Operasi Maraton 25 Jam Memisahkan Kembar Dampit Kepala Trishna dan Krishna

Tinuku

(KeSimpulan) Sebuah tim dari 16 ahli bedah dan perawat berhasil menyimpulkan secara maraton 25 jam operasi jaringan halus untuk memisahkan dua anak asal Bangladesh yang kembar dengan kedua kepala tergabung serta berbagi pembuluh darah dan jaringan otak.

Namun dokter mengatakan bahwa terlalu dini untuk mengetahui apakah dua gadis yang berumur dua tahun, Trishna dan Krishna, menderita kerusakan otak pasca operasi maraton, tim dokter menyatakan peluang 50-50. Dua anak itu akan tetap dalam kondisi koma untuk memantau selama beberapa hari setelah selesai operasi. Tim medis mulai bekerja Senin pagi untuk memisahkan mereka yang dibawa ke Australia atas inisiatif organisasi kemanusiaan.

"Tim berhasil memisahkan otak mereka dan mereka berdua sangat baik. Sekarang kita memiliki tugas panjang bedah rekonstruksi, yang akan berlangsung selama berjam-jam," kata kepala Royal Children's Hospital, Donnan Leo. Ahli bedah plastik selesai merekonstruksi tengkorak menggunakan kombinasi kulit mereka sendiri, tulang cangkokan-cangkokan dan bahan buatan sekitar lima jam setelah operasi pemisahan berakhir. "Tubuh mereka berdua harus pulih dari ini dan kami punya banyak wilayah yang tidak dikenal. Saya dapat mengatakan bahwa segala sesuatu berada di tempatnya untuk hasil terbaik terutama mereka harus dalam kondisi yang sehat."

Ian McKenzie, seorang anggota tim bedah, mengatakan mereka berdua bertambah baik karena tubuh mereka mulai bekerja secara individual. "Si kembar benar-benar dalam kondisi yang lebih baik karena tingkat pemisahan meningkat dan ketergantungan sirkulasi yang mempengaruhi satu sama lain sebenarnya telah semakin berkurang," kata McKenzie. Si kembar berbagi bagian tengkorak, jaringan otak dan aliran darah. Sebelum operasi, dokter mengatakan ada kemungkinan 50 persen dapat menderita kerusakan otak dan 25 persen kesempatan salah seorang dari mereka akan mati. Mereka ditemukan di sebuah panti asuhan di Bangladesh pada tahun 2007 oleh seorang perwakilan dari Children First Foundation yang membawa mereka ke Australia.

Tinuku Store