Skip to main content

Berang-Berang Purba Behemoth Raksasa dari Akhir Zaman Es

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Berang-berang Behemoth yang hidup di Amerika Utara selama zaman es terakhir hanya makan sedikit jika ada sumber makanan dari pohon.

Berang-berang raksasa yang telah punah, Castoroides ohioensis, hanya salah satu spesies binatang besar atau megafauna yang mendominasi pemandangan di Amerika Utara di akhir zaman es. Fosil menunjukkan bahwa makhluk itu memiliki ukuran dua kali berang-berang zaman modern, dengan rasio antara 100:60 kilogram, kata Catherine Yansa, seorang paleoecolog dari Michigan State University di East Lansing.

Yansa dan rekannya Peter Jacobs dari University of Wisconsin-Whitewater menganalisis material yang dibor dari fosil tulang rahang berang-berang raksasa yang telah digali di sebuah situs dekat peternakan di tenggara Wisconsin. Analisis penanggalan karbon (carbon dating) menunjukkan makhluk hidup itu sekitar 14.500 tahun yang lalu. Hasil penelitian ini dilaporkan pada tanggal 19 Oktober 2009 dalam pertemuan tahunan Geological Society of America.

Serbuk sari dan tanaman dari sedimen di sekitar fosil tulang rahang menunjukkan bahwa lingkungan di tempat saat itu dingin dan rawa-rawa dengan sedikit pohon. Rahang dan gigi berang-berang raksasa yang telah punah agak berbeda dari berang-berang modern, sehingga beberapa ilmuwan mengusulkan bahwa pola mereka juga berbeda. Berang-berang modern terutama makan kulit pohon dan jaringan lunak di bawahnya yang disebut cambium.

Ketika Yansa dan Jacobs menganalisis komposisi salah satu gigi berang-berang kuno, mereka menemukan shocker yaitu Rasio isotop karbon-13 dan karbon-12 yang jatuh di luar rentang untuk makhluk pemakan bahan dari tanaman berbasis lahan seperti pohon-pohonan. Tapi rasio yang jatuh dalam rentang itu menunjukkan bahwa makhluk itu telah mengkonsumsi sejumlah besar tanaman air sejenis gulma. "Secara ekologis, berang-berang raksasa itu seperti kuda nil," kata Yansa. Fosil dari sedimen lebih muda pada situs itu mengungkapkan iklim daerah yang lebih hangat dan kering setelah zaman es berlalu, kata Yansa. Akibatnya, muncuk kepadatan hutan dan banyak kawasan lahan basah, menyediakan habitat utama berang-berang modern.

Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.