Jusuf Kalla: Rp 6,7 Triliun Setara Pembangkit Listrik 700 Megawatt

Tinuku

(KeSimpulan) Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, krisis listrik yang melanda sebagian kota-kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta merupakan masalah yang terjadi pada lingkungan sumber daya alam yang melimpah tersedia di mana-mana. Ada gas alam, debit air, batu bara, hingga angin.

"Kurang apa lagi dengan negeri kita yang kaya raya ini," kata Jusuf Kalla. Soal duit bisa dicari. Krisis listrik yang terjadi sekarang bukan faktor tidak ada duit. "Pemerintah lambat mengambil keputusan. Duit di bank banyak. Mereka butuh penjaminan, tinggal bikin saja. Menurut Kalla, agar terhindar dari krisis listrik setiap tahun pemeritah mesti membangun pembangkit. Ini karena, kondisi cadangan listrik PLN cuma 5 persen, itupun sudah terpakai. Padahal, idealnya sebuah negara seperti Indonesia stok setrum minimal 30 persen. "Itulah sebabnya mengapa saya teriak-teriak bangun segera proyek listrik 10 ribu megawatt," kata Kalla.

Jumlah penduduk bertambah, tidak mungkin hidup tanpa listrik. Kalau jalan rusak, orang masih bisa mencari jalur alternatif. Jembatan yang satu rusak bisa melintasi melalui jembatan lain. "Kalau pasokan listrik kurang, ya padam," kata Kalla. "Kalimantan, itu gudangnya batu bara, tapi batu baranya bisa diangkut ke mana-mana kan. Itu gampang saja." Kalau Rp.6,7 trilun kira-kira bisa dijadikan berapa megawatt listrik? "Kalau itu (dimulai) tiga tahun lalu, ya bisa 700 megawatt," kata Kalla yang berpesan bahwa perkara Bank Century itu harus dituntaskan. (www.tempointeraktif.com / Jusuf Kalla: Rp 6,7 Triliun = 700 Megawatt Listrik / Senin, 23 November 2009)

Tinuku Store