Skip to main content

Koin Kuno Terbakar dalam Pemberontakan Yahudi pada Imperium Romawi

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Peneliti Israel menampilkan untuk pertama kalinya koleksi koin-koin langka dan terbakar hangus saat Romawi menghancurkan kuil suci hampir 2.000 tahun yang lalu. Sekitar 70 koin yang ditemukan dalam sebuah penggalian di situs suci Yerusalem.

Fragmen yang langka untuk melihat masa pemberontakan masyarakat Yahudi melawan imperium Romawi yang akhirnya mengakibatkan hancurnya Kuil Yahudi kedua pada tahun 70 Masehi, kata Hava Katz, seorang kurator museum. Orang-orang Yahudi memberontak terhadap Kekaisaran Romawi dan mengambil alih Yerusalem pada tahun 66 masehi, setelah mengepung Yerusalem. Pasukan Romawi membobol tembok kota dan menyapu habis pemberontakan, menghancurkan Bait, situs yang paling suci bagi Yudaisme.

Koin yang disimpan dalam kotak kaca, sebagian meleleh dan terkarbonasi perunggu dari api yang menghancurkan. "Ini benar-benar menunjukkan dampak kehancuran Yerusalem pada abad pertama," kata Gabriela Bijovsky, ahli koin antik dari Israel Antiquities Authority. "Ini sangat jelas, contoh dramatis dari kehancuran. Koin ini milik orang-orang terakhir empat atau lima tahun masa pemberontakan melawan tentara Romawi, dan satu koin kami temukan benar-benar dicetak sangat dekat dengan kehancuran Bait Suci Kedua," kata Bijovsky.

Koin itu digali dari sebuah jalan kuno di bawah Gunung Bait Suci, kata para peneliti. Arkeolog harus menyaring melalui puing-puing dan mengeluarkan batu-batu besar yang terlempar dari Temple Mount selama serangan Romawi sebelum mereka menemukan jalan dan tumpukan koin. Sekarang tempat puing-puing tempat ibadah masyarakat Yahudi di Temple Mount, di atasnya telah berdiri kompleks Masjid Al Aqsa duduk di atas reruntuhan kuil. Kaum Muslim merujuk ke situs itu sebagai tempat dari mana mereka percaya bahwa Nabi Muhammad naik ke surga. Klaim yang saling bertentangan membuat situs ini menjadi bahan bakar sentimen agama pengobar konflik Israel-Palestina.

Koin bukan hanya dilebur di Yerusalem selama pemberontakan tapi juga di Eropa, Afrika Utara dan Persia yang ditemukan di sekitar situs suci dari berbagai periode. "Ini hanya menunjukkan karakter internasional dari sebuah kota. Ini menunjukkan pentingnya Yerusalem kepada generasi-generasi orang-orang ... pentingnya Yerusalem pernah pudar dan pergi untuk orang-orang Yahudi, Kristen dan Muslim," kata Katz.

Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.