(KeSimpulan) Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit menilai tindakan pemerintah sekarang seperti tindakan pemerintah Orde Baru. Polanya sama, yaitu mayoritas dominan mengorbankan yang lemah. Bedanya kalau zaman Orde Baru memakai represi tapi kini memakai manipulasi.
Arbi menyatakan, represi seperti masa Orde Baru tidak mungkin dilakukan pada masa sekarang karena akan menuai banyak kecaman. Sektor yang terkena manipulasi diantaranya parlemen, media dan masyarakat sipil. Sebagai contoh dari manipulasi adalah pemanggilan dua media oleh polisi terkait dengan tuduhan laporan pencemaran nama baik oleh Anggodo dan pengacaranya Bonaran Situmeang. "Apa hubungannya Anggodo dengan media," kata Arbi.
Selain itu, adanya aksi unjuk rasa mendukung polisi beberapa hari ini merupakan bagian manipulasi masyarakat sipil. Demo ke Istana negara itu dilakukan guna menunjukkan kepada presiden bahwa aspirasi masyarakat sipil, tak satu suara. Untuk menunjukkan ada masyarakat yang memihak polisi.
Selain itu, manipulasi masyarakat sipil dilakukan dengan penyadapan dan pemutusan komunikasi. Ponsel Arbi sering kali mendadak mati ketika membicarakan soal polisi kepada wartawan. Teleponnya sering mati jika dia sedang diwawancarai wartawan melalui telepon. "Ini sejak Orde Baru," kata Arbi. (www.tempointeraktif.com / Arbi Sanit: Pola Orde Baru Sama dengan Sekarang / Jum'at, 20 November 2009)
News KeSimpulan.com - Laporan Penelitian Sains Teknologi - http://www.KeSimpulan.com - http://Jurnal.KeSimpulan.com - http://Cari.KeSimpulan.com - Non Fiksi Media - Harian Sains Ilmu Pengetahuan dan Laporan Hasil Penelitian - Multimedia Video - Manusia Awal - Astronomi Planetologi - Biologi Kimia - Fisika Material - Paleontologi - Perilaku - Lain-Lain - Daily science, Indonesian language - Evolusi dan Adaptasi - Primatologi - Reprogram Biologi - Ekso Habitasi - Atom dan Partikel - Kosmologi
Sabtu, 21 November 2009
Arbi Sanit: Pemerintah Cenderung Manipulasi Data
Terkait :
News Non Penelitian
