BUMN Suntik Dana ke Bank Century untuk Tutupi Uang yang Sudah Dirampok

Tinuku

(KeSimpulan) Salah satu inisiator hak angket kasus Bank Century Akbar Faisal menyatakan ada tekanan terhadap BUMN untuk menyuntik dana ke Bank Century. Akbar berjanji akan memberitahukannya di kemudian hari. "Ada tekanan tertentu kepada BUMN untuk menempatkan dananya ke Bank Century. Tapi salah satu direksi BUMN itu menolak. Kami tidak ungkapkan BUMN apa saja itu, tapi nanti pada saatnya akan kami buka 3 BUMN itu," kata Akbar dalam ekspos perkara kasus Bank Century di Jakarta, Minggu 29 November 2009.

Akbar mengatakan saat ini pihaknya masih mempelajari audit BPK. "Kami akan membentuk tim khusus berisi auditor-auditor untuk membaca hasil audit BPK yang sudah disampaikan," kata anggota dewan asal Fraksi Hanura itu.

Sementara itu, inisiator hak angket Century lainnya, Andi Rahmat menyatakan dalam laporan audit BPK, BPK sudah sampai pada 1 kesimpulan terkait adanya rekayasa. "Yang sebetulnya ini bahasa halus dari perampok uang. Uang sudah dirampok, terus dirampok lagi," kata Andi. Dalam temuan berdasarkan laporan audit, sepanjang penyaluran Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP), ditemukan nasabah yang sangat aktif dengan inisial BS.

"Ini aktif sekali, pada tanggal 8 November 2008 ada pertemuan RT dengan BS, lalu ada juga pertemuan lagi tanggal 8 Desember. Ada 7 aktivitas yang dilakukan mereka berdua yang terkait uang senilai US$9 juta. Ini dilakukan pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu," kata Andi. (www.detiknews.com / Ada Tekanan ke BUMN Untuk Tempatkan Uang di Bank Century / Minggu, 29 November 2009)

Tinuku Store