Skip to main content

Perbedaan Ras Berpengaruh pada Tingkat Kelangsungan Hidup Penerima Transplant Ginjal

loading...
Tinuku

(KeSimpulan) Sebuah studi oleh Henry Ford Hospital menunjukkan bahwa ras pendonor ginjal dapat mempengaruhi tingkat kelangsungan hidup penerima transplantasi. "Kami menemukan bahwa transplantasi antar ras memiliki hasil yang lebih baik pada transplantasi," kata Anita Patel, MD, transplantasi nephrolog dari Henry Ford Hospital Transplantasi Institute.

"Sangat penting untuk diingat bahwa perbedaan statistik dalam pengamatan ini sebanding dengan manfaat memberi hidup penerima tentang apa yang peroleh dari transplantasi," kata Anita Patel, MD, seperti dikuti untuk sciencedaily. Hasil studi ini akan disajikan Oktober 30 di American Society of Nephrology's Annual Meeting dan Scientific Exposition di San Diego oleh peneliti nephrology Rahul Pandey, M.D. Menggunakan data dari Amerika United Network of Organ Sharing (UNOS) lebih dari 158.000 penerima pasien antara tahun 1995 hingga 2008, dokter dari Henry Ford Hospital menganalisis efek dari perbedaan ras antara donatur dan penerima pada kelangsungan hidup pasien.

Dengan analisis regresi, orang kulit putih yang menerima donor ginjal dari orang kulit hitam secara signifikan memiliki tingkat kelangsungan hidup lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menerima ginjal dari sesama kulit putih (hazard ratio 1,111 dengan p=0,014) setelah disesuaikan untuk semua variabel yang diketahui. "Infeksi Hepatitis C pada penerima donor dipandang sebagai faktor risiko yang signifikan untuk kematian," kata Dr Patel. Lebih lanjut dijelaskan bahwa karena ini sebuah pengamatan secara besar dari database nasional, analisis tambahan yang lebih rinci dengan data yang ditargetkan diperlukan untuk menentukan mengapa ada perbedaan. Langkah selanjutnya melibatkan dirinya melihat efek dari transplantasi per faktor yaitu jenis transplantasi, status sosial ekonomi, panjang analisis, immunosuppression, dan faktor lainnya pada perbedaan rasial dan kematian.

Dr Patel telah menyajikan studi serupa awal tahun ini yang tampak pada perbedaan ras dan efeknya terhadap kelangsungan hidup penerima. Dalam studi tersebut, Dr Patel menemukan peningkatan risiko kegagalan pada kulit putih penerima donor ginjal dan jantung dari donatur kulit hitam. Mereka memiliki dua kali lipat peningkatan risiko kegagalan cangkok. Menurut UNOS, lebih dari 16.000 transplantasi ginjal dilakukan tahun 2008. Lebih dari 80.000 orang sedang menunggu ginjal, 33.000 pasien ginjal baru bergabung, 12 persen donatur hidup adalah Afro-Amerika.

Ikuti sains dan teknologi terkini di: Laporan Penelitian
Update via: Google+ Twitter Facebook Pinterest YouTube
Kesimpulan.com menerima konten tentang teknologi, sains, lingkungan dan bisnis dari siapa saja. Kami siap untuk publikasi dan press release. Informasi lanjut kunjungi laman ini.