Langsung ke konten utama

Memegang Tangan Kekasih Mengurangi Rasa Nyeri

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Para ilmuwan percaya bahwa memegang tangan orang yang dicintai saat ditimpa kesusahan benar-benar dapat mengurangi rasa ketidaknyamanan. Suatu gambaran keterkaitan antara rasa sakit fisik dengan dukungan sosial.

Para peneliti mengungkapkan setidaknya bagi wanita, sentuhan atau tampilan kekasih tampaknya menjadi anestesi dari rasa sakit. Bahkan foto pasangan mereka sudah cukup untuk memberi efek penghilang rasa sakit. Temuan ini diperoleh para psikolog dari University of California dan "menggarisbawahi pentingnya hubungan-hubungan sosial dan untuk tetap terhubung secara sosial." Laporan hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Psychological Science.

Relawan sebagian besar mahasiswa yang telah berada dalam hubungan baik dengan pacar-pacar mereka untuk setidaknya sudah berlangsung enam bulan. Tes mengungkapkan bahwa jika wanita muda diberi stimulasi "luka bakar tingkat ringan", mereka merasa kurang nyaman jika melihat foto-foto orang asing. Namun sebaliknya, efek anaesthetising ditemukan jika mereka memandang foto-foto kekasihnya. Stimulasi "luka bakar tingkat sedang" diberikan pada lengan wanita yang sedang melihat foto-foto sang pacar, merasakan rasa sakit justru lebih ringan.

Naomi Eisenberger, asisten profesor psikologi yang terlibat dalam penelitian, mengatakan, "Ketika wanita itu hanya melihat foto-foto pasangan mereka, benar-benar melaporkan berkurangnya rasa sakit oleh rangsangan panas dibanding ketika mereka sedang melihat-lihat foto dari suatu obyek atau orang asing. Jadi, sekadar pengingat dari salah satu pasangan melalui sebuah foto sederhana yang mampu mengurangi rasa sakit. Ini mengubah pemahaman kita mengenai bagaimana pengaruh dukungan sosial. Biasanya, kita berpikir bahwa agar dukungan sosial membuat kita merasa baik harus jenis dukungan yang sangat responsif terhadap kebutuhan-kebutuhan emosional kita. Namun, di sini kita melihat bahwa hanya foto dari seseorang yang signifikan dapat memiliki efek yang sama."

Kelompok I: Melihat foto orang lain (diberi stimulasi luka bakar)
Kelompok II: Melihat foto pacar (diberi stimulasi luka bakar)

Kelompok III: Memegang bola (diberi stimulasi tusukan jarum)
Kelompok IV: Memegang tangan orang lain (diberi stimulasi tusukan jarum)
Kelompok V: Memegang tangan pacar (diberi stimulasi tusukan jarum)


Dalam percobaan selanjutnya ada empat kelompok yaitu setiap wanita memegang kedua tangan pacarnya, memagang tangan seorang pria asing, dan meremas bola. Sebuah "stimulus termal" terakhir hanya sepersepuluh detik untuk menghasilkan sebuah "tusukan-tusukan tajam." Para relawan yang berpegangan tangan dengan pacar melaporkan hanya sedikit merasa sakit fisik dibanding mereka yang memegang tangan orang asing atau bola ketika menerima stimulasi panas dengan tingkat yang sama.

Prof Eisenberger menyatakan, "Studi ini menunjukkan berapa banyak dampak hubungan sosial kita dapat memiliki pengalaman dan kecocokan dengan pekerjaan lain sehingga menekankan pentingnya dukungan sosial untuk kesehatan fisik dan mental." Temuan ini mungkin juga menjelaskan mengapa seorang ibu tampaknya dapat memberikan kenyamanan instan untuk anaknya dengan "mencium lebih baik". Para peneliti memberikan saran kepada orang yang menderita sakit atau stres, jika anda tidak dapat mengajak orang yang dicintai untuk menjenguk, setidaknya foto saja akan memberikan keringanan rasa sakit.

Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.