Skip to main content

Memblokir Sinyal Sel Kurangi Kerusakan DNA

(KeSimpulan) Partikel logam kecil telah terbukti menyebabkan perubahan pada DNA, suatu perlintasan sel tanpa harus melintasi penghalang. Partikel skala nanometer dan mikrometer selama ini menjadi penyebab peningkatan kerusakan DNA saat melintasi penghalang yang sebelumnya tidak pernah terlihat dalam proses sinyal sel.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature Nanotechnology, para peneliti mengatakan bahwa mekanisme ini menjadi kesempatan yang baik karena dapat menggurangi risiko. Hasil awal menunjukkan relevansi bagi terapi medis yang bergantung pada skala kecil partikel. Sebagai contoh, pendekatan berbasis nanopartikel untuk digunakan dalam memperbaiki gambar MRI atau mengarahkan sinyal obat kanker. Namun, para peneliti mengakui bahwa sistem model mereka jauh lebih sederhana daripada tubuh manusia, di mana efek akan lebih sulit ditebak. Sampai saat ini, para peneliti bahkan tidak yakin mekanisme sinyal molekul penyebab kerusakan pada DNA.

Tim peneliti mempelajari efek partikel yang terbuat dari cobalt dan chromium, baik 1/30 milyar meter atau 4/1 juta meter. Logam ini digunakan seperti implan pinggul atau lutut buatan. Mereka tumbuh tipis, terbuat dari membran sel manusia, dan partikel diletakkan pada membran. Di bawahnya, ditempatkan sel-sel fibroblast yang di dalam tubuh membantu membentuk jaringan ikat. Meskipun tim menunjukkan bahwa partikel-partikel tidak melintasi membran, di atas sel-sel fibroblast memperlihatkan sekitar 10 kali lebih banyak kerusakan DNA dibandingkan kasus di mana tidak menggunakan partikel.

Gevdeep Bhabra, peneliti dari Bristol Implant Research Centre menjelaskan bahwa sel-sel yang dikenal mempunyai kontak dekat untuk menunjukkan komunikasi antar sel melalui struktur yang dikenal sebagai gap junctions dan hemichannels. "Kami menggunakan berbagai macam bahan kimia untuk memblokir sinyal antar sel dan menemukan bahwa di hadapan penghalang ini, kerusakan benar-benar dicegah," kata Gevdeep Bhabra. Tim menekankan bahwa konsentrasi dari partikel-partikel dengan intensi ribuan kali lebih tinggi daripada yang ditemukan dalam tubuh manusia, misalnya keausan pada implantasi. Akibatnya, dapat dihindari implan yang menimbulkan risiko melalui mekanisme sinyal.

Namun, penemuan menunjukkan bahwa ada banyak hal yang harus dilakukan untuk menentukan apakah mekanisme yang tampaknya bertanggung jawab atas kerusakan DNA terbatas pada bahan-bahan atau dapat terjadi juga oleh kehadiran bahan lain dengan ukuran yang hampir sama. Masalah yang sangat penting terutama karena lebih banyak terapi dan pendekatan imaging mulai memanfaatkan material skala nano.

Ashley Blom, kepala bedah ortopedi di Universitas Bristol, menjelaskan bahwa sinyal dapat menimbulkan risiko pada masa depan, namun terapi ini baik digunakan. "Jika hambatan dalam tubuh manusia dalam melakukan pekerjaan dengan cara ini, hal pertama yang menarik adalah novel yang dapat memberikan terapi untuk melintasi rintangan tanpa harus melewati persimpangan. Sebagai contoh, jika Anda memiliki kondisi yang mempengaruhi otak, mungkin kita bisa memperlakukan anda dengan sesuatu yang tidak berhubungan dengan otak."

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.