Langsung ke konten utama

Mungkinkah Volatile Karbon Dioksida dan Metana di Dasar Danau Kivu Rwanda Meledak

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Karbon dioksida dan gas metana dalam tingkat berbahaya menghantui Danau Kivu, sistem danau air tawar yang berbatasan Rwanda dan Republik Kongo. Para ilmuwan tidak dapat mengatakan dengan pasti apakah campuran tenang di dasar danau akan tetap stabil selama 1.000 tahun atau suatu saat nanti meledak secara tiba-tiba.

Di daerah gunung berapi dan aktivitas seismik rawan, kerapuhan Danau Kivu menjadi masalah serius. Situasi genting adalah kehadiran sekitar 2 juta orang di sekitarnya, banyak dari mereka pengungsi, yang hidup di sepanjang ujung utara danau. Sebuah kelompok peneliti internasional akan bertemu pada 13-15 Januari 2010 di Gisenyi, Rwanda, untuk bergulat dengan masalah Danau Kivu.

Hibah dari National Science Foundation dimenangkan oleh Rochester Institute of Technology untuk membiayai selama perjalanan dan penginapan pada 18 ilmuwan dari Amerika Serikat untuk menghadiri lokakarya tiga hari. Anthony Vodacek, organizer dan associate professor di RIT's Chester F. Carlson Center for Imaging Science, bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Rwanda akan mengatur pertemuan. "Univeritas-universitas di Rwanda yang menderita dalam genosida tahun 1994, namun ada beberapa ilmuwan Rwanda yang melakukan penelitian yang signifikan di danau atau di dalam sistem keretakan. Kami akan bekerja sama dengan pemerintah dan para peneliti yang tertarik mengidentifikasi," Vodacek.

Vodacek mengundang Cindy Ebinger, seorang ahli East African Rift tectonics dari University of Rochester dan Robert Hecky seorang ahli dalam Limnology (peneliti sistem danau) dari University of Minnesota-Duluth. Sampel utama Hecky di tahun 1970-an pada Danau Kivu dipertanyakan. Sistem danau secara keseluruhan merupakan konsep baru bagi peserta workshop yang akan membawa keahlian mereka dalam volkanologi, tektonik, dan Limnologi. Tujuan Vodacek adalah memprioritaskan kegiatan penelitian dan meningkatkan kolaborasi komunikasi antara Amerika Utara, Eropa, dan Afrika.

"Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa danau yang cukup stabil tidak berarti tidak akan meledak di kemudian hari. Tapi sedemikian tectonically dan vulkanik aktif, anda bisa tidak tahu apa yang akan terjadi," kata Vodacek. Salah satu masalah Danau Kivu adalah di kedalamam 1.600 kaki, danau tidak pernah terjadi sirkulasi. Iklim tropis membantu menghentikan sirkulasi (turn over) lapisan danau. Sebaliknya, suhu berfluktuasi dalam iklim dingin membantu sirkulasi air danau dan mencegah timbunan gas. Danau Kivu berbeda dari kedua iklim dan danau tropis lainnya, karena mata air garam hangat yang timbul dari air tanah meresap melalui retak lahar panas dan abu, penyebab sirkulasi danau terhenti. Para ilmuwan akan mempertimbangkan bagaimana input dapat bervariasi setiap saat di bawah perubahan iklim dan aktivitas gunung berapi.

Sejumlah katalis bisa mendestabilisasi gas tertimbun di dasar Danau Kivu. Bisa gempa bumi, ledakan gunung berapi, tanah longsor atau bahkan metana pertambangan yang baru-baru ini digali kepentingan bersama Rwanda dan Kongo. Penggalian ditutup pada tahun 2008 ketika gempa bumi terjadi di dekat danau dan pada tahun 2002 ketika sebuah letusan gunung berapi hancur di bagian Goma di Republik Demokratik Kongo, hanya 11 mil sebelah utara Danau Kivu. Meskipun para ilmuwan terkejut, peristiwa itu tidak cukup menggangu gas. Vodacek menyamakan tekanan yang terkandung di danau dengan sebotol soda berkarbonasi atau sampanye.

"Di danau, anda memiliki karbon dioksida di bagian bawah dan 300 meter di atas air itu, yang merupakan tutupan. Itu tekanan yang menggenggam. Gas terlarut dalam air. Ketika tutup dilepas, bentuk gelembung naik ke permukaan. Gelembung menciptakan kolom yang menyeret air dan gas ke permukaan dalam reaksi berantai. Pertanyaannya adalah, apa yang benar-benar tidak diketahui, bagaimana ledakan itu?" kata Vodacek. Melalui penelitian sendiri, Vodacek berencana untuk mensimulasikan sirkulasi Danau Kivu. Pemodelan pola sirkulasi di atas lapisan karbon dioksida dan metana akan membantu menentukan energi yang dibutuhkan sehingga menyebabkan gas Danau Kivu meledak.

bisnis online
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.