Skip to main content

Mutasi Telomeres Membuat Manusia Panjang Umur

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Para peneliti mengatakan ada hubungan yang jelas antara hidup sampai 100 tahun dan keturunan sebuah versi enzim hiperaktif yang mencegah sel-sel dari penuaan. Ini mungkin dapat untuk mengembangkan produksi obat-obatan yang merangsang enzim panjang umur.

Para ilmuwan dari Albert Einstein College of Medicine di Amerika Serikat mengatakan gen pada kelompok 86 orang tua dan anak-anak mereka memiliki tingkat lebih tinggi telomerase yang melindungi DNA. Hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, tim peneliti mempelajari klan masyarakat Yahudi Ashkenazi karena mereka sangat erat terkait sehingga lebih mudah untuk mengidentifikasi penyakit yang menyebabkan perbedaan genetik.

Tim peneliti mengambil sampel darah dari 86 orang tua dengan usia rata-rata 97 yang tergolong sehat dan 175 orang dari hasil keturunan mereka. Sedangkan kelompok kontrol dari 93 orang lain yang merupakan keturunan orangtua yang pernah hidup normal. Kedua kelompok kemudian dibandingkan.

Telomeres adalah potongan relatif pendek dan bagian khusus dari DNA yang duduk di ujung kromosom. Telomereses seperti layaknya selubung plastik di ujung tali sepatu untuk mencegah serabut anyaman tali terurai. Setiap kali sebuah sel membagi, maka telomeres akan memperpendek dan sel menjadi lebih rentan untuk kematian. Pentingnya peran telomeres menjadikan tiga ilmuwan menerima Hadiah Nobel 2009 dalam Fisiologi dan Kedokteran untuk menentukan struktur telomeres dan menemukan bagaimana mereka melindungi kromosom. Telomerase dapat memperbaiki telomeres, mencegah mereka tidak menyusut.

Tim peneliti dari Albert Einstein College of Medicine menemukan bahwa centenarians dan keturunan mereka memiliki level telomerase yang lebih tinggi dan secara signifikan telomeres lebih berumur panjang daripada orang-orang yang tidak terkait di kelompok kontrol dan pengaruh secara kuat sifat yang diwariskan. Para ilmuwan sebelumnya telah menunjukkan bahwa individu-individu dalam keluarga Ashkenazi dengan umur panjang yang luar biasa umumnya telah terhindar dari penyakit yang terkait dengan umur dan penuaan seperti penyakit jantung dan diabetes. Centenarian dalam studi ini memiliki rata-rata indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan kontrol dan tingkat (HDL) kolesterol yang lebih baik.

Yousin Suh, associate professor of medicine and genetics di Albert Einstein College of Medicine, mengatakan, "Temuan kami menunjukkan bahwa panjang telomer dan varian gen telomerase bergabung untuk membantu memperpanjang masa manusia, mungkin dengan melindungi mereka dari penyakit usia tua. Kami sekarang berusaha untuk memahami mekanisme varian genetik dari telomerase ini yang ternyata memperpanjang telomer dalam centenarians. Memungkinkan untuk mengembangkan obat yang menyerupai telomerase yang telah mendapat berkah centenarians ini pada kami."

Sementara, professor Tim Spector, dari King's College London yang telah meneliti penuaan telomeres mengatakan bahwa hal ini merupakan temuan yang menarik, tetapi mungkin tidak berlaku untuk populasi lain dan penelitian lebih lanjut diperlukan. "Mungkin ada kerugian untuk rencana mendorong proses perbaikan DNA karena memberikan sel lebih banyak kesempatan merubah untuk membagi dan mungkin akan meningkatkan peluang munculnya mutasi yang merusak dan menyebabkan kanker. Kebanyakan ilmuwan setuju bahwa ada bukti orang-orang yang kurang memiliki telomeres lebih panjang umur dan penyakit yang berhubungan dengan studi ini tidak menunjukkan bahwa bisa menjadi salah satu alasan mengapa mereka hidup menjadi lebih lama," kata Spector.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.