauss "semangat keterbukaan yang luar biasa". Berbicara pada radio Perancis, ia berkata, "Dia adalah seorang pemikir, seorang filsuf. ... Kami tidak akan menemukan lagi seperti dia." Levi Strauss meninggalkan dua putra, salah satu di antaranya adalah kepala bagian Museum dan benda-benda budaya UNESCO di Paris.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.