Dokumentasi Berita Sains (2008-2013)

Mumi Juga Mengindap Penyakit Jantung

(KeSimpulan) Meskipun belum ada produk makanan "fast food", namun para peneliti mengatakan pengerasan pembuluh darah telah ditemukan pada mumi Mesir yang menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit jantung mungkin merupakan penyakit kuno.

Sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat dan Mesir melakukan scan medis pada 22 mumi dari Cairo's Museum of Antiquities. Mereka menemukan bukti pengerasan arteri pada tiga mumi dan kemungkinan ketiganya adalah penderita penyakit jantung. Semua mumi berasal dari status sosial-ekonomi tinggi dan mengkomsumsi kaya makanan. Rincian penelitian oleh University of California, Mid America Heart Institute, Wisconsin Heart Hospital dan Al Azhar Medical School di Kairo dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA).

Tim mengatakan subyek tubuh telah diawetkan melalui mumifikasi karena mereka pelayan di istana Firaun atau imam/pendeta. Hasil X-ray dianalisis khusus oleh lima dokter berpengalaman untuk pencitraan kardiovaskular. Ada 16 dari 22 mumi telah diidentifikasi arteri atau jantung yang tersisa di tubuh mereka setelah proses mumifikasi. Sembilan mumi memiliki deposit di dinding arteri yang menuju ke jantung. Beberapa mumi telah dikalsifikasi dalam enam arteri berbeda.

Pengerasan arteri (aterosklerosis / atherosclerosis) berarti timbunan lemak, kolesterol, kalsium dan zat lain di dalam pembuluh darah yang terjadi pada tiga mumi. Dari mumi yang meninggal ketika berumur lebih dari 45 tahun, terdapat tujuh dari delapan dikalsifikasi, sedangkan hanya dua dari delapan mumi yang masih muda. Tidak ada perbedaan kalsifikasi antara laki-laki dan perempuan.

Para peneliti mengatakan bahwa orang Mesir kuno ini mengkonsumsi makanan olahan dan tidak merokok tembakau. Pertanian yang mapan dan konsumsi daging tampaknya telah umum di kalangan orang-orang dari status sosial yang tinggi. Dr Gregory Thomas, dari University of California, mengatakan, "Meskipun kita tidak tahu apakah aterosklerosis menyebabkan kematian pada salah satu mumi dalam penelitian ini, kita bisa memastikan bahwa penyakit ini muncul cukup banyak. Jadi manusia pada zaman dulu memiliki predisposisi genetik dan lingkungan untuk mempromosikan perkembangan penyakit jantung. Temuan menunjukkan bahwa kita mungkin harus melihat melampaui faktor-faktor risiko modern untuk sepenuhnya memahami penyakit."

Artikel Lainnya: