Bio Bricking Membuat Bakteria Bercahaya untuk Deteksi Ranjau Darat

Tinuku

(KeSimpulan) Para ilmuwan dari Inggris mengatakan bakteri yang bersinar hijau di hadapan bahan peledak dapat memberikan metode yang murah dan aman untuk menemukan ranjau darat yang tersembunyi dalam tanah.

Bug dapat dicampur ke dalam larutan berwarna hijau yang membentuk patch ketika disemprotkan pada tanah di mana bahan peledak dimakamkan. Peneliti yang menciptakan bakteri di University of Edinburgh percaya bahwa mikroba dapat dijatuhkan dari udara ke daerah-daerah bahaya. Dalam beberapa jam, bakteri akan bereaksi terhadap sisa-sisa bahan peledak yang bocor dari perangkat ranjau terkubur di bawah tanah.

Badan amal Handicap International menunjukkan data bahwa setiap tahun, antara 15.000 dan 20.000 orang tewas atau terluka oleh ranjau dan persenjataan yang belum sempat meledak sisa peperangan. Lebih dari 87 negara penuh dengan ladang ranjau, termasuk Somalia, Mozambik, Kamboja, Irak dan Afghanistan.

Para ilmuwan menghasilkan bug dengan menggunakan teknik baru yang disebut BioBricking untuk memanipulasi paket DNA. Dr Alistair Elfick, dari universitas's School of Engineering yang membimbing proyek penelitian oleh para mahasiswa ini, mengatakan, "Ini adalah sensor anti peledak yang merupakan contoh bagaimana inovasi dalam sains dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Ini juga menunjukkan bagaimana teknik ilmiah baru dapat memungkinkan molekul didesain untuk tujuan tertentu."

Tinuku Store