Langsung ke konten utama

Obat Gonore (gonorrhea) tahun 1930-an Acriflavine dapat Membantu Melawan Kanker

loading...
bisnis online

(KeSimpulan) Obat kadang memiliki efek samping menguntungkan. Obat glaukoma menyebabkan kesuburan bulu mata. Obat tekanan darah juga membantu orang dengan penyakit genetik langka. Kejutan terbaru ditemukan para peneliti di Johns Hopkins University School of Medicine yaitu obat gonore (gonorrhea) bisa membantu melawan kanker.

"Sering kali kita terkejut bahwa obat yang dikenal untuk melakukan sesuatu ternyata memberi manfaat pada bidang lain yang tersembunyi," kata Jun Liu, Ph.D., profesor farmakologi dan ilmu-ilmu molekuler di Johns Hopkins serta penulis penelitian yang diterbitkan jurnal edisi 1 Oktober Proceedings of the National Academy of Sciences. Dalam kasus kejutkan ini, Acriflavine yang digunakan pada tahun 1930-an untuk mengobati gonore, ternyata memiliki kemampuan untuk menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru. Tes pendahuluan menunjukkan tikus yang direkayasa untuk mengembangkan kanker ternyata pertumbuhan tumor berhenti setelah disuntik harian Acriflavine.

"Seperti sel-sel kanker dengan cepat membelah, mereka mengkonsumsi oksigen dalam jumlah cukup besar," kata Gregg Semenza, MD, Ph.D., profesor pediatrik dari C. Michael Armstrong dan direktur program vaskular pada Johns Hopkins Institute for Cell Engineering. "Untuk terus berkembang, tumor menciptakan pembuluh darah baru untuk mendapat akses oksigen ke sel tumor." Acriflavine menghentikan pertumbuhan pembuluh darah dengan menghambat fungsi protein hypoxia-inducible factor (HIF)-1, yang ditemukan oleh tim Semenza pada tahun 1992. Ketika HIF-1 merasa bahwa lingkungan sekitarnya rendah oksigen, akan membangkitkan gen-gen yang diperlukan dengan membangun transmisi baru. Meskipun penting bagi pertumbuhan jaringan normal dan penyembuhan luka, HIF-1 juga terangsang oleh kanker untuk mendapatkan oksigen yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup. Hal yang paling penting, agar HIF-1 bekerja, dua subunit harus mengikat bersama seperti puzzle.

Kebanyakan obat tidak dapat mencegah protein yang mengikat karena molekul obat jauh lebih kecil dibandingkan interaksi protein. Suatu obat harus menyerang pada tempat yang tepat di wilayah kritis atau kantong pada permukaan satu protein sehingga tidak bisa mengikatkan diri dengan protein lain, meskipun obat yang mampu menghentikan ikatan sulit dilakukan. Peneliti melacak ke Johns Hopkins Drug Library, koleksi FDA yang dikumpulkan oleh Liu. Para ilmuwan menyusun program visualisasi ikatan protein dan rekayasa barisan sel sehingga ketika input secara bersama-sama, HIF-1 subunit menyebabkan sel naik ke atas dan bercahaya. Mereka kemudian menguji satu persatu lebih dari 3.000 koleksi obat-obatan dengan harapan akan menemukan satu obat yang dapat mematikan sinyal. Ternyata Acriflavine mengikat langsung ke HIF-1.

"Mekanisasi ini adalah obat pertama dari jenisnya yang bekerja dengan cara yang tidak pernah dilihat untuk keluarga protein ini," kata Liu. Peneliti berharap suatu hari Acriflavine dapat dimasukkan ke dalam ramuan kemoterapi, salah satu di antara banyak obat melawan kanker. Perpustakaan Hopkins melakukan inventarisasi obat-obat lama yang bisa digunakan untuk penyakit baru atau penyakit yang lain. Sejauh ini, obat-obatan di perpustakaan telah diperiksa untuk melawan malaria, TBC, HIV dan virus Ebola. Di masa depan, Liu mengharapkan bahkan lebih peneliti untuk mengambil keuntungan dari perpustakaan ini yang terus tumbuh dengan lebih banyak obat ditambahkan ke koleksi.

"Dalam domain publik, Hopkins adalah perpustakaan obat terbesar. Semakin banyak obat yang anda miliki, lebih banyak kemungkinan semakin tinggi kesempatan anda menemukan kembali sesuatu yang akan membantu," kata Liu. Studi ini didanai oleh Johns Hopkins Institute for Cell Engineering dan Foundation for Advanced Research in the Medical Sciences. Penulis laporan hasil penelitian Kang Ae Lee dari Princeton University dan Huafeng Zhang, David Z. Qian, Sergio Rey, Liu, Semenza, dari Johns Hopkins.

Laporan Penelitian
Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian. Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.