Mengapa Penemuan Air di Bulan Menjadi Obsesi?

Tinuku

(KeSimpulan) Kemarin, NASA mengumumkan jalan terang bagi misi berawak pergi jauh mencapai tata surya dan membenarkan berabad-abad dari para astronom yang percaya bahwa mereka dapat melihat air di Bulan.

Sejak tahun 1600-an pengamat angkasa sudah menduga adanya molekul air di daerah yang selalu gelap di antara padang gersang permukaan Bulan. Teknologi modern mengungkapkan kebenaran danau lava beku, tapi misi Apollo NASA pada 1960-an menemukan bukti mikroskopis jumlah air di kutub. Ada ketakutan pada saat itu bahwa sampel bisa saja terkontaminasi dan telah mendorong empat dekade berikutnya untuk membuktikan tanpa keraguan tentang kehadiran jumlah H2O yang signifikan.

Berita tentang keberadaan butiran es di Bulan memberikan rangsang kepada badan program eksplorasi NASA yang telah mengalami kendala keuangan dan berantakan di bawah Presiden Barack Obama. NASA sekarang berada dalam posisi untuk mendirikan pangkalan permanen di Bulan, mengeksploitasi air untuk membuat bahan bakar menjalankan kamp dan untuk mendukung misi lebih jauh yaitu planet Mars.

Dalam jangka pendek, NASA akan melangkah berikutnya meluncurkan bagi pendaratan Bulan untuk mengetahui lebih lanjut tentang berapa banyak air yang terkandung. Mereka telah menyusun untuk melihat apakah teknologi yang digunakan dalam misi Mars Beagle 2 bisa membantu mengumpulkan sampel. China dan India juga tertarik untuk membangun kehadirannya di Bulan. Inilah beberapa hal yang berkaitan dengan proses penemuan air di Bulan:

Apa sebenarnya yang telah Nasa ditemukan?

Setara dengan 24 galon air beku, bercampur dengan batu dan debu yang dilempar ke udara ketika sebuah roket sengaja dijatuh ke dalam sebuah kawah dekat kutub selatan Bulan. Hal ini jauh dari fantasi fiksi ilmiah dari danau bawah tanah, tapi masih cukup mengesankan untuk sebuah satelit lama dianggap sebagai tempat kering dan membosankan.

Bukankah kita sudah tahu ada air di Bulan?

Para ilmuwan telah lama menduga bahwa ada air di Bulan, tetapi harus berjuang untuk membuktikannya. Sensor pesawat ruang angkasa di orbit telah mendeteksi bukti hidrogen pada permukaan bulan, namun jumlah yang kecil. Sebuah terobosan besar datang September lalu, ketika India mengumumkan bahwa pesawat Chandrayaan-1 telah mendeteksi bahwa air menghasilkan reaksi kimia masih berlangsung.

Dari mana air berasal?

Tidak ada yang pasti. Satu teori menyatakan bahwa hidrogen dikeluarkan oleh angin Matahari dalam tata surya bisa saja mengandung senyawa bereaksi dengan oksigen dalam batu Bulan, memproduksi sejumlah kecil H2O. Penjelasan lain menyatakan bahwa air berasal dari uap yang dihasilkan ketika komet dan meteor jatuh ke permukaan Bulan.

Apa implikasi dari semua ini?

NASA telah begitu ingin menemukan air di Bulan, karena membawa mimpi pembangunan kamp permanen di Bulan, satu langkah lebih dekat. Jika air ada dalam jumlah yang dipercaya, bisa diminum oleh astronot, berubah menjadi produsen oksigen untuk membuat stasiun dapat ditempati dan yang paling menggairahkan dikonversi menjadi bahan bakar. Bulan bisa menjadi ruang layanan setara dengan stasiun, bertindak sebagai pos penanggungan bagi misi berawak ke Mars.

Tinuku Store