Kabareskrim Non Aktif Susno Duadji Terlibat Skandal Bank Century Gate

Tinuku

(KeSimpulan) Hak angket kasus Bank Century yang digulirkan Dewan Perwakilan Rakyat ternyata tak semata mengusut aliran dana Rp 6,7 triliun yang digelontorkan pemerintah ke Bank Century, tapi juga untuk membidik Kabareskrim non aktif Susno Duadji.

Draf usulan penggunaan hak angket yang diserahkan ke Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), adalah satu poin yang akan diselidiki panitia angket, jika angket disetujui, yaitu menyelidiki peran Susno Duadji dalam pencairan dana seorang nasabah Bank Century sebesar Rp.2 triliun. Susno membantu pencairan dana milik Budi Sampoerna, nasabah kakap Bank Century. "Mengingat sebagian dana talangan tersebut ditanamkan dalam bentuk Surat Utang Negara dan dicairkan bagi nasabah besar," kata inisiator hak angket Bank Century, Maruarar Sirait, saat menyerahkan usulan draf usulan hak angket ini ke Pimpinan DPR.

Seluruh Fraksi Partai Demokrat Menolak Hak Angket Century Gate

Poin lain yang akan menjadi objek penyelidikan panitia angket jika nantinya terbentuk antara lain aliran dana Bank Century, kebijakan penggelontoran dana tersebut, serta mengkalkulasi seberapa besar kerugian negara yang ditimbulkan dalam kasus ini. Usulan hak angket ini ditandatangani 139 anggota Dewan dari sembilan fraksi. Fraksi Partai Demokrat menjadi satu-satunya fraksi yang anggotanya tidak mendukung usulan hak angket skandal Bank Century. Ketua DPR Marzuki Alie juga sempat ditantang untuk meneken usulan hak angket, namun Sekjen Partai Demokrat itu menolak.

"Kami tawarkan apakah Pak Ketua DPR juga mau menandatangani usulan hak angket ini?" kata perwakilan pengusul Maruarar Sirait. Tantangan itu disampaikan Marurar saat penyampaian usulan 141 tanda tangan anggota dari 7 fraksi di Ruang Pimpinan DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis. 1 orang dari FKB, Effendy Choire menyatakan dukungan namun terkendala teknis untuk tanda tangan. "Kita berkesimpulan Pak Ketua tidak mau menandatangani ini," kata Maruarar. Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Anis Matta juga ditantang menandatangai hak angket. Namun tanpa pikir panjang langsung menekennya. Wakil Ketua DPR dari F-PDIP juga meneken.

Sebelumnya, acara penyampaian usulan hak angket itu sempat tertunda hampir satu jam akibat Ketua DPR Marzuki telat hadir. Hal ini pun sempat menuai protes dari Desmon J Mahesa, pengusul dari F-Gerindra. "Pimpinan, harus menunggu berapa lama lagi kita menunggu Ketua," tanya Desmon kepada Wakil Ketua DPR Anis Matta dan Pramono Anung yang telah menunggu. Namun, tak lama setelah protes itu disampaikan, Marzuki muncul dengan tergesa-gesa. "Maaf saya tidak dikabari kalau ada ini (rapat)," ujarnya.

Perwakilan pengusul Maruarar Sirait meyatakan 141 anggota dewan itu antara lain 80 orang dari F-PDIP, 24 dari F-PG, 17 dari F-Hanura, 3 dari F-PAN, 8 dari F-Gerindra, 8 dari F-PKS, 1 dari F-PPP. "Minus Fraksi Partai Demokrat," kata Maruarar. Nama anggota fraksi yang telah menandatangani dukungan angket di antaranya Ahmad Kurdi Moekri (F-PPP), M Hutabarat (F-Gerindra), Syarifuddin Suding (F-Hanura), Chairuman Harahap (F-PG), KH Buchori (F-PKS), Candra Tirta Wijaya (F-PAN). F-PDIP menjadi motor pengusul angket.

Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan akan menindaklanjuti usulan hak angket sesuai dengan mekanisme yang berlaku. "Ini kita terima, dan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada," ujar Marzuki. Dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1999 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD Pasal 177 ayat 1 menyebutkan: hak angket harus diusulkan paling sedikit 25 anggota DPR lebih dari satu fraksi. Usai disampaikan ke pimpinan DPR, Badan Musyawarah akan mengagendakan rapat paripurna pengambilan keputusan pembentukan Panitia Angket. (Kamis, 12 November 2009)

www.detiknews.com (Usulan Hak Angket Century Disampaikan ke Pimpinan DPR; Ditantang Teken Usulan Angket Century, Marzuki Menolak), www.tempointeraktif.com (Angket Bank Century Juga Membidik Susno Duadji)

Tinuku Store