Langsung ke konten utama

Bagaimana Memproduksi Energi Biofuel Algae Seharga US$2 per Galon?

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Ganggang laut (Algae) yang paling padat sumber energi biofuel, namun biaya produksi minyak ini sangat mahal. US Department of Energy memperkirakan biofuel akan menelan biaya sekitar US$8 per gallon. Pakar-pakar lain bahkan memproyeksikan harga lebih dari US$50 per galon karena metode produksi dan panen tidak efisien.

Namun, tim ahli berencana untuk meneliti apakah komersialisasi ganggang yang tumbuh di laut pada platform khusus dapat mengurangi biaya produksi biofuel, di mana berpotensi membawa perekonomian energi selangkah lebih dekat untuk beralih dari bahan bakar fosil ke renewable resources.

Ilmuwan dari Kansas State University, Wenquiao Yuan dan rekannya, berpikir tumbuh kembangnya ganggang seluas platform di laut bisa secara dramatis dapat mengurangi biaya yang berhubungan dengan produksi biofuel dengan menyediakan sumber bebas sinar matahari, nutrisi, mengontrol suhu dan air. "Saya pikir alasan utama (untuk tumbuhnya ganggang di laut) adalah biaya. Sedangkan sekarang ini di darat, kolam atau photobioreactors ganggang berbasis biofuel ini terlalu mahal," kata Yuan.

Untuk memulai, para insinyur harus menemukan ganggang yang kaya minyak dan galur bahan jenis serta tekstural permukaan untuk mempromosikan pertumbuhan maksimum. "Algae secara alami melekat pada beberapa substrat, namun untuk biaya produksi yang efektif, itu tidak cukup," kata Yuan. Platform tumbuhnya ganggang dengan tebal beberapa milimeter, akan terlalu sulit untuk mengikis biomassa diproses menjadi minyak. Sejauh ini, ganggang telah merespon dengan baik. Tapi para insinyur masih tidak tahu mengapa ganggang tumbuh berbeda-beda, tergantung pada jenis bahan dan tekstur permukaan.

Penelitian, yang didanai oleh National Academy of Sciences (NAS), para insinyur kemungkinan akan menguji sistem platform dalam lingkungan kolam yang lebih kecil dan kemudian mengembangkan ke lepas pantai. Namun, lingkungan laut dapat menyajikan beberapa masalah yang tidak dapat dihindari. "Sejauh tumbuhnya ganggang di laut, jika mereka berada dalam sebuah sistem, masalah terbesar adalah cuaca," kata Richard Sayre, ahli biofuel dan direktur Donald Danforth Plant Science Center in St. Louis. "Jika anda menjumpai badai, bagaimana mencegah sistem itu dari kehancuran, pada dasarnya? Hampir tidak ada tempat di dunia yang bebas dari badai," kata Sayre.

Yuan mengatakan bahwa pemeriksaan sistem badai adalah masalah yang belum ditangani. Tapi mengingat bahwa industri biofuel ganggang masih 10 sampai 15 tahun jauh dari volume tinggi dengan harga terjangkau. "Mengingat keadaan di mana kita sekarang sangat kecil dengan tanaman percontohan dan fasilitas demonstrasi, rintangan terbesar kita, apakah sebuah demonstrasi skala besar tanaman dapat mencapai target angka menjadi US$2 hingga US$4 per galon? Kalau kita bisa mencapai itu, saya pikir akan lepas landas dalam cara yang sangat nyata," kata Sayre.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.